MEANING OF LIFE, JOURNEY, TRAVELLING AND HAPPINESS

Tampilkan postingan dengan label Nunga's Journey. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nunga's Journey. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Juni 2020

27 Tahun dan Teman-Temannya

image : pinterest


Semakin bertambah usia, semakin tidak terlalu peduli dengan ucapan, perayaan atau bahkan media sosial. Semakin bertambah usia, rasanya sulit untuk bisa berbahagia dengan cara yang sederhana. Semakin bertambah usia, semakin bingung tujuan entah kapan datangnya dan berbagai hal yang dirasa makin pelik. Atau diri ini saja yang membuatnya terlihat rumit?

Kadang, aku rindu ketika usia ku 20 sampai 23 tahun, saat itu belum bekerja. Bisa dengan mudah menjadi diri sendiri dan bahagia dengan cara yang sederhana. Selalu penuh semangat dan positif dalam bertindak. Saat itu, aku sangat berani untuk memiliki cita-cita tinggi. Kalaupun tidak tercapai, minimal aku sudah berusaha. Bertemu dengan yang namanya kegagalan sudah jadi hal biasa. Terlebih saat itu aku bisa melakukan apa yang aku mau, memulai usaha gelang sendiri, ke Kampung Inggris sendiri, waktu terasa sangat cukup. Uang yang dipunya meski sedikit terasa cukup dan berhasil membuatku bahagia.

Setelah mengetahui dunia kerja. Tekanan di kantor, teman-teman kantor yang tidak satu frekuensi, lingkungan toxic, pekerjaan yang harus selesai sempurna, weekend menjadi admin media sosial orang lain, rutinitas berangkat kerja lewat jalanan macet setiap hari, pulang dengan transportasi umum Jakarta, ditemani puluhan orang yang berjuang demi cuan untuk penuhi gaya hidup atau kebahagiaan orang orang yang di cinta.

Menuju 4 tahun tinggal di Ibukota untuk mencari nafkah, membuat tujuan hidup aku lambat laun berubah. Mengikuti arus pergerakan cepat Ibukota. Jalan, antri, menyebrang, bawa kendaraan, suara klakson, udara panas, banjir dan teman temannya buat aku merasa muak. Berkali kali bilang ke suami untuk pindah ke daerah dan menjauh dari Jakarta. Tinggal di desa, sederhana dan apa adanya rasanya cukup menggoda.

Tapi kebutuhan finansial juga ngga boleh dihilangkan begitu aja. Ada mimpi ingin punya rumah sendiri. Tabungan yang cukup untuk masa depan. Tapi rasanya lelah sekali menjalani rutinitas itu itu saja. Jadi serba salah.

Umur 27 tahun, umur pertama kali berperan sebagai istri. Ada tantangan baru, prioritas baru, masalah baru dan pastinya tekanan baru.

Ada beberapa prinsip yang selama ini dipakai ternyata tidak sesuai dan aku salah mengartikan selama ini. Misal, seperti menjadi lebih baik : do my best untuk menyentuh sempurna yang sebenernya tidak akan pernah ada. Juga rasa ingin tahu yang tinggi karena banyak hal di dunia ini yang baru aku ketahui kemarin kemarin. Sayangnya tidak ada kontrol disana sehingga aku terus memaksakan diri dan merespon setiap kondisi dengan terus berusaha dan berjuang sampai tidak tau lagi titik batasnya dimana. Bahkan bisa juga mengabaikan rasa lelah, tak istirahat dan sibuk dengan pencapaian didalam otak sendiri. Ada yang paling sedih ialah tanpa merasa bahagia dalam menjalani prosesnya.

Umur 27 tahun ini jadi titik dewasa (mungkin) untuk melihat bahkan menilai sesuatu. Rasanya perlu waktu 5-7 tahun untuk menjadi diri sendiri yang berbeda dari yang dulu. Ah, rasanya aneh.



Note : Tulisan ini mungkin dibuat saat 17 Februari lalu, tetap hari kelahiranku. Mungkin saat itu kurang percaya diri akhirnya hanya ada di draft. Hari ini aku berani untuk share, karena keresahan dan rasa khawatir bukan lagi suatu aib untuk dibagikan. Semoga tetap kuat ya buat kalian yang merasa juga.


Jakarta, 3 Juni 2020
Read More

Kamis, 30 Januari 2020

Kehidupan (setelah) Menikah Part 2 : Ekspetasi Setelah Menikah

source : google


Namanya juga manusia ya sukanya buat ekspetasi tanpa persetujuan. Seenaknya aja berkhayal lalu membangun ekspetasi yang gak masuk akal. Ngebayangin aja udah happy banget, apalagi nanti pas ngejalanin nya? Hahaha zaman itu...saat itu...


Sekarang jadi belajar bahwa ekspetasi itu bisa membunuh! Sssttt sadis banget ya? Tapi emang iya sekejam itu. Makin tinggi ekspetasi, makin tinggi juga kemungkinan kecewa kedepannya. So, daripada ujungnya terjebak kekecewaan karena ekspetasi yang dibangun sendiri pas diawal, lebih baik kontrol ekepetasi dulu. Gimana caranya? Selain kontrol perasaan dan harapan, selalu cari tau segala kemungkinan yang akan terjadi dan siapin mental untuk itu. Tapi jangan berlebih ya, jadinya ga hidup di saat sekarang karena ketakutan akan resiko kedepannya.


Nah kali ini aku bakalan bahas 5 ekspetasi setelah menikah. Berdasarkan pengalaman dan 'rasa' yang dirasa selama menjalani rumah tangga ini. Yang berencana getting married di tahun 2020 pas banget untuk dibaca. Seengaknya bisa kontrol ekspetasi ya sist/bro hehe



1. Menikah bukan solusi dari masalah hidup kamu

Baca baik baik ya! Masalah tidak akan selesai setelah kamu nikah. Masalah akan terus datang meski kamu sangat berupaya keras menghindari itu. Mau single, setelah menikah, jadi seorang Ibu, pekerja di perusahaan pastinya masalah akan selalu ada. Masalah itu semacam bagian dari hidup itu sendiri. Kalo berharap ga ada masalah, tandanya ga ada kehidupan. Jadi please banget yang berharap masalah akan selesai setelah menikah itu sangat tidak mungkin terjadi. Rasanya ga adil masalah pribadi yang kamu punya sebelumnya, dan berharap sang pasangan bisa menyelesaikan itu. Pasangan kamu juga punya masalah sendiri. Dan ketika kamu berharap masalah selesai setelah menikah, rasanya nih seperti kamu lari dari masalah lewat pernikahan. Lari dari masalah bukan berarti menyelesaikan masalah. Gamau dong ya pernikahan yang suci dan khidmat itu jadi ternoda? #haseeekkk



