MEANING OF LIFE, JOURNEY, TRAVELLING AND HAPPINESS

Sabtu, 25 Mei 2019

Are You Happy With Who You Are?

foto : pinterest

Are u happy with who you are?

Apakah kamu sedang menjalani hidup diatas ekspetasi orang lain?

Apa kamu menerima diri kamu sendiri yang sekarang? Dengan masa lalu yang masih saja menjerat kakimu?

Apakah kamu bahagia?

Yakin?

Apa kamu sudah mengenal dirimu lebih dari kamu mengenal orang lain?

Pernah ga sih mengajukan pertanyaan itu pada diri sendiri? Lalu jawabannya pun berasal dari lubuk hati yang paling dalam. Bisa langsung dijawab atau bisa dibuat bingung dan gelisah setelahnya.

Tulisan ini bermula setelah main feedback - feedbackan dengan seorang teman. Lalu sedikit aku mendengarkan ceritanya yang selalu mengalah dan mengaku salah hanya demi orang lain. Hanya untuk membahagiakan orang lain. Lalu pertanyaan ini muncul. Apakah kamu bahagia dengan cara kamu menjalani hidup seperti ini? Apakah orang lain memang benar atau sedang melakukan pembenaran? Dan apakah 100% kamu menerima disebut salah terus menerus?

Jika jawabannya "Ya, aku bahagia dengan pilihan dalam hidupku" dengan cepat dan senyum diwajah itu sama sekali bukan masalah. Akan tetapi jika jawabannya "Hmm bahagia ga ya aku? Aku gatau sih apa yang buat aku bahagia? Hmmm kayaknya aku ga bahagia deh, karena aku gabisa mengeluarkan semua yang aku rasa...." dengan muka bingung dan tidak percaya diri.

Aku tidak mengajarkan untuk bersikap egois dan selalu benar setiap perbuatan atau perdebatan. Tapi sebagai seorang teman, aku hanya memastikan apakah teman temanku bahagia no matters what. Bahagia dengan pilihan hidupnya, bahagia dengan pilihan hatinya atau bahagia dengan jalan hidupnya masing masing. Sesimple jadi orang yang bahagia dan tidak merugikan orang lain atau dirinya sendiri. Contoh yang salah : Bahagia jadi pecandu narkoba.

Buat apa menjadi orang yang 'pura pura' baik hanya untuk menyenangkan hati orang lain. Memuaskan nafsu orang lain. Dinilai baik oleh orang lain. Memerani tokoh orang lain didalam diri. Semua dan semua demi orang lain. Apakah kamu tidak lelah? Apakah diri sendiri tidak termasuk daftar list yang perlu dibuat bahagia, puas dan senang?

Lagi lagi, aku sedang tidak mengajarkan untuk hidup dengan sikap buruk terus menerus. Bukan, sama sekali bukan. Tapi apakah diri ini selalu diajak kompromi dalam bersikap. Dalam merespon sampai dalam menentukan pilihan. Menurutku, jadilah orang baik dengan menjadi diri sendiri. Terus melakukan improve untuk sifat negatif yang dimiliki. Semua itu butuh proses. Dan setiap proses itu memakan waktu. Ingat, setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing.

Ketika kamu mendapatkan feedback yang kurang baik, seperti : kamu egois, kamu payah, kamu lemah dan seterusnya langkah pertama yang kamu ambil ialah mempertanyakan apa itu benar atau tidak. Caranya bagaimana? Kamu bisa mempertanyakan hal yang sama kepada teman dekat/keluarga mu, ya semacam minta di feedback juga. Jika mereka menjawab dengan issue yang sama, maka feedback diatas sudah sesuai dan dinilai sudah objektif.

Kamu harus tau, bahwa makin bertambah usiamu makin banyak orang yang nantinya lebih sok tau mengenal dirimu dibanding dirimu sendiri. Kamu harus siap. Lalukan filterisasi. Tidak semua perkataan/feedback dari orang lain benar. Ingat, hidup diatas kebahagiaan diri sendiri. Jangan hidup diatas ekspetasi orang lain.

Yang kedua, lakukan penerimaan. Menerima bahwa diri kamu memang seperti itu. Jangan jadi terbelenggu menyalahkan diri sendiri. Menyesali setiap kesalahan di masa lalu bukanlah hal yang bermanfaat. Apa yang sudah terjadi tidak bisa diulangi hanya karena rasa bersalah dan menyesal yang tiba tiba muncul secara berlebih. Seperti terus berada di toples penyesalan atas segala feedback dari orang lain sehingga lupa inilah saatnya untuk berubah.

Dan yang terakhir. Lakukan perubahan. Sedikit demi sedikit. Dan pastikan diri kamu siap 1000% untuk bertranformasi menjadi diri kamu yang baru. Memperbaiki segala sifat negatif yang dimiliki menjadi lebih baik. Tapi tetap menjadi diri kamu sendiri. Be the unique who you are. Jadi berbeda dari orang lain. Dan itu adalah nilai investasi terbesar sampai kapanpun yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Feedback. Filter. Peneriman. Improve. Enjoy. Ingat semua itu butuh proses. Dan proses pasti membutuhkan waktu. Jadi, sudah siap menjawab : Are u happy with who you are?


Semoga menginspirasi!

Jakarta, 25 Mei 2019.

Read More

Minggu, 19 Mei 2019

Lamaran Atau Tunangan? Ini Dia Persiapannya!



Untuk yang sedang memiliki hubungan serius dengan pasangan, pasti memiliki tujuan akhir bersama yaitu : menikah. Menuju menikah banyak yang perlu disiapkan baik dari sisi mental, keuangan, sebuah acara, keluarga dan persiapan persiapan lainnya. Banyak yang mengira pernikahan hanya terdiri dari akad dan resepsi. Padahal kata pernikahan memiliki makna dan penjabaran yang sangat luas. Dengan pernikahan juga bisa lebih mematangakan vision of our life seseorang dengan pasangan melalui pernikahan. Well, sebenernya pernikahan bukan satu satunya jalan sih. Aku pun respect sama pilihan seseorang untuk 'tidak' atau 'belum mau menikah'. Nah mungkin bagian ini akan dibahas tersendiri ya hehe :)

Sesuai judulnya : Lamaran atau tunangan ya? Dalam tulisan ini akan dibahas perbedaan dari dua kalimat diatas beserta tips trik bagaimana sejoli (ciyeh sejoli) manusia menyiapkan tersebut dengan santai, sederhana namun tetap khidmat. Oh iya, aku dan pasangan memilih untuk mempersiapkan pernikahan dengan 'cara yang sederhana'. Jadi kalo yang sudah punya konsep non sederhana, this is not your reference baby!


1. Tentukan bulan dan tahun untuk menikah

Sebelum bahas ini ke masing masing keluarga besar, kamu dan pasangan harus sudah menentukan bulan dan tahun kapan untuk menikah. Inget ya, kamu dan pasanganmu adalah tokoh utama dalam sebuah pernikahan. Kamu dan pasangan mu yang lebih tau kapan siapnya dari sisi mental, finansial, pekerjaan dll.


2. Menjadi agen informasi ke masing masing keluarga

Nah ketika sudah menentukan bulan dan tahun kapan menikah. Sekarang saatnya membahas proses lamaran atau tunangan. Kalo yang ini boleh banget ajak diskusi keluarga besar. Ajak mereka agar merasa lebih dianggap dalam moment bersejarah dalam hidupmu. Jangan lupa lakukan koordinasi dengan baik. Kamu sebagai agent informasi dari keluarga besarmu dan juga pasanganmu sebagai agen informasi dari keluarga besarnya. Disini kadang suka ada perdebatan kecil. Ingat, kamu dan pasangan hanya sebatas sebagai agen informasi ya. Jangan dibawa baper berantem sampai ke masalah hubungan ya! Ketika sudah tentukan tanggal lamaran. Mari siapkan lebih detail.


3. Perbedaan Lamaran dan Tunangan

Sempet bingung sama perbedaan ini. Apalagi kalau background budaya kamu dan pasanganmu berbeda. Setahuku, lamaran itu adalah sebuah pertemuan antar keluarga  untuk menentukan tanggal kapan menikah. Dimana tanggal tersebut harus benar benar disetujui oleh kedua belah pihak. Intinya lamaran itu lebih serius dan mendekati waktu pernikahan. Misal, lamaran hari ini dan mungkin baru akan menikah 3-4 bulan mendatang. Sedangkan tunangan ialah pertemuan antar keluarga untuk mengikat pasangan. Dan (bisa jadi) belum sampai bahasan menentukan tanggal pasti pernikahan. Bisa saja tunangan hari ini lalu baru akan menikah 1-2 tahun mendatang. Nah untuk masalah tukar cincin sebenarnya bisa dilakukan untuk dua proses tersebut. Meskipun tukar cincin lebih identik sama tunangan. Tapi menurutku tidak ada aturan bakunya. Kamu boleh melakukan tuker cincin saat proses lamaran juga loh (ini ada cerita sendiri, karena pasanganku ga sabar mau pake cincin juga haha). Dan bahkan sama sekali tidak melakukan tuker cincin. Selow aja. Selain tuker cincin, ada juga seserahan. Tergantung dari masing masing, dilakukan saat lamaran atau saat hari H pernikahan. Ingat kan point utama acara ini apa?


4. Siapkan konsep hari H

Prinsip antar pasangan diperlukan dalam tahap ini. Mau buat yang sederhana atau tidak. Lalu tentukan tempat seperti di gedung/restoran/taman/rumah dan lain lain. Berapa jumlah yang akan hadir dalam acara tersebut menentukan seberapa banyak makanan yang akan disiapkan. Jangan lupa pastikan makanan yang akan dihidangkan disukai oleh keluarga pasanganmu ya! Lalu dekorasi dan baju juga akan masuk kedalam budget list kamu dan pasangan. Kalo kemarin, aku dan pasangan memilih melakukan proses lamaran dengan konsep sederhana. Dilakukan di rumah, tanpa dekorasi, makanan khas sunda, melakukan tuker cincin dan adanya satu bucket bunga sebagai pemanis. Untuk outfit, aku dan pasangan survei langsung ke Thamrin City (Jakarta Pusat). Karena gamau ribet, aku dan pasangan memilih memakai baju dengan motif batik yang sama. Model batiknya untukku dalam bentuk outer (bisa dipakai kerja/undangan) dan pasanganku baju batik tangan panjang. Pokoknya ajak pasanganmu untuk ikut membantu proses persiapan acara. Ini acara bersama, bukan pihak mana yang harus terlihat dominan. Untuk make up? Make up sendiri dongs dengan alat make up seadanya. Oh iya, aku pun tak perlu menyewa seorang photographer, kebetulan ada kamera dan seorang adik yang memiliki skill motret. Lebih menghemat budget hehe. Oh iya satu lagi, konsep lamaran aku dan pasangan ialah 3 S. Santai, Serius dan Sukses #eaaa. Mungkin bisa dijadikan referensi buat kamu dan pasangan :)


5. Lebih sabar dan tipiskan ego dari biasanya

Percaya ga menuju pernikahan akan banyak tantangan dan masalah yang tidak bisa diprediksi? Mereka datang dari beragam sisi. Saat seperti itu kamu dan pasangan harus lebih extra untuk bersabar. Tipiskan ego. Dan jangan sampai membuat suasana menjadi lebih tegang. Kalo pun ada beberapa hal usulan dari keluarga yang kamu kurang setuju, sampaikan dengan cara yang sopan dan baik ya. Attitude ini diperlukan. Jangan sampai sebelum acara, kamu sudah diomong tidak baik oleh keluarga sendiri. Ingat sebagaimana kamu dan pasangan mencoba untuk 'mandiri' dalam mempersiapkan pernikahan, pasti memerlukan bantuan keluarga juga. Jangan idealis tanpa kejelasan sehingga menutup mata pandangan/objektifitas dari yang lain.


6. Tujuan utama acara, bukan untuk pamer

Ini juga jadi bahasan aku dan pasangan. Secara personal, aku tidak suka untuk memamerkan secara live ke media sosial tentang acara yang sedang berlangsung. Aku lebih memilih menikmati moment persiapan, kumpul bersama keluarga dan seluruh proses acara lamaran tersebut. Biar aja nanti kalau pun posting pake hastag #latepost haha. Bercengkrama secara nyata, bukan dunia maya. Alhamdulillah pasanganku juga setuju. Kami bukan public figur yang sampai kehidupan pribadi ikut terekspos di media sosial. Ya meskipun banyak chat dari temen temen yang pengen lihat fotonya juga sih. Oh iya, acara kemarin benar benar private. Hanya dihadiri oleh keluarga saja. Tanpa rekan atau teman. Off the record. Zaman now, terasa sulit melakukan prosesi lamaran atau nikahan yang tidak biasa. Acara lamaran atau tunangan saja sudah seperti resepsi. Undang sana sini, pakai tenda, keluarga mengenakan baju seragam, make up dll. Sebenernya tidak ada masalah, seperti artis atau memang budgetnya ada. Tapi aku dan pasangan memilih untuk sederhana. Apakah diri ini terasa malu? Oh tentu saja tidak. Aku dan pasangan memiliki prinsip : sederhana dan semampunya. Naikin life style sih gampang, nuruninnya susah cyiinnn hehe.


7. Enjoy your day, one step closer 'ceunah'

Yang paling terakhir adalah enjoy. Nikmati setiap proses nya. Kadang banyak hal didunia ini yang tidak sesuai rencana. Ya namanya juga hidup. Usaha dalam prosesnya dan nikmati apapun hasilnya. Kamu dan pasangan akan jauh lebih kompak dari biasanya. Bangun terus chemistry, belajar lebih banyak untuk mendengar, mengerti dan pupuk terus rasa sayang ke pasangan #ciyeh

Nah itu dia yang bisa aku share dalam persiapan menuju lamaran atau tunangan versiku. Saking asiknya nulis udah sampai point 7 aja nih. Semoga bermanfaat ya. Yang mau komentar atau sharing cerita lamaran versimu, silakan di kolom komentar :)



Bogor, 19 Mei 2019
Read More

Rabu, 24 April 2019

Tips Trik Mengajar ala Kelas Inspirasi



Pernah ga sih kamu buat target di tahun tersebut apa yang mau dikejar? Atau apa yang mau dilakukan? Misal di tahun 2016 ialah my first experience kerja. Tahun 2017 fokus abisin uang gajih buat travelling. Tahun 2018 kemarin memperluas insight tentang menemukan passion, hobbies dan sosial. Lalu this year, 2019 fokus nabung dan belajar lebih banyak dari biasanya. Menentukan visi hidup yang gak cuman main main atau sesaat lagi. Kalo dilihat lihat jadi kaya life process gitu ya?

Anyway, tulisan ini ga akan bahas tentang itu. Tapi lebih kepada pengalamanku di tahun 2018 dimana tahun itu merupakan tahun pencarian passion. Rasanya tepat dilakukan ketika sudah mulai jenuh dengan rutinitas kerja yang gitu gitu aja. I mean, I don't get oppurtunites to explore anything that I have.

Jadilah aku mencari beberapa kegiatan diluar kantor salah satunya ya si Kelas Inspirasi ini. Dalam satu tahun, aku mengikuti Kelas Inspirasi di 3 Kota, yaitu Bandung, Jakarta dan Cilacap. Dan masing masing sudah aku tulis di blog, silakan klik link diatas.

Nah kali ini aku mau share tips trik buat kamu yang mulai tertarik ikut kelas inspirasi sebagai relawan pengajar. Bisa diterapkan untuk pria dan wanita. Markimak, mari kita simak :)


1. Target Ajar : Anak Anak
Sebelumnya kamu harus mengetahui bahwa target ajar kelas inspirasi ialah anak SD. Dari kelas 1 sampai kelas 6 SD. Dimana materi, bahasa dan pemilihan kata katanya harus mudah dicerna seorang anak SD. Apapun profesimu, coba sampaikan dengan cara sederhana. Yang anak anak SD mudah paham. Tujuan mengajar bukan ingin terlihat hebat kan? Tapi agar murid paham maksudnya apa. Setuju?




2. Alat Peraga Menarik
Setelah membuat konsep yang sesuai dengan anak SD. Sekarang saatnya membuat alat peraga. Pastikan alat pergaa tersebut bisa mengalihkan fokus anak anak. Dibuat dengan warna warni. Pokoknya keluarkan semua ide kreatif mu dalam satu alat peraga. Mengajar anak SD bukan hal mudah, mereka itu gampang beralih fokus pada sesuatu yang lebih menarik. Jadi, pastikan alat peraga untuk membantumu mengajar tidak kalah menarik ya.




3. Cepat Membaca Situasi
Setelah menyiapkan semua dengan sempurna, jangan baper jika ternyata anak anak di kelas tersebut sama sekali belum mengetahui alias ga nyambung tentang profesi/materi yang akan kamu sampaikan. Cepat membaca situasi dan segera ganti rencana. Siapkan Plan B! Apa itu Plan B? Yaitu bermain bersama. Belajar hal hal mudah, ya meskipun ga terlalu relate sama apa profesimu. Plan B setiap aku menjadi relawan pengajar Kelas Inspirasi ialah belajar Peta Indonesia. Mengenalkan nama nama pulau dan kota nya kepada anak SD. Itu seru sekali.




4. Ice Breaking
Selain belajar Peta Indoensia, ice breaking juga cukup ampuh digunakan untuk mencairkan suasana. Ice breaking bisa terdiri dari yel yel, games dan nyanyian seru lainnya. Tapi sesuaikan dengan anak anak SD ya. Siapkan sekiranya 3-4 yel yel dan juga permainan seru. Kalo bisa, pastikan permainan tersebut ada meaning nya, biar mereka bisa dapet 'sesuatu' dari sebuah permainan. Biasanya itu lebih cepat diingat oleh anak anak. Tapi, sesuatu yang baik nan positif ya.





5. Value Lain Selain Profesi
Nah ini nih banyak yang keliru. Kelas inspirasi bukan ajang pamer profesi. Bukan menunjukan kepada anak anak profesi apa yang paling keren dibandingkan profesi yang lain. Tujuan kelas inspirasi ialah memperluas pemikiran anak SD mengenai cita cita, yang bukan hanya menjadi dokter, polisi, guru dll. Aku selalu bilang seperti ini "Apapun cita cita kamu, jadilah orang baik". Orang baik seperti: saling tolong menolong, hormat pada orangtua dan guru, tidak menyontek atau buang sampah pada tempatnya. Dan juga ini yang tidak kalah penting yaitu menumbuhkan semangat untuk memiliki cita cita setinggi langit.




6. Have Fun
Ini dia tips terakhir. Durasi kamu mengajar dalam satu kelas bisa hanya 25-40 menit tergantung banyaknya kelas dan relawan pengajar yang berpartisipasi. Jadi jangan siapkan materi banyak banyak ya, kasihan anak SD yang setiap hari dituntut belajar ini itu oleh regulasi pemerintah :( Jadikan kedatanganmu merupakan hari yang menyenangkan dan tak terlupakan bagi mereka. Tularkan rasa semangat, positif dan berani memiliki cita citra besar kepada mereka. Dan semua akan terjadi jika selama proses mengajar didalam kelas kamu merasa enjoy dan have fun.




Oh iya, selain tips trik diatas jangan lupa siapkan hati dan pikiran secara terbuka. Karena pada hari itu, kamu akan mendapatkan banyak energi dan inspirasi luar biasa dari anak anak SD. Kelas inspirasi bukan hanya kamu yang memberikan inspirasi, akan tetapi kamu pun akan mendapatkan inspirasi secara bersamaan. Ga percaya? Cobain aja hehe.

Nah itu dia 6 tips dan trik yang bisa aku share based on my experience selama tahun 2018 mengikuti Kelas Inspirasi di 3 kota berbeda. Masing masing kota memiliki taste berbeda. Kalo mau tau pembukaan Kelas Inspoirasi ada di kota mana saja, pantengin aja website http://kelasinspirasi.org/ atau instagram @kelasinspirasi.id. Biasanya disana mereka share kota mana saja yang sedang membuka recruitment relawan. Jangan salah, mau jadi relawan pengajar Kelas Inspirasi ada tes nya loh. Kamu yang terpilih itu bukan orang sembarangan. 

Selamat menikmati menjadi relawan Kelas Inpirasi. Sehari cuti, selamanya menginpsirasi.


Eh ini ada cuplikan video yang aku edit saat mengikuti Kelas Inspirasi Cilacap, enjoy!




Semoga Bermanfaat!

Cikarang, 24 April 2019


Read More

Minggu, 14 April 2019

Ingin Hari Pertama Kerja di Tempat Baru Berkesan? Ikuti 5 Tips Ini

foto : google

Dalam dunia kerja, sudah menjadi hal biasa untuk pindah kerja dari satu tempat ke tempat yang lain. Untuk para millenials, jangan takut dianggap "kutu loncat" jika sering berpindah kerja. Pindah kerja perlu dilakukan oleh anak muda, jika disana menawarkan posisi dan kesempatan belajar lebih baik. Kesempatan itu bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan potensi diri baik soft skill atau hard skill, networking dan keluar dari zona nyaman kaya di perusahaan sebelumnya. Banyak juga yang pindah kerja untuk mendapatkan posisi lebih baik (naik level) loh. Semua itu dianggap sah sah saja bagi millenials untuk pindah kerja, kecuali dalam 3 bulan sekali kamu selalu pindah kerja karena alasan ga cocok, itu namanya belum siap kerja hehe.

Nah apa aja sih yang perlu disiapkan para millenials saat hari pertama kerja di tempat baru? Ini dia 5 tips mudahnya. Selamat menyimak :)

1. Jadi sponge kering (not spongebob ya)
Memang spongebob itu lucu dan kadang ngeselin. Tapi bukan harus jadi spongebob ya hehe. Tau kan sponge yang buat cuci piring? Fungsinya kan meresap sunlight untuk dipakai mencuci piring/gelas. Kalo sponge itu sudah basah, ya pasti ga semua sabun sunlight akan terserap, pun sebaliknya. Makin kering sponge itu, maka makin banyak hal hal yang bisa diserap. Lupakan sejenak apa yang kamu tau dari perusahaan sebelumnya. Seperti kosongkan gelas, sekosong-kosong nya untuk bisa menerima lebih banyak air dari biasanya. Untuk bisa menyerap ilmu lebih luas di kantor barumu.

2. Rendah hati
Nah rendah hati ini ada kaitannya dengan posisi atau jabatanmu pada kantor sebelumnya. Jika kamu pindah kerja ke kantor baru secara horizontal misal dari level supervisor lalu turun jadi team leader dengan bidang berbeda, maka jiwa posisi sebagai supervisor pada kantor sebelumnya perlu dihilangkan. Pun jika kamu pindah kerja dengan level yang sama, hmm kurang kurangin deh sok tau karena kan kamu masih dalam tahap mencari tau budaya, pengembangan bisnis dan orang orangnya di kantor baru itu. Jika ada yang bertanya tentang pengalaman kerja di kantor sebelumnya memang boleh, tapi ingat jangan berlebihan dan tetap rendah hati ya!

3. Supel (memperkenalkan diri)
Sebagai karyawan baru pasti kamu akan selalu diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri baik didepan banyak orang atau personal. Nah di hari pertama kerjamu, jangan diem aja. Ulurkan tangan ke siapapun itu untuk memperkenalkan diri. Hari pertama kerja adalah langkah pertama untuk menjalin kerjasama dengan orang orang di divisi lain. Jangan sampai baru kenalan setelah 2 minggu kamu kerja. Itu pun dilakukan gara gara ada project yang harus berhubungan dengan divisi lain. Ketauan deh nanti datang pas ada butuhnya doang #eh

4. Senyum dan Ramah
Senyum ke semua orang. Ramah ke siapapun itu! Dari tingkat office boy, tamu, resepcionist dan siapapun itu. Pada hari itu, mungkin kamu akan menjadi pusat perhatian semua orang di kantor baru. Senyum manis akan membuat pride dalam dirimu meningkat. Dan itu berpengaruh dalam branding dirimu nanti kedepannya. Senyum dan ramah. Ini adalah saat yang tepat, jika kamu ingin merubah branding didalam diri. Jika di kantor sebelumnya kamu disebut pecicilan, maka di kantor baru kamu bisa ubah brand image itu. Jadi  orang yang lebih kalem, misal. Asal di kantor baru tersebut benar benar tidak ada orang yang kamu kenal sebelumnya ya.

5. Pakaian Terbaik 
Ingat kan istilah first impression is important? Kenalan pakaian terbaikmu sebagai penampilan pertamamu di kantor baru. Orang orang yang melihatmu dari jauh mungkin akan melihat pakaianmu terlebih dahulu, sebelum melihatmu berbicara atau mengeluarkan ide/pendapat. Memang ada istilah 'dont judge book by its cover' tapi cover juga ikut menentukan loh isi didalam bukunya akan menarik atay tidak. So, gunakan pakaian terbaikmu namun tetap nyaman digunakan. Bisa juga kamu mengenakan salah satu pakaian favorit atau pakaian keberuntunganmu hehe

Nah itu dia 5 tips mudah yang bisa kamu lakukan untuk hari pertama kerja di tempat baru. Dari itu semua yang paling terpenting adalah menjadi diri sendiri. Jadikan kantor baru tersebut sebagai ladang kamu mencari ilmu pengetahuan. Menambah relasi. Yang bukan hanya perihal digit angka salary. Good luck ya! :)


Semoga menginspirasi,

Jakarta 14 April 2019.


Read More

Minggu, 31 Maret 2019

Relationship Goals (Part 4) : Apapun Boleh Beda, Asal Tujuan Besarnya Sama

What to Wear in Europe to not Look like a Tourist - Europe Up Close
foto : pinterest


Apapun boleh beda asal tujuan besarnya sama. Kebanyakan orang selektif untuk memilih pasangan hidup. Buat wanita : si pria harus sudah mapan, agamanya baik, pekerjaan tetap, penyayang keluarga, sudah ada rumah dan lain sebagainya. Sedangkan buat pria : si wanita harus cantik, pintar, bisa masak, pengertian, keibuan dan lain sebagainya. Engga salah kok, memang kita gaboleh sembarangan pilih pasangan. Gak boleh sembrono alias buru buru karena umur sudah semakin tua, atau karena sudah sangat muak ditanya "kapan nikah?" sama lingkungan. Tapi ada yang lebih penting dari itu semua, yaitu tujuan. Iya, tujuan hidup yang sama.

Berbicara mengenai tujuan, setiap orang pasti memiliki pandangan atau persepsi yang berbeda. Dan tujuan ini ada hubungannya dengan rasa puas dalam mencapai satu titik ke titik yang lain. Pasangan sejatinya memiliki perbedaan dan persamaan dari banyak aspek, namun tujuan besar dalam menjalani hidup ya harus sama. Bayangkan jika semua sifat, hobby dan sikap sudah sama eh taunya si tujuan besarnya gak sama. Ya kaya lagu Armada "mau dibawa hubungan kita?" Muara sama tapi ujung nya berbeda. Kamu maunya kiri, pasanganmu maunya kanan. Hmm...

Selain karena tujuan yang sama bisa membuat hidup menjadi lebih terarah, tujuan yang sama juga bisa dijadikan sebagai pengingat. Iya pengingat bahwa mimpi besar kita itu ada dan siap untuk diwujudkan. Jadinya kita tetap semangat dan on track dijalur tersebut. Kamu tau ga kalo masing masing dari kita mungkin pernah merasakan bosan atau mood yang naik turun. Sama kaya Iman. Nah pentingnya punya tujuan besar yang sama, ketika kita lagi malas atau lagi bad mood mencapai si tujuan eh ternyata si pasangan lagi giat giatnya mencapai itu tujuan. Ya secara ga langsung kita jadi ikut terbagun kembali semangatnya. Dan juga secara gak langsung diingatkan bahwa tujuan besar itu terlihat nyata untuk diwujudkan.

Tujuan besar bisa juga dikatakan mimpi besar ya baik dalam kehidupan nyata, dampak kamu sebagai manusia di bumi atau kehidupan akhirat menuju Surga-Nya Allah. Pokoknya banyak deh dan itu tergantung kamu dan pasaganmu. Kalo aku tujuan besar hidupku ialah memberikan manfaat sebayak bayaknya selagi aku bisa dan menjadi orang sederhana nan bersahaja sepanjang masa. Alhamdulillah dua point itu aku temukan pada diri dia, dan dia pun menemukan hal yang sama hehe.

Jadi, tips and trik nih buat kamu yang masih sendiri atau sedang berproses bertemua dengan 'dia'. Coba ego idealis alias tipe idaman pasangannya dihold dulu, dikesampingkan dulu. Lihat apakah si dia memiliki tujuan besar yang sama dengamu atau tidak. Jika iya, baru deh menjalar ke hal personalia yang bisa membuatmu berproses, berkembang bersama sama dengan pasangan sepanjang masa. Bukankah itu hal romantis? One thing, nobody is perfect. But we try to be perfect each other. 

Perbedaan hobby, pekerjaan, latar belakang keluarga, daerah dan lain sebagainya akan kalah dengan tujuan besar yang sama. Apapun boleh beda, asal tujuan besarnya sama.

Sekian sharing relatioship goals kali ini. Eh udah chapter 4 aja. Mau baca chapter sebelumnya? Here we go :

- Relationship Goals (Part 1) : Mengajak Pasangan Ikut Komunitas Bersama
- Relationship Goals (Part 2) : Duniaku dan Dunia "Tanpa Aku"
- Relationship Goals (Part 3) : Saling? Coba deh Memberi Tanpa Mengharapkan Balasan




Semoga Menginspirasi!

Cikarang, 31 Maret 2019


Read More

Total Tayangan Halaman

NungaNungseu. Diberdayakan oleh Blogger.