MEANING OF LIFE, JOURNEY, TRAVELLING AND HAPPINESS

Sabtu, 27 Oktober 2018

Manusia Manusia Kuat di KI Cilacap 2




Kelas Inspirasi Cilacap?

Daftar lah aku menjadi relawan dengan pertanyaan didalamnya 'bagaimana sih pendidikan di daerah? sudah merata belum ya pengetahuan yang didapat siswa nya?" Berangkat dari pertanyaan dan rasa penasaran yang harus dibuktikan langsung, berangkat lah saya dari Jakarta ke Cilacap naik kereta sambil bawa bawa robot android. Seru sekali!

Kali ketiga di tahun ini saya ikut Kelas Inspirasi dan kali ini bener bener di daerah. Jarak dari jalan raya ke SD nya saja bisa sampai 20 km ditemani jalanan yang naik turun dengan belokan tajam. Tapi pemadangan di kanan kirinya sungguh mempesona. Ditambah lagi udaranya yang masih benar benar seger nan sejuk. Tidak ada angkutan umum. Benar benar di 'daerah' dan ini jadi makin buat saya antusias.

Memulai brifing di balaidesa sampai tidur di rumah rumah warga. Makan sederhana yang nikmat sampai air yang dinginnya luar biasa. Belum lagi mobil bak terbuka menjadi alat transportasi satu satunya dari tempat penginapan ke SD atau sebaliknya. Apakah diantara relawan disana ada yang mengeluh? Saya berani bilang tidak. Tidak ada satu orangpun yang mengeluh atau bahkan mengkritisi kondisi yang terjadi saat itu. Karena apa? Karena semua berangkat dari rumah nya masing masing secara sukarela tanpa paksaan dengan niat 100% menginspirasi. Demi ambil bagian memajukan atau mungkin lebih tepatnya memeratakan pendidikan di Indonesia. Demi bermain bersama anak anak SD yang (alhamdulillah) masih belum tersentuh gadget dan kesantunan yang masih terjaga. Mereka bisa dibilang manusia manusia kuat di KI Cilacap 2.











Banyak cerita menarik yang saya dapat di Kelas Inspirasi Cilacap ini. Bagaimana kita dalam satu kelompok bisa menyiapkan acara hanya via grup whatsapp dimana baru saling bertatap muka saat briefing yaitu H-1 hari Inspirasi. Belum lagi saat proses mengajar. Sudah menyiapkan materi ngajar, tapi saat pertama masuk di kelas 4 anak anak disana baru mendengar kata 'software'. Bukan hanya itu, perbedaan handphone dan smatphone saja mereka masih ragu. Ini menjadi tantangan sendiri bagi saya yang merupakan karyawan perusahaan software di Jakarta untuk 'menyampaikan' sesuatu di kelas yang sesuai keadaan.

Dan itu bukan jadi masalah besar, karena menurutku Kelas Inspirasi bukan ajang pamer profesi untuk mendoktrin anak anak memiliki cita cita seperti inspirator yang hadir di kelas. Ada yang lebih dalam dari itu yaitu memberikan dasar dasar yang sederhana namun powerful seperti :
1. Miliki lah cita cita yang tinggi
2. Jangan malu punya cita cita yang berbeda
3. Apapun cita citamu jadilah orang baik dan bermanfaat
4. Hormatilah guru yang sudah mengajari membaca dan menulis

Serta insight insight lainnya dalam proses mengajar dikelas. Namanya memang Kelas Inpirasi, ya bisa menginspirasi apapun yang penting itu hal positif.













It's was fun saat mengajar di 5 kelas saat itu. Di kelas 1 dan 2 malah asik nyanyi bareng dan main kereta kereta an muterin kelas sambil nyanyi "naik kereta api tut tut tut siapa hendak turut, ke Bandung Surabaya....".  Dari ngajar didepan kelas sampai bikin kelompok kecil di tengah kelas sambil 'ngampar' dan agar lebih dekat dengan anak anak. Dari berebut ingin dipasangkan ikat kepala sampai berebut kertas yang saya bawa.

Ada yang ini lucu, dari nyanyi lagu balonku ada lima sampai dengan lagu Indonesia Raya. Dimana saya gak bisa melarang mereka bernyanyi dan harus rela menunggu lagu Indonesia Raya yang lumayan panjang itu. Mereka bernyanyi sangat bersemangat sekali sampe sampe setelah lagu selesai, saya menyuruh mereka untuk minum dan istirahat sejenak. Semua terlihat bahagia di kelas itu, terlebih saya!!