2. Bisa bersama 24/7 adalah mitos

MITOS banget jika kamu berharap 24 jam sehari bisa miliki waktu pasangan kamu setelah menikah. Emang kamu siapa atur atur hidup manusia? Dia juga punya hati, perasaan dan hidupnya sendiri sebelum menikah. Kalo ada yang berhasil mendapatkan 24/7 waktu pasangan, percaya ga percaya ini akan jadi bom waktu di kemudian hari. Jangan batasi dunia pasangan kamu sebelumnya seperti hobi main game, motret, kongkow sama temen temen, dan lain sebagainya yang menunjang skill atau proses "me time" seseorang. Kamu punya gamau kan ya dilarang, dikekang sama pasangan? Padahal yang akan kamu lakukan untuk upgrade skill loh. Selengkapnya tentang ini bisa baca tulisan ini aku sebelumnya di Relationship Goals : Duniaku dan Dunia Tanpa Aku



3. Gak banyak yang berubah. Hanya menambah 1 peran saja

"Pokoknya setelah menikah aku bertekad akan jadi full time istri idaman, istri terbaik, istri solehah. I will do my best!" haha ambisius banget ya? Dan ketika kamu sibuk sama pemikiran itu (meski ada niat yang baik dan mulia) ya berujung kecewa. Apalagi jalo dilakukan tidak sesuai porsi dan kondisi. Perlu diingat, bahwasanya kamu sendiri memiliki peran menjadi diri kamu sendiri sebelum menikah. Misal : Nunga yang bawel, suka ikut kegiatan sosial, suka hang out sama temen temen, suka nulis, suka dateng ke konser dll. Atau sebagai anak kepada orangtua, sebagai kaka untuk adik bahkan sebagai manusia di dunia/lingkungan sosial. Kamu tetap punya dunia dan punya hak untuk mencapau mimpi mimpi besar kamu sendiri. Jangan terlena dan menaruh kebahagiaan kamu sama orang lain termasuk si pasangan (suami/istri). Karena kebahagiaan tanggung jawab masing masing. 



4. Setelah menikah makin romantis? Tergantung orangnya

Romantis itu tergantung orangnya. Bukan perubahan status pada seseorang. Kalo pada dasarnya dia romantis ya bakalan tetep romantis. Tapi kalo pada dasarnya dia cuek, ya gabisa di paksa romantis. Hal yang paling membahagiakan di dunia ini ialah menjadi diri sendiri dan merasa di cintai :)))) Dan please gausah pamer kemesraan di medsos kalo kalean sudah halal. Pake acara pelukan di atas kasur, pegangan, senderan mesra segala. Itu biar dibuat private aja. Tujuan pernikahan bukan hanya biar halal lalu pamer di medsos dan berkembang biak. Bukan. Ada yang lebih dalam dari itu. Hahaha gue julid banget ga sih? Ini dalam pandangan aku ya gaes jangan kesinggung yang suka pamer foto mesra di medsos hehe.



5. Siapin mental untuk ditanya "kapan" 

Netizen yang maha baik akan terus bertanya untuk membuatmu merasa kalah, salah, tertekan, tidak berguna dan menyesal. Seperti pertanyaan basa basi umum "udah isi belum?" Entah sudah berapa puluh kali denger pertanyaan itu dateng pas di awal awal pernikahan. Dari orangtua, keluarga, sahabat dan lain lain. Well punya anak/keturunan/hamil adalah kehendak Allah SWT dan wanita bahkan manusia gabisa untuk kontrol itu. Jadi pertanyaan basa basi dengan niat yang baik untuk peduli, jadi ternoda jika kamu lagi sensitif atau baper. Ya kalo belum dikasih kepercayaan isi juga ya mau gimana? Ikhtiar. Berdoa. Sabar. Dan tenang, kamu ga sendiri :))


Nah itu dia 5 hal ekspetasi setelah menikah. Yang ternyata ga sesuai dengan kenyataan. Ada yang merasakannya juga? Share di kolom komentar yaaaa :) Btw ini berdasarkan experience dan 'rasa' yang aku rasain sendiri. Ditambah sharing sama beberepa temen yang sudah menikah juga. Bisa sama dan mungkin banget berbeda. 


Semoga menginspirasi!

Jakarta, 30 Januari 2020





Read More

Rabu, 29 Januari 2020

Kehidupan (setelah) Menikah Part 1 : Berperan Sebagai Istri

Mr and Mrs Husband and Wife Couples Shirts - Matching Couples
source : pinterest


Gimana ya rasanya setelah menikah? Menjalani peran baru sebagai istri? Pertanyaan itu muncul dari diri sendiri. Iseng aja gitu nanya ke temen yang baru married. Ada perbedaan ga? Lebih seru nan excited ga? Terus se-asik pas masih pacaran atau gimana? Lebih romantis ga? Dan lain lainnya. Biasanya aku nanya ke temen atau sodara yang deket ya dan posisinya aku belum menikah. Semacam ada rasa atau sensasi membayangkan kehidupan setelah menikah itu gimana ya? hehe

And here we go! Aku mau sharing kehidupan setelah menikah terutama peran sebagai istri. Dan lumayan amazing lah, di luar bayangan aku sebelumnya. Padahal sebelumnya udah kepo banyak nanya ke orang orang tapi emang sih pas ngerasain langsung mah bedaaaaaaaaaa.


1. Gak bisa egois dan menang sendiri lagi

Yap betul. Setelah menikah (hmm sebenernya pas masih menjalin hubungan sih) rasa egois untuk mementingkan diri sendiri perlahan terkikis. Karena kan kita bikin komitmen sama orang lain, yang dimana orang tersebut juga punya rasa dan jalan pemikirannya sendiri. Jadi belajar banyak diskusi untuk setiap ambil keputusan. Apalagi peran istri sebagai ekor dan suami adalah Imam. Masih belajar untuk meredam ingin menang sendiri, gak mau kalah kalo debat dan teman temannya. Dalam suatu hubungan/organisasi/kelompok hanya butuh 1 kepala/pemimpin. Kebayang dong kalo ada 2 kepala gimana? Jadi belajar legowo meski tetep ada diskusi terlebih dahulu dan penjelasan lainnya sebelum memutuskan sesuatu. Inget ya, meski istri ambil peran sebagai ekor tapi harus jadi smart woman juga :)


2. Bangun lebih pagi

Bukan hanya dalam pengambilan keputusan, perubahan dalam menjalani peran istri bisa juga ke aktivitas sehari hari. Misal : Sebagai istri harus bangun lebih pagi dari suaminya, untuk menyiapkan sarapan/bekal sampai beresin rumah. Yang biasanya pas masih single habis solat subuh tidur lagi, sekarang udah pasti ga bisaaaaaa. Kecuali weekend hahaha. Apalagi pas kamu kerja, hmm pagi adalah waktu paling hectic. Harus dandan juga, masakin juga, beberes rumah juga hehe seru lah. Apalagi kalo nanti ada anak ya? Ga kebayang hehe.


3. Mendadak punya keahlian lain

Percaya gak percaya setelah nikah keahlian yang ada didalam diri mendadak muncul. Ya seiring berjalannya waktu dan situasi kondisi yang terjadi setiap hari. Keahlian memasak (cookpad dan resep Ibu selalu jadi andalan), keahlian membereskan rumah (literaly rumah ya bukan kamar kosan  pas waktu single wkwkwk), keahlian memijat ketika suami lelah pulang kerja, keahlian manage uang rumah tangga, keahlian berhitung dan keahlian lainnya yang menunjang peran istri di rumah tangga :p


4. Lebih banyak diskusi

Ini yang paling seru menurutku. Ya karena pada dasarnya aku anak extrovert ya hahaha :D salah stau alasan akhirnya aku memutuskan untuk menikah dalam hidup ini adalah aku punya partner seumur hidup. Partner alias temen ngobrol, temen jahil, temen menertawakan hidup, temen galau, temen yang semangatin untuk mencapai mimpi yang kayaknya ga mungkin dll nya. Makannya ngobrol jadi hal yang paling aku suka sebelum bobo sama suami. Semacam pillow talk, dari obrolan ringan sampai diskusi tentang perihal rumah tangga. Setelah menikah, ada beberapa hal yang perlu kita diskusikan sebelum ambil keputusan. Dan sesi pillow talk dijadikan bounding hal apa saja yang perlu di diskusikan atau engga. Semacam mengkategorikan sesuatu dan menyamakan pandangan. Kalo emang pandangannya beda, kita cari titik tengah nya.


5. Punya bayi besar  

Ini secara pribadi ya, setelah menikah bapak suami jadi lebih manja dari sebelumnya. Sebagai istri, mengurus suami dari A sampai Z cukup menyenangkan. Serasa memiliki bayi besar. Ya latihan dulu yak sebelum dikasih rejeki keturunan sama Allah SWT hehe. Mengurus dari mulai pakaian dalam, baju, kaos kaki, bekal, isi didalem tas dan lain lainnya. Belum lagi kalo dia minta tolong sesuatu. Pas di awal pasti aku ngedumel tuh, elah ambil sendiri juga bisa. Eh lupa kalo ternyata sekarang dia udah jadi suami hehehe. Ya semoga apa yang sudah dilakukan menjadi ladang pahala. Bakti istri kepada suami #cihuy. Yang kebelet nikah, awas baper hehe


Nah itu dia 5 hal yang berbeda setelah menjalani kehidupan rumah tangga. Ya masih seumur jagung sih, masih 5 bulan tapi cukup seru untuk dijalani. Masih gak percaya, seseorang kaya aku bisa jadi istri dan ngurus suami hehe. Nah itu dia 5 hal yang berbeda dari pas single dan jadi istri. Apakah ada yang merasakan juga? Sharing di kolom komentar ya.


Semoga menginspirasi!

Jakartam 29 Januari 2020



Read More

Kamis, 12 Desember 2019

Don't Quit Your Daydream!

Daydreaming Quotes
Sumber : pinterest


Aku yang masih sibuk berjuang melawan diri.
Aku yang sedang terseok seok memaknai arti kata penerimaan.
Dan aku yang masih belajar merepson bentuk ujian dari-Nya.

Apa kabar dengan mu?

Hai Ekspetasi!

(awal) Diawal kau hadir seolah seperti amunisi, membakar apa yang ada untuk terus melangkah maju kedepan. Untuk terus mengejar mimpi dan tidak peduli apa kata orang.

(akhir) Namun sekarang kau hadir menawarkan rasa kecewa. Seperti ada jarum yang menusuk hati. Rasanya sakit sekali. Kau selalu berhasil membua diri bingung, tidak habis pikir apa yang salah sampai menyalahkan diri berlebihan. 

Apakah sebenarnya kamu bermuka dua?

Hai Egois!

Bagaimana denganmu? 

Selalu aku ingin melepaskan mu tiap kali umurku bertambah satu tahun. Namun sepertinya kau masih terlalu nyaman bermain denganku. Kehadiranmu kadang membuat semua masalah menjadi lebih keruh. Tapi aku tidak menyalahkanku. Ini salahku yang masih egois untuk melepasmu.

Hai Bengong!

Kalau kamu bagaimana perasaannya? Selalu disalahkan jika di kelas kau hadir saat guru matematika sedang menjelaskan didepan kelas. Makin dewasa, rasanya aku makin menyukaimu. Bengong, tidak melakukan apa apa sangat menyenangkan.

Sampai hari ini aku belum menemukan jawaban dari banyak pertanyaan. Namun satu yang sudah aku sadari, semua yang terjadi, benturan antara realita vs ekspetasi, beragam rasa yang hadir semua hanya berujung pada kalimat : "tugas manusia hanya menjalani, sisanya biar Allah yang atasi"


Sebuah pemikiran dari dalam kamar tidur.
Baru selesai masak, lalu menunggu suami pulang kerja.

Jakarta, 12 Desember 2019


Read More

Sabtu, 07 September 2019

Cerita Menikah Part 1 : Inner Beauty Penganten, Seberapa Penting?

25 Agustus 2019, dokumen pribadi

Kamu sebagai wanita, pastinya serius merancang dream wedding yang (insyaallah) terjadi seumur hidup sekali. Ada yang totalitas dari sisi resepsi pernikahan hingga menggaet WO ternama berserta MC kondangnya. Ada yang berfokus ke MUA yang kece badai dengan jenis make up yang lagi hippie zaman now. Atau ada yang berfokus menjamu makanan lewat catering yang menggoyang lidah. Eh eh ada juga yang fokus pada syukuran pernikahan sederhana, uangnya dipakai untuk beli rumah atau honeymoon ke luar negeri. Atau nih malah ada juga yokus ke sesuatu yang merupakan 'meaning' dari pernikahan itu sendiri. Entah acaranya yang khidmat, terharu, inner beauty penganten dan kebahagiaan orangtua dan keluarga besar sebelum, saat dan setelah prosesi pernikahan.

Apapun pilihannya, tidak ada yang benar dan salah. 

Dan aku menjatuhkan pada pilihan terakhir, yaitu inner beauty. Kenapa inner beauty? Mari kita baca pemaparan yang ditulis oleh si penganten baru ini hehe :)

Wanita pada hakikatnya selalu ingin terlihat "baik baik saja" dalam setiap kondisi. That's why minimal si lipstik dan kaca kecil selalu ada di kantong para ladies. Warna dari lipstik pun beragam, dari yang nude sampai merah menyala. Semua terserah sesuai selera. Lalu, aku memilih ingin terlihat cantik maksimal saat hari pernikahanku. Yang bukan cantik dari luar, tapi juga dari dalam. Dan ini bermula ketika aku chatting sama Teh Risa. Aku kenalkan, dia yang make up sekaligus komando dari dekorasi dan perintilan saat pernikahan ku. Siang itu kira kira 1,5 bulan sebelum hari H, aku bertanya lewat chat whatsapp : 

Nunga : "Teh, apa nih yang bisa aku siapkan menuju hari pernikahan?"

Teh Risa : "Teteh hanya bisa bantu bikin cantik dari luar nya aja (make up), kalo soal cantik 
dari dalam (inner beuaty) itu tergantung orangnya sendiri"

Kalimat itu lah yang jadi pemacu aku untuk mengangkat inner beauty pada saat nanti hari pernikahan. Nah apa aja sih persiapan untuk terlihat cantik dari dalam atau bahasa asiknya inner beauty? Ini dia tulisannya, sudah aku rangkum dalam 5 tips and trik nya ya sista sista semua :)


1. Pemilihan MUA

Dari sekian banyak MUA hits bertebaran, aku sama sekali tidak tergoda. Apalagi harganya yang selangit hanya dilihat dari gengsi semata, hehe. Jujur saja, uang nya sayang. Karena jika sudah menggunakan make up yang mahal, tapi cantik didalam tidak diasah, ya sama aja bohong.

Aku memilih make up artist yang masih menggukan 'cara' tradisional dan pastinya islami. Karena ini acara pernikahan, bukan lamaran atau ke pesta undangan. Aku merasa ingin lebih spesial, karena pernikahan ini terjadi seumur hidup sekali. Dimana, dalam setiap taburan bedak, goresan pinsil alis sampai mengenakan baju pengantin semua dimulai dengan bismillah dan terus meminta izin/ridho Allah SWT tiada henti. Baik si pengantinnya, bahkan yang akan make up nya itu sendiri.



2. Perawatan (Tradisional)

Banyak paket perawatan penganten yang ditawarkan oleh salon. Itu bisa kamu jadikan pilihan, agar seluruh badan dari ujung kepala sampai ujung kaki rileks. Aliran darah lancar dan hati senang hehe. Bukan dari muka nya saja. Cantik seluruh tubuh untuk nanti sama Bapak Suami #eh. Alhamdulillah, aku mendapatkan free perawatan tradisional di H-1 dan itu berlangsung di rumahku. Semua perawatan menurutku sama saja, tapi perawatan tradisional tetap jadi pilihan utama.

H-1, Ibunya Teh Risa yaitu Ibu Irah (kebetulan temannya Ibuku) ini datang ke rumah. Beliau membawa sekeresek ramuan tradisional dari mulai sereh, jahe, cengkeh, daun sirih, pandan dan teman temannya. Semua ramuan itu direbus, lalu airnya dipakai untuk mandi dan asapnya dijadikan ratus tradisional. Belum lagi pijitan dan luluran yang semua berbahan alami. Ada aroma kunyit dan daun pandannya. Sehingga ada sensasi wangi berbeda yang buat hati happy dan rileks. Terbesit pertanyaan didalam diri "Mau nikah nih besok, ciyeh jadi penganten" ujarku dalam hati.

Setelah selesai mandi dan keramas menggunakan air dari ramuan tersebut, bilasan terakhir ialah air rebusan daun pandan dimana Ibu Irah langsung yang menguncurkan dari ubun ubun kepalaku sambil mulut yang tidak henti bersolawat. Fyi, besoknya aku tidak mandi loh. Karena takut hujan, dan itu salah satu budaya turun temurun jika melangsungkan hajat di rumah hehe

Aku perhatikan, setiap memulai perawatan bahkan saat mencukur alisku, Ibu Irah selalu mengucapkan bismillah dan solawat. Dan lagi lagi, aku pun mengikutinya tanpa sadar sepanjang proses perawatan berlangsung. Rasanya gimana? Hati tenang dan makin berdebar, tapi berdebar yang semata mata besok adalah gerbang awal menikah dengan niat menyempurnakan agama dan ibadah ke Sang Khalik.



3. Persiapan Jasmani, Rohani dan Mental

Nah ini yang perlu disiapkan dari jauh jauh hari. Ya minimal 2 bulan sebelumnya. Ini cara yang aku lakukan ya, bukan versi terbaik dan bukan dari pakarnya. Hanya share experience semata.

Jasmani : Pola hidup sehat seperti olahraga teratur ya minimal seminggu 2 kali dengan durasi 2x45 menit. Makan buah dan sayur juga tak lupa menahan nafsu untuk tidak makan gorengan, gula berlebih, santan dan juga es. Hindari minyak goreng, selagi bisa direbus ya rebus.

Rohani : Sering denger kajiah pernikahan via yutub. Kemarin aku direkomendasikan nonton kajian Ustadz Khalid Basalamah tentang Mahkota Pengantin. 

Mental : Siapa bilang, peran sebagai istri itu mudah. Dimanja dan diberi nafkah setiap hari. Kamu sebagai wanita atau laki laki, harus sadar peran dan fungsi sang istri dan suami dalam menjalin rumah tangga. Ada hal dan kewajiban. Aku sampai beli 2 buku loh tentang menjadi perempuan teduh dan membangun keluarga yang samawa

Selengkapnya tentang persiapan jasmani, rohani dan mental akan aku tulis dengan judul blog terpisah ya ladies! :)



4. Penganten Gaboleh Stres!

Bagi yang sudah menikah, pasti tau dong godaan dari sebangsa setan dan jin sebelum menikah luar biasa. Entah cobaan tersebut datangnya dari dalam hati sendiri, rasa susudzon/negatif ke pasangan dan juga keluarga besar. Di H-2 dan H-1, siapkan hati lebih lapang dari biasanya. Siapkan kuping lebih tebal dari biasanya. Dan tak lupa tenaga esktra. Karena aku melangsungkan pernikahan di rumah, dari 3 hari sebelumnya sudah ada tamu yang datang. Mereka datang karena tidak bisa hadir di hari H. Siapkan senyuman terbaik untuk menyambut tamu, yang kebanyakan tamu dari orangtuamu. Atau jika kamu melangsungkan acara di gedung/luar rumah, pasti kalo ada apa apa semua ke kamu ya meski pake WO sekalipun. Kamu jadi decision maker yang kadang menguras tenanga untuk pergi sana sini.

Masalah dekorasi, pembagian PIC saat hari H, makanan dan tetek bengek nya coba untuk percayakan semua kepada keluarga. Pastinya mereka akan bertanya kepadamu mu, atau tak sedikit memberikan saran secara mendadak. Ingat, kamu ga bisa kontrol semuanya sendiri dan sangat memerlukan bantuan keluarga. Asak kamu juga memiliki hubungan baik dengan keluarga besar, insyaallah pasti akan bantu tanpa rasa paksaan. Karena aku anaknya simple dan gamau ribet, selalu aku take action ambil keputusan dengan kalimat "Menurut bibi, baiknya gimana?" atau "Menurut om gimana? mau gak beliin?" ya bukan nyuruh tapi minta tolong dengan sopan dan beretika. 

Jangan habiskan energi untuk sesuatu yang sebenarnya masih bisa diurus sama keluarga. Ingat, saat hari H kamu adalah ratu sehari yang dimana semua perhatian tertuju padamu. Senyum manis nya keluarkan ya, no drama drama dan no emosi emosi ya sist :)


5. Dari Dzikir, Berprasangka Baik sampai Hatam Qur'an

Kalo yang ini dilakukan secara rutin setiap hari. Berpikir positif bahwa yang akan terjadi didepan mata akan baik baik saja. Lancar dan tanpa hambatan. Jikalau ada drama/masalah yang datang, it's okay itu namanya ujian dan semua yang akan menikah pasti merasakannya. Lagi lagi, stop merasa kamu paling sial/banyak masalah. Dan satu lagi, hasbunallah wa nimal wakil yang tiada henti aku ucapkan sampai menuju proses ijab kabul yang menegangkan seumur hidup. Next, aku tulis dengan judul terpisah di blog ya.

Dan satu lagi (maaf bukan maksud sombong tapi ya, mengingat cara baca Al Quran ku yang belum sempurna ini) tentang hatam Al Quran. Selama 1 bulan sebelum menikah aku sudah targetkan ingin hatam Al-Quran, sebagai salah satu effort untuk semakin dekat ke Sang Pencipta. Meminta semua dilancarkan, dimudahkan dan terutama diberi kesehatan lahir batin baik saya, pasangan, orangtua, dan keluarga besar baik keluarga saya dan pasangan. Alhamdulillah, atas izin Allah selepas solat ashar pada H-1 aku menyelesaikan Surat An-Naas yang merupakan surat terakhir dalam Al Quran. Hatam Al Quran sebelum hari H menikah.


Nah itu dia nih 5 hal yang aku lakukan dalam membangun pancaran pesona penganten pas hari H. Dari semua sisi yang bisa aku jangkau dan lakukan hehe.

Aku gatau ya, pas saat hari H apakah wajahku terlihat bersinar atau tidak, memancarkan aura positif atau tidak. Tapi satu hal, banyak yang bilang ke aku bahwa hari itu aku pangling dan cantik hehe jadi senyum senyum sendiri kan ini nulisnya. Gaboleh sombong, Nung. Semua karena kebesaran Allah yang sudah menutupi aib aib aku yang banyak.

Aku pun merasa pangling sih liat muka ku sendiri, tapi tetap saat berkaca di cermin aku tidak terlihat seperti orang lain. Masih dengan muka yang sama. Menurutku make up yang bagus ya seperti itu, kamu bayar mahal ke MUA bukan untuk dimake up seperti orang lain, tapi kamu terlihat berbeda dari biasanya. Dan berbeda itu tidak selalu menor alias berlebihan.  Jangan lupa, share keinginan dan karakteristikmu ke MUA. Bangun bounding yang kuat, bukan hanya komunikasi untuk nyuruh ini itu. Dan bilang kamu suka make up yang kaya gimana, tebel apa engga. Kalo aku sih, engga suka yang tebel tebel, simple dan sederhana.

Aku selalu percaya, sesuatu yang dibuat dari hati, selalu sampai ke hati. See, u get a point?

Semua yang terjadi hari itu, semua karena kebesaran dan kehebatan Allah SWT. Ada kekuatan luar biasa yang buat semua berjalan lancar, khidmat dan bahagia. Magic dari dzikir hasbunallah wa nimal wakil. Next, akan aku tulis juga di blog ya magic dari dzikir tersebut.

So, melalui tulisan ini aku dan bapak suami (ciyeh) mau mengucapkan terimakasih kepada Teh Risa yang sudah membuatku begitu sempurna di hari pernikahanku. Tak lupa wejangan point no 5, itu merupakan hasil diskusi aku sama Teh Risa. Barakallah ditemukan orang seperti Teh Risa, selalu kalo memberikan nasihat tak lepas dari ajaran Allah SWT. Semoga segala yang sudah dan sedang aku perjuangkan untuk pernikahan, membangun rumah tangga yang samawa, itu semua semata mata hanya untuk ibadah ke Allah SWT. Aamiin.

Nah yang penasaran sama hasil make up yang buatku pangling sendiri, ini dia fotonya.








foto bareng sama pelakunya
Teh Risa dan Ibu Irah


Kalo nanti mau di make up sama dia boleh kontak via WA Teh Risa di nomor 0897-3370-571. Bilang aja temennya Nunga/Nurul. Yang intinya, bukan hanya ingin terlihat cantik diluar, jangan lupa cantik didalamnya dipersiapakan juga ya sayang sayangku. Semoga lancar persiapannya menuju hari besar. Jangan lupa hasbunallah wa nimal wakil :)



Semoga bermanfaat!

Cikarang, 6 September 2019


Read More

Selasa, 16 Juli 2019

@spreadpositive.id Buat Apa Sih Dibuat?

sumber : @spreadpositive.id (instagram)


Project pribadi? Lo kenapa sih ikut Kelas Inspirasi? Dibayar? Ngapain nulis blog, dibayar? Keuntungannya apa ikut Buku Berkaki? Rencana kedepannya apa tuh project? Ngapain bikin project pribadi, emang menghasilkan uang? Dan berjuta ratus pertanyaan lainnya dari netijen Sang Maha Tau dan Benar.

Berangkat disana aku jadi tau, pandangan aku terhadap hidup sedikit berbeda dengan mereka. Bukan salah atau benar, ini persoalan perspektif. Makin bertambahnya usia, pertanyaan untuk apa aku hidup? Rasa gelisah jika belum benar benar memberikan manfaat untuk sekitar makin terasa. Dan memang perasaan perasaan itu ada untuk diselami, yang akhirnya membuka jalan dari satu pintu ke pintu lain menuju tujuan yang hanya diri kamu yang tau.

Kenapa segala sesuatu harus ada alasannya? Kenapa otak dipaksa untuk terus bekerja, berpikir, berlogika sampai ikut berperan sangat besar untuk mengambil setiap keputusan. Lalu bagaimana dengan hati? Dipakai hanya untuk disalahkan ketika merasa sedih dan kecewa. Dipakai hanya untuk mengatakan bahwa hati terlalu cengeng dalam bersikap. Apa sulitnya untuk bisa seimbang?

Pemikiran dan perasaan seperti itu terus mengalir sampai akhirnya I need more time to self love and do more that make me happy. Persetan dengan semua kondisi yang ada. Tekanan dan tuntutan menjadi anak baik harus seperti ini. Menjadi sukses dengan definisi orang orang seperti itu. Dan bahagia hanya untuk terlihat baik baik saja oleh lingkungan. Hidup hanya untuk memberikan kesan pada orang lain, bukan untuk diri sendiri. Apakah kamu tidak lelah menjalani hidup seperti itu, kawan?

Karena aku tahu hidup di zaman digitalisasi seperti sekarang ya susah susah gampang. Apalagi perihal media sosial yang makin menjamur. Selain mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat, geng kaum nunduk ini akan sangat berperan dalam menghilangkan self love, self confidence yang akhirnya hidup dalam rasa minder luar biasa.

Disamping aku berusaha mengingatkan diri (self reminder) untuk self love, aku pun ingin doing something yang ada manfaatnya. Dan sama sama belajar untuk lebih mencintai diri sendiri ini ketika dunia sudah mulai gila dengan batasan, tekanan dan ancaman. Maka aku buatlah akun instagram dengan nama @spreadpositive.id dengan hastag #janganlupaselflove.

Tujuannya simple sih untuk share sesuatu yang positive di medsos, jadi pas buka medsos ga melulu merasa hidup orang lebih hebat dari kita, merasa hidup kita paling terpuruk dan selalu gagal. Ih itu penyakit jiwa, kalo kata Syahrini mah harus segera di hempaskan!!!

Dan juga untuk megingatkan #janganlupaselflove. Ingat, apa yang sudah dan sedang kita lakukan kita tidak bisa membuat semua orang bahagia. Ada skala prioritasnya. Jangan push diri sendiri untuk selalu membuat orang lain happy dan menjadikan diri ini selalu nomor dua.

Dengan 2 tujuan sederhana diatas, akhirnya aku memberanikan diri untuk membuat instagram tersebut. Terserah orang orang mau bilang apa, intinya aku hanya ingin spread positive dengan memanfaatkan media sosial. Ya meski kita sudah memiliki niat baik, tidak semua hal memandag baik juga. Jadi selow bae!

Nah buat kalian ini saya nulis blog sambil promosi loh (emang niatnya promote sih hehe). 

Aku punya project pribadi nih. Dan butuh support dari kamu 😊

Jika tdk keberatan, boleh tolong follow instagram ini ya @spreadpositive.id . Kalo mau di share di medsos pribadi juga boleh banget 😃🙏🏻

Konten nya tentang spread positive dan mengajak utk #selflove.

Untuk saat ini aku masih urus sendiri sih dari mulai bikin konten, design dan admin. Itu juga dikerjakan di saat waktu waktu luang. Tapi jangan salah, bukan Nunga namanya kalo ga mikir rencana kedepannya akan bagaimana. Kalo sudah banyak orang yang tau tentang @spreadpositive.id nanti akan bikin website sendiri, konten tentang self reminder, self love, self acceptance dan self care lainnya. Tak lupa vlog nya juga update dong baik dalam bentuk talkshow, short movie dll. Lalu jika makin meroket, ya nanti akan buat merchandise atau bahkan buku nya sendiri. Terinspirasi dari @nkcthi sih sebenernya, gokil banget Ka Marchella. Yang lebih gilanya lagi, kalo sudah makin jaya nanti bakalan punya yayasan spread positive yang mewadahi anak yatim/anak kurang mampu (dari dulu cita cita mau buat yayasan sendiri), mengedukasi self love sedari dini dan kegiatan kegiatan lainnya yang positif. Hope yaa hehe :)

Ada yang bilang kalo kamu punya mimpi dan mimpi tersebut tidak buat hatimu berdebar, tandanya mimpi kamu kurang besar. Dan kamu tau, ketika sedang nulis ini saja bibir ku tak berhenti senyum senyum sendiri. Bukan, bukan karena ada kamu didepan mata kok! Tapi karena deg degan bisa gak ya semua harapan tersebut bisa berjalan lancar. Ya mimpi lo banyak banget sih Nung? Katanya mau keliling Indonesia. Ya mimpi dulu gengs, gratis kok. Kita gak tau mimpi mana yang akan Tuhan wujudkan terlebih dahulu. Jadi tetep semangat!!!

Sekian curhat dan promote project pribadi @spreadpositive.id Terimakasih semuanyaaaa!!!!



Cikarang,

16 Juli 2019

(malem ini di Mcd Deltamas, berhasil nulis 2 blog dalam waktu kurang dari 2 jam. Produktif setelah 2 bulan gak nulis blog hehe)









Read More

Rabu, 24 April 2019

Tips Trik Mengajar ala Kelas Inspirasi



Pernah ga sih kamu buat target di tahun tersebut apa yang mau dikejar? Atau apa yang mau dilakukan? Misal di tahun 2016 ialah my first experience kerja. Tahun 2017 fokus abisin uang gajih buat travelling. Tahun 2018 kemarin memperluas insight tentang menemukan passion, hobbies dan sosial. Lalu this year, 2019 fokus nabung dan belajar lebih banyak dari biasanya. Menentukan visi hidup yang gak cuman main main atau sesaat lagi. Kalo dilihat lihat jadi kaya life process gitu ya?

Anyway, tulisan ini ga akan bahas tentang itu. Tapi lebih kepada pengalamanku di tahun 2018 dimana tahun itu merupakan tahun pencarian passion. Rasanya tepat dilakukan ketika sudah mulai jenuh dengan rutinitas kerja yang gitu gitu aja. I mean, I don't get oppurtunites to explore anything that I have.

Jadilah aku mencari beberapa kegiatan diluar kantor salah satunya ya si Kelas Inspirasi ini. Dalam satu tahun, aku mengikuti Kelas Inspirasi di 3 Kota, yaitu Bandung, Jakarta dan Cilacap. Dan masing masing sudah aku tulis di blog, silakan klik link diatas.

Nah kali ini aku mau share tips trik buat kamu yang mulai tertarik ikut kelas inspirasi sebagai relawan pengajar. Bisa diterapkan untuk pria dan wanita. Markimak, mari kita simak :)


1. Target Ajar : Anak Anak
Sebelumnya kamu harus mengetahui bahwa target ajar kelas inspirasi ialah anak SD. Dari kelas 1 sampai kelas 6 SD. Dimana materi, bahasa dan pemilihan kata katanya harus mudah dicerna seorang anak SD. Apapun profesimu, coba sampaikan dengan cara sederhana. Yang anak anak SD mudah paham. Tujuan mengajar bukan ingin terlihat hebat kan? Tapi agar murid paham maksudnya apa. Setuju?




2. Alat Peraga Menarik
Setelah membuat konsep yang sesuai dengan anak SD. Sekarang saatnya membuat alat peraga. Pastikan alat pergaa tersebut bisa mengalihkan fokus anak anak. Dibuat dengan warna warni. Pokoknya keluarkan semua ide kreatif mu dalam satu alat peraga. Mengajar anak SD bukan hal mudah, mereka itu gampang beralih fokus pada sesuatu yang lebih menarik. Jadi, pastikan alat peraga untuk membantumu mengajar tidak kalah menarik ya.




3. Cepat Membaca Situasi
Setelah menyiapkan semua dengan sempurna, jangan baper jika ternyata anak anak di kelas tersebut sama sekali belum mengetahui alias ga nyambung tentang profesi/materi yang akan kamu sampaikan. Cepat membaca situasi dan segera ganti rencana. Siapkan Plan B! Apa itu Plan B? Yaitu bermain bersama. Belajar hal hal mudah, ya meskipun ga terlalu relate sama apa profesimu. Plan B setiap aku menjadi relawan pengajar Kelas Inspirasi ialah belajar Peta Indonesia. Mengenalkan nama nama pulau dan kota nya kepada anak SD. Itu seru sekali.




4. Ice Breaking
Selain belajar Peta Indoensia, ice breaking juga cukup ampuh digunakan untuk mencairkan suasana. Ice breaking bisa terdiri dari yel yel, games dan nyanyian seru lainnya. Tapi sesuaikan dengan anak anak SD ya. Siapkan sekiranya 3-4 yel yel dan juga permainan seru. Kalo bisa, pastikan permainan tersebut ada meaning nya, biar mereka bisa dapet 'sesuatu' dari sebuah permainan. Biasanya itu lebih cepat diingat oleh anak anak. Tapi, sesuatu yang baik nan positif ya.





5. Value Lain Selain Profesi
Nah ini nih banyak yang keliru. Kelas inspirasi bukan ajang pamer profesi. Bukan menunjukan kepada anak anak profesi apa yang paling keren dibandingkan profesi yang lain. Tujuan kelas inspirasi ialah memperluas pemikiran anak SD mengenai cita cita, yang bukan hanya menjadi dokter, polisi, guru dll. Aku selalu bilang seperti ini "Apapun cita cita kamu, jadilah orang baik". Orang baik seperti: saling tolong menolong, hormat pada orangtua dan guru, tidak menyontek atau buang sampah pada tempatnya. Dan juga ini yang tidak kalah penting yaitu menumbuhkan semangat untuk memiliki cita cita setinggi langit.




6. Have Fun
Ini dia tips terakhir. Durasi kamu mengajar dalam satu kelas bisa hanya 25-40 menit tergantung banyaknya kelas dan relawan pengajar yang berpartisipasi. Jadi jangan siapkan materi banyak banyak ya, kasihan anak SD yang setiap hari dituntut belajar ini itu oleh regulasi pemerintah :( Jadikan kedatanganmu merupakan hari yang menyenangkan dan tak terlupakan bagi mereka. Tularkan rasa semangat, positif dan berani memiliki cita citra besar kepada mereka. Dan semua akan terjadi jika selama proses mengajar didalam kelas kamu merasa enjoy dan have fun.




Oh iya, selain tips trik diatas jangan lupa siapkan hati dan pikiran secara terbuka. Karena pada hari itu, kamu akan mendapatkan banyak energi dan inspirasi luar biasa dari anak anak SD. Kelas inspirasi bukan hanya kamu yang memberikan inspirasi, akan tetapi kamu pun akan mendapatkan inspirasi secara bersamaan. Ga percaya? Cobain aja hehe.

Nah itu dia 6 tips dan trik yang bisa aku share based on my experience selama tahun 2018 mengikuti Kelas Inspirasi di 3 kota berbeda. Masing masing kota memiliki taste berbeda. Kalo mau tau pembukaan Kelas Inspoirasi ada di kota mana saja, pantengin aja website http://kelasinspirasi.org/ atau instagram @kelasinspirasi.id. Biasanya disana mereka share kota mana saja yang sedang membuka recruitment relawan. Jangan salah, mau jadi relawan pengajar Kelas Inspirasi ada tes nya loh. Kamu yang terpilih itu bukan orang sembarangan. 

Selamat menikmati menjadi relawan Kelas Inpirasi. Sehari cuti, selamanya menginpsirasi.


Eh ini ada cuplikan video yang aku edit saat mengikuti Kelas Inspirasi Cilacap, enjoy!




Semoga Bermanfaat!

Cikarang, 24 April 2019


Read More

Minggu, 10 Agustus 2014

Thankyou Himma :)


Gue nulis blog ini sesaat setelah gue ikut kumpul dan kongkow di wikie coffe di jalan Braga, Bandung. Ceritanya ada acara halal bihalal keluarga besar Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMMA).

Obrolan yang ringan, candaan yang khas serta tertawa dengan begitu lepas. Semuanya terlihat bahagia dan benar-benar menjadi waktu yang ber-kulitas. Namun ada sedikit perasaan yang tidak biasa. Gue pandangin wajah mereka satu-persatu, wajah mereka sungguh tidak asing lagi untuk mengisi status 'mahasiswa' gue selama 3 tahun terakhir. Yap mereka adalah partner, tim, sahabat dan keluarga kedua gue di kampus. Perasaan tidak biasa itu hadir ketika gue menyadarai bahwa gue sudah cukup lama mengenal mereka hampir 3 tahun, dan itu berarti tinggal 1 tahun lagi gue menjabat sebagai status 'mahasiswa'. Kalo waktu bisa berhenti, gue akan memilih untuk terus menjadi mahasiswa. Andai...Andai... Tapi bukan mahasiswa abadi yang ga lulus lulus yah amit-amit 

Sedikit flashback. Gue masuk kuliah tahun 2011. 

Tahun pertama gue habiskan untuk beradaptasi dengan lingkungan kampus dan perubahan status dari SISWA menjadi MAHAsiswa. Tahun pertama kuliah Alhamdulillah dapet IPK yang cukup lumayan 3,83 (semoga bertahan sampe nanti lulus amin). Gue mulai ngerasa asik sama dunia kampus yang baru. 

Tahun kedua gue masuk organisasi Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMMA) Fakultas Ekonomi Universitas Pasundan sebagai staff Bidang Kominfo. Satu tahun pertama di sana gue jadi punya banyak pengalaman dan hal-hal baru, disana pola pikir gue berubah hampir setiap waktu. Gimana ga berubah, hampir tiap minggu kita ngobrol alias sharing satu sama lain mengenai kondisi Indonesia baik dari segi ekonomi atau politik atau bahkan segala keadaan yang happening. Pola pikir idealis dan kritis secara ga langsung mengakar, tumbuh dan berkembang di otak gue (mungkin)  sampai sekarang. Saat itu gue punya tokoh idola yaitu seorang aktivis yang bernama Soe Hoek Gie *dulu udah niat banget mau bikin blog khusus tentang GIE tapi budaya males menggagalkan rencana itu* dan itu menyadarkan gue bahwa seorang mahasiswa pada sejatinya memiliki tempat dan kewajibannya sendiri.

Tahun ketiga di kampus gue masih aktif di organisasi HIMMA dan naik jabatan ceritanya hehe yang asalnya jadi staff Kominfo terus jadi Kepala Bidang Kominfo. Ditahun ini gue ngerasa banyak dapet pengalaman yang baru di bidang public speaking sih lebih tepatnya. Dimulai dari menjadi moderator owner Black ID dan Kick Denim di acara Masa Bimbingan (MABIM) atau bisa di sebut sebagai ospek jurusan. Ketemu sama PR nya Hotel Imperium. Tulisan gue di muat di Koran Tempo. Survey tempat sana-sini sambil panas-panasan naik motor ke Lembang dan sekitarnya. Rajin dateng ke kampus buat rapat pas lagi libur kuliah. Rapat koordinasi, rapat bidang, rapar pra-simultan dan rapat simultan. Ketemu alumni-alumni. Jadi MC dadakan untuk setiap kegiatan internal ataupun eksternal kampus udah sering gue lakuin. Rapat secara rutin bahkan ber-debat dengan pihak birokrat udah pernah gue rasain. Ketiduran di kosan tercinta alias sekre himpunan yang mirip kotak sabun, iya kotak sabun yang difasilitasi AC yang dibagi dua dengan ruangan sebelah ternyata berhasil buat gue makin betah di kampus. Ikut outbound gratis pas lagi acara STL (Short Training Leadership) yaitu peng-rekruitan anggota organisasi baru. Punya baju kebangaan hitam-hitam yang bahannya panas tapi gue bangga pake itu dan muasih banyak pengalaman-pengalaman yang lain.

Kaya nostalgia kalo inget itu semua. Makin banyak nostalgia berarti makin banyak umur yang udah gue lewatin. Iya iya gue udah tua, iya, cukup!

Entah kenapa gue bangga jadi seorang MAHASISWA, gue bersyukur sama orang tua gue yang udah biaya-in gue kuliah sampe gue ngerasa enaknya punya status sebagai mahasiswa. Ter-inspirasi dari Soe Hoek Gie dan jiwa sosial gue terhadap Pendidikan di Indonesia *ebusyeeet bahasanya daaah* gue ikut lomba Karya Tulis Ilmiah di Tingkat Universitas. Gue ambil judul *yang sekarang masih diinget terus di luar kepala judulnya* "Revitalisasi Pendidikan dan Peran Mahasiswa Sebagai Penerus Bangsa" Tulisan yang ternyata setelah gue perhatikan cukup kece badai dan sungguh terlihat keren ini, kurang membawa keberuntungan karena gue ga jebol dapet beasiswa. Gue kecewa tapi bersyukur juga sih, seengganya uang beasiswa emang melayang, tapi hasrat gue untuk nulis semakin tinggi. Uwwooooww~ :D Saat menulis karya tulis tersebut dibimbing langsung oleh Dekan FE yaitu Pak Juanim.

Balik lagi bahas mahasiswa. Kenapa sih gue bangga menjadi mahasiswa? karena mahasiswa itu punya peran dan fungsinya tersendiri yaitu sebagai :
1. Agent Of Change (agen perubahan, bukan agen gas LPJ yaa haha)
2. Social Control (mengontrol keadaan sosial di sekitar)
3. Moral Force (moral yang terus dicontoh oleh masyarakat sosial)
4. Iron Stock (calon penerus bangsa)

Belum lagi hanya status mahasiswa yang ada di tengah-tengah antara Masyarakat dan Pemerintah. Sebagai penyampai asirasi rakyat ke Pemerintah, mengontrol sistem pemerintahan yang ada, dan mahasiswa itu dianggap harus memiliki idealis tersendiri. Keren! Dan saya bangga pernah ada di posisi itu!

Balik lagi ke himpunan. Bisa dibilang, himpunan tempat gue belaar gratis, mengaktualisasikan segala ilmu yang gue tau dengan gratis. Gue sama sekali ga dipungut biaya sedikitpun untuk masuk organisasi yang sekarang menjadi bagian dari keluarga kedua gue di kampus. Gue berutang budi banyak sama himpunan. Himpunan yang udah ngebentuk pola pikir, sikap dan perasaan gue sampe hari ini. Kalo himpunan berwujud, mau gue cium-in deh sebagai tanda ucap terimakasih hahaha :p

Lewat blog ini gue mau ucapin terimakasih sama himpunan dan orang-orang yang ada di dalamnya. Terimakasih tak terhingga atas kenangan yang terus menempel sampai nanti gue tua, tempat awal karier gue beranjak dan akan segera meroket jauh hehe amin! Dan gue sama sekali ga nyesel masuk kuliah, menyandang status MAHASISWA dan masuk himpunan. Axel Axel muaah :*

Kalo gue sebutin satu-satu dan cerita semua pengalaman gue 2 tahun berada disana pasti puanjang bingit, gue share sebagian foto-foto nya aja ya!



Ini pas MABIM tahun 2012, lagi presentasi bidang KOMINFO
 ke mahasiswa baru 
Tempat: Hotel Imperium, Bandung


Ini MABIM 2012 juga, baru kelar technical meeting sebelum MABIM
jadi Sterring Comitte (SC) cukup buat lelah :)


Nah ini lagi jadi moderator nya Kang Imon selaku owner Kick Denim & Black ID
dengan tema Kewirausahaan Bagi Anak Muda


Baru kelar hajat pertamanya bidang KOMINFO 
"SPECTACTOR (Spectacular Achievements Of Four)
di depan KMFE


Setiap bikin acara, bukan penontonnya aja yang seneng,
tapi panitianya malah lebih seneng nyanyi joged sana sini haha
Gue yang di tengah noh~



HMMI (Himpunan Mahasiswa Manajemen Indonesia)
dari Sabang sampai Merauke, kita bertemu di Malang


Depan Statsiun Kota Malang di malam hari
ceritanya jalan-jalan malam hehe 


Udah kaya model belum?
Universitas Islam Negeri Malang


Anak-anakku di KOMINFO
*next gue mau bikin blog khusus tentang KOMINFO ahh, kalo ga males ya hehe*



Ini jari-jari adminnya twitter @HIMMAUNPAS


Yang satu lagi sibuk acara STL, gue bergaya tanpa beban hehe
oppsss sori ya bal fotonya gue upload hehe
Dago Pakar, Bandung


Mojang dan Bujang Bandung yang sedang bertandang ke Malang



Gue suka banget foto ini, gue terlihat KURUS di depan banner yang super big big
hahaha



Logo Kominfo, sekarang sudah punya cap sendiri
"Manage Infomation, Mediate Communication"



Well itu sebagian foto yang gue upload, belum mewakili seluruh jiwa raga gue di himpunan sih hehe. Ada orang yang bilang kuliah itu wasting time, ngabisin duit, cuma ngejar nilai dan sarjana yang ujung-ujungnya jadi pengangguran juga. Gapapa, itu persepsi orang, yang pasti gue ga pernah nyesel untuk kuliah dan masuk organisasi. Hidup pilihan kan? Ada kalanya lo ga perlu terlalu sering dengerin apa kata orang lain. Syukuri apa yang ada, nikmatin prosesnya dan selamat menunggu hasil yang sangat luar biasa.

Salam Mahasiswa!
Read More

Total Tayangan Halaman

NungaNungseu. Diberdayakan oleh Blogger.