Dan satu lagi yang saya dapat di Kelas Inspirasi Cilacap 2 ini yaitu adaptif. Kita harus bisa beradaptasi dalam kondisi apapun. Semua rencana bisa saja gagal tapi kita harus cepat beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Misalnya kelas yang mendadak keos, anak anak yang belum melek teknologi secara keseluruhan, acara closing yang baru disiapkan mendadak sampai harus siap sedia saat ngajar di kelas lalu ada anak yang 'pup' di celana. Haha seperi serangan fajar dan ini berlaku juga  dalam kehidupan, bukan? Bukan tentang 'pup' nya ya akan tetapi hal hal tidak terduga yang sering hadir dengan si waktu yang kadang tidak bersahabat.



















Bukan hanya relawan atau panitia KI Cilacap 2 saja yang disebut manusia manusia kuat dan mau ambil bagian didaerah yang jauh dari kota ini. Namun ada juga kepala sekolah, guru dan perangkat desa disana yang tidak berhenti dan tetap setiap ada disana demi memajukan apapun yang mereka bisa. Lalu siapa yang tidak tersentuh melihat ini semua? Rasanya seperti ada energi yang mengalir didalam diri untuk terus berbuat lagi dan lebih demi Pendidikan Indonesia. Malah makin semangat untuk ikut berpartisipasi pada Kelas Inspirasi yang lebih pelosok lagi dari disini.



Stasiun Senen, Jakarta 
sambil bawa robot android untuk bahan mengajar








pemandangan dalam perjalanan ke
Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap



"Jadi ngapain kamu kesini, ada acara apa? Sampai cuti dari kerja?" ujar seseorang disana

"Ya aku terpilih jadi relawan KI Cilacap, kaya ngajar gitu di sekolah SD"

"Terus di bayar?" tanyanya lagi penasarn

"Engga, malah keluar biaya sendiri untuk ongkos dan lain lain hehe"

"Kok mau sih jauh jauh dari Jakarta, dateng kesini terus gak dapet uang lagi" 
tanyanya dengan muka berpikir keras

"Ya..gatau ya kenapa bisa mau" sambil senyum

Percakapan diatas jadi pertanyaan yang terus berputar di otak bahkan setelah selesai acara. Kok saya mau ya? Kok saya ga ngeluh ya? Dan saya gatau alesannya apa selain ingin berbagi dan berbuat sedikit apa yang saya bisa untuk Indonesia. Kalau kamu, gimana?

Well itu sepenggal cerita pengalaman dan keseruan saya di Kelas Inspirasi Cilacap 2. Anyway ada kebanggan tersendiri bahwa ini pertama kalinya saya ikut Kelas Inspirasi dan tidak ada satupun relawan yang mengundurkan diri di kelompok. Terimakasih atas kerjasamanya semua relawan dan juga panlok KI Cilacap 2. Kalian terbaik!!!

Next bakal nulis tentang "Tips dan Trik Mengajar dan Menjadi MC di Kelas Inspirasi". Coming soon ya. Dan ini hasil amatiran edit video saya. Dibuat menggunakan aplikasi instashoot di handphone. Selamat menonton !!








Foto dan video dari Kelompok 1 KI Cilacap 2 :
- Ayus Fatria (videographer) ---> ig @ayusfatria
- Ahmad Muzahidin (photographer) ---> ig @ahmadmuzahidin
- Suci Dwi R Aurelis (photographer) ---> ig @suciaurelias


Semoga Menginspirasi! Sampai berjumpa di cerita kebaikan selanjunya :) Semoga kita semua diberi kesehatan dan menjadi insan yang tidak pernah lelah untuk menyebarkan hal positif ya.

Love,
Nunga Nungseu


Jakarta, 27 Oktober 2018


Read More

Rabu, 17 Oktober 2018

Relationship Goals (Part 1) : Mengajak Pasangan Ikut Komunitas Bersama



Mengenai pasangan. Tulisan ini bukan tentang tips dan trik mencari pasangan ya, akan tetapi dalam memiliki hubungan 'sehat' dengan pasangan. 

Pernah mendengar dari seorang teman bahwa salah satu prinsip dalam menjalin hubungan yang 'sehat' adalah bisa berproses bersama. Berproses dalam arti disini adalah bertumbuh dan berkembang bersama. Mencari hal hal baru, lingkungan baru dan beragam perspektif baru lainnya agar lebih bijak memandang sesuatu. Pastinya ini di hal positif ya. Hal ini bisa juga dijadikan sebagai bahan obrolan. Apa sih yang paling penting dalam menemukan pasangan yang tepat? Pastinya orang yang bisa 'nyambung' diajak ngobrol dong. Pasangan bisa dikatakan juga sebagai partner seumur hidup. Partner ngobrol setiap hari. Kalo ngobrolnya aja udah ga nyambung, bagaimana bisa jadi partner seumur hidup? 

Selain 'nyambung' diajak ngobrol, salah satu cara mudah membangun hubungan sehat bersama pasangan ialah mengajak pasangan untuk ikut dalam lingkaran atau komunitas yang kita miliki. Pastinya komunitas positif ya, bisa komunitas sosial, pendidikan, hobby dan lain sebagainya. Tapi tetap ya, niatnya untuk belajar dan networking (misal) jangan sampe malah kemana mana berdua yang keliatan banget kalian sedang punya hubungan serasa dunia milik berdua. Inget tujuan awalnya!

Akan lebih seru jika kamu dan pasangan kamu bergantian ikut komunitas dari masing masing. Misalnya kamu suka komunitas sosial dan pasangan kamu punya hobby photography. Kamu bisa mengajak pasangan untuk ikut join komunitas sosial. Disana secara tidak langsung kamu menunjukan ketertarikan/concern kamu dibidang tersebut dan insight insight lainnya yang bisa ditemukan oleh pasangan. Dan sebaliknya, kamu bisa ikut acara komunitas photography. Selain menambah wawasan, nantinya kamu bisa lebih menghargai 'rasa' seni saat akan mengambil gambar menggunakan kamera atau bahkan saat menikmati hasil suatu karya seni. 

Mengajak pasangan kamu ikut komunitas/hobby ternyata bisa membawa kamu mengenal pasangan lebih dekat dengan cara yang berbeda. Percaya deh, makin hari kamu akan makin menghargai hobby, pasion dan hal hal fundamental dari pasangan kamu. Makin sweet deh hubungan kalian.

Setiap orang memiliki mimpi, prinsip dan sudut pandangnya masing masing. Kamu dan pasangan kamu adalah orang dengan latar belakang yang berbeda, tapi kalian akan menjadi lebih menghargai satu sama lain jika menerima perbedaan yang ada. Memiliki hubungan yang sehat adalah tidak menghambat mimpi masing masing. Kamu tetap dengan mimpi mimpi kamu begitu pun dengan pasanganmu. Ditambah mimpi bersama, biar setiap langkah itu jelas tujuannya ke arah mana #eaaa

Ada lagi nih manfaat kalo ajak pasangan ikut komunitas/lingkaran pertemananmu. Secara gak langsung, pasangan memperkenalkan kamu diantara teman temannya dan begitu pun sebaliknya. Ini akan meminimalisir rasa (penasaran) ingin selingkuh dan adanya orang ketiga lohh! Karena lingkaran teman kalian (hampir) semua sama. Otomatis kalo (amit amit) pasangan kamu selingkuh, ya cepet cepet bisa ketauan hehe. Tuh kan banyak banget manfaat dengan mengajak pasangan ikut komunitas kamu yaitu : menambah pengetahuan dan bahan untuk ngobrol bareng, networking, mengenal lebih dekat pasangan dan meminimalisir selingkuh.

Jadi, malem minggu ini gausah dulu deh main ke Bioskop atau Mall. Upload foto mesra di media sosial juga udah ga zaman. Alangkah baiknya melakukan kegiatan yang memberikan manfaat. Langsung aja deh ajak pasangan kamu ikut komunitas/kegiatan bersama, baru deh upload di media sosial, siapa tau berhasil menginspirasi orang lain juga. Jangan lupa prinsip memiliki hubungan sehat yaitu berproses bersama untuk tumbuh dan berkembang. Nah kalo kamu dan pasangan kamu biasanya gimana nih? Share dong disini :)



Semoga Bermanfaat!

Salam Aksara,

-Nunga Nungseu-

Read More

Jumat, 28 September 2018

Kali Kedua di Kelas Inspirasi (KI Jakarta 7)


Setiap orang pasti ingin menjadi orang yang bermanfaat. Sepertinya itu tujuan hidup (hampir) semua orang. Tapi tidak semua orang memilih mengambil tindakan untuk mewujudkannya. Setiap orang mungkin memiliki banyak mimpi mimpi besar dikepalanya. Tapi tidak semua orang mau berkorban banyak hal untuk menjadikan itu kenyataan.

Berbicara tentang rasa empati terhadap perkembangan pendidikan di Indonesia, mungkin sebagian orang menganggap isu tersebut terlalu jauh dan sok serius atau hal tabu yang dibicarakan anak muda jaman now. Tak jarang juga ada yang memandang sebelah mata tentang isu pendidikan di Indonesia dan dianggap bukan hal penting untuk dibahas. Tapi disini, di Kelas Inspirasi aku bertemu orang orang yang memberikan perhatian khusus tentang pendidikan di Indonesia. Bertukar pikiran dan apa sih langkah kecil yang bisa kita lakukan untuk membantu Indonesia menjadi lebih baik dari segi pendidikan.

Well, untuk rangkaian acara Kelas Inspirasi Jakarta 7 ini aku ga akan cerita proses detail acaranya bagaimana. Karena sebenernya sama saja seperti Kelas Inspirasi lainnya tapi ada perbedaan 'insight' dan 'rasa' yang didapat. Kalo yang pengen tau apa itu Kelas Inspirasi? Ngapain aja? Cara daftarnya gimana? Dan apa ada kualifikasi khususnya? Boleh banget baca tulisan aku tentang pengalaman perdana menjadi relawan Kelas Inspirasi saya di Terinspirasi di Kelas Inspirasi Bandung 6.

Kali kedua ikut Kelas Inspirasi, insight lain yang aku dapat adalah sebuah kata optimis. Kota bernama Jakarta bukan hanya tempat untuk mencari nafkah dan popularitas saja ternyata. Bahwasanya di Ibukota ini masih banyak loh orang orang yang peduli akan Pendidikan Indonesia. Dan makin merasa yakin bahwa Indonesia akan lebih baik dan maju kedepannya. Kalo di Kelas Inspirasi Bandung aku terinpirasi oleh semangat anak-anak, di Kelas Inspirasi Jakarta ini aku juga mendapatkan inspirasi dari temen temen satu kelompok. Orang orang yang terlibat disana meluangkan lebih banyak waktunya, lebih banyak energinya atau mungkin lebih banyak materinya demi suatu cita cita bangsa Indonesia yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Inilah mereka :


Andina Nabila Irvani sebagai Pengusaha Sepatu Wanita.
Aku belajar banyak dari Ka Dina tentang jatuh bangun merintis usaha.
Yang aku suka dari dia, meski sudah keren tapi tetap rendah hati. Patut ditiru.


Deri Yusvira Sudrajat sebagai Polisi Air.
Dari Ka Deri, aku belajar apa itu polisi air 
dan pengalamannya dibanyak kelas inspirasi daerah di Indonesia.


Hari Purwanto sebagai petugas Pemadam Kebakaran.
Profesi Pak Hari ini jadi profesi favorit bagi anak anak loh!


Muhamad Justian Pradinata atau Emje nama bekennya sebagai Pengacara.
 Ka Emje juga jadi salah satu primadona bagi anak anak. Katanya mukanya mirip Jonathan. 
Itu loh pemain bulutangkis yang buka baju untuk merayakan kemenangannya di Asian Games. 
Aku juga banyak bertukar pikiran tentang 'cara menemukan passion' sedari sekolah. 
Menarik sekali obrolannya.


Truly Panca sebagai Dokter.
Keliatan pinter banget dari cara ngomongnya. Salah satu profesi yang ditunggu anak anak.


Siti Buraidatusy Syifa sebagai Sistem Analis.
Meski sakit gigi tapi tetep semangat ngajar di hari inspirasi.


Fransisca Widita Ratri sebagai Marketing dan Periklanan.
Setelah hari inspirasi, aku melipir ke tempat makan sambil ngobrol buanyak hal. 
Hari itu, hari kedua kami bertemu tapi serasa sudah kenal sangat lama. 
Merasa satu frekuensi dan aku banyak dapat wejangan dari Ka Chika. Seneng!!


Dwi Wahyu Handayani sebagai Pegawai Bea dan Cukai.
Tidak sempat banyak ngobrol saat itu. 
Tapi aku rasa Ka Dwi sudah profesional dan sudah terbiasa ngajar anak anak.


Euis Widiati sebagai Pegawai Bank.
Sebenernya Ka Euis ini mantan banker dan sekarang lagi on proses tesis. 
Dari pegawai bank, Ka Euis merasa passion nya adalah ngajar lalu ambil S2 untuk menjadi dosen. Ini rencana aku banget, tapi sampai sekarang belum daftar kulias S2 juga hehe. 
Dari Ka Euis juga, aku banyak ngobrol tentang 'mendidik' anak di usia dini 
atau pas nanti kita jadi seorang Ibu. Ah, pokoknya salah satu wanita panutanque.


Nimas Ayu A. R. P atau sapaan akrabnya Ka Artje sebagai Instruktur Yoga.
Setelah ngajar, kita malah belajar yoga dasar bareng bareng selama 30 menit 
dan rasanya rilex banget. Pengen deh bisa konsisten hidup sehat dan rutin olahraga. Semangat!!


Agung Arry Susanto sebagai Electrical Engineering.
Meski sibuk, tapi masih nyempetin waktu untuk bergabung di hari inspirasi dimana siangnya ada kerjaan di Makasar. Pulang ngajar langsung cus bandara ke Makasar. Mantul Ka Agung!


Qintara Sarah Delany sebagai Fasilitator Kelompok 3.
Terimakasih Ka, untuk semuanya. Mohon maaf kalo kita anaknya agak agak hehe


Rendy Kamil sebagai Videographer.
Rendy ini diambil 'dadakan' dari panitia Kelas Inspirasi karena ada dokumentator 
dikelompok yang mengundurkan diri.
Ternyata dia adalah temannya temanku di Bandung. Ah, dunia begitu sempit!
Ngobrol banyak tentang pekerjaannya sebagai content creator dan freelance profesional. 
Jadi dapet semangat pengen belajar lebih dalam tentang menulis konten. 


Rizwan Yanuarko sebagai Photographer.
 Foto foto yang ada disini, hasil jepretan handal dari Ka Rizwan. 
Belum lagi saat Hari Inspirasi jadi primadona anak anak yang penasaran sama kamera yang dibawa. Ada cerita lucu, saat aku lagi ngajar di kelas, lalu Ka Rizwan masuk membawa kameranya dan berjalan ke arah pojok belakang untuk mengambil foto suasana kelas. Kalian tau apa? 
Semua anak anak dikelas jadi fokus liat ke belakang dan aku mesti bersusah payah (kembali) mengambil fokus anak anak lagi hehe. Ka Rizwan ini adalah ketua kelompok 3 yang sangat aktif dan berperan besar dalam persiapan menuju Hari Inspirasi. Terimakasih. Ketua terbaeqlah!!


Rakhmawaty La'lang sebagai Photographer.
Selalu merasa kagum dengan photographer wanita. Keliatannya 'macho manis' gimana gitu.
Sempet ngobrol dengan Ka Rakhma yang hobby nya explore Jakarta untuk hunting foto. 
Dan dari dia terinspirasi untuk jadi freelancer nulis. Katanya untuk menjadi seorang freelancer, harus jago manage uang. Hmm jadi merasa tertantang.


Well, itu adalah orang orang hebat yang ada di kelompokku. Bersama mereka aku mendapatkan pengalaman berbeda di Kelas Inspirasi kali ini. Acara dimulai dengan memperkenalkan diri dan profesi di lapangan lalu menyanyi Menuju Puncak ala Kelas Inspirasi Jakarta 7 dengan lirik dan gerakan yang dibuat khusus oleh Ka Emje. Lalu acara ditutup dengan flashmood bersama lagu "Karena Kita Satu" yang merupakan theme song dari Kelas Inspirasi Jakarta 7. Lagu tersebut merupakan karya orisinil dari Ka Stephen Willy yang dinyanyikan bareng dengan dengan Lil'li Latisha (artis cilik pemain Ku Lari Ke Pantai). Lagu tersebut menjadi lebih keren dengan gerakan yang dibuat langsung oleh Ka William Umboh. Mantul, Mantap Betul!!


Foto lagi brifieng akbar menuju Kelas Inspirasi Jakarta 7



Banner online hasil karya Ka Rizwan


Ini lagi rapat persiapan hari inspirasi.
Gunting pita dan kertas untuk ikat kepala anak anak.


Lagi lagi sekolah ini menjamu kami dengan sangat luar biasa. Banyak makanan baik ringan dan berat dan semuanya enak enak. Belum lagi setelah sekian lama, akhirnya aku merasakan kembali upacara pengibaran bendera. Dulu waktu masih SD, aku pernah menjadi pengibar bendera dan pembaca UUD 1945.












Aku mendapat ngajar di tiga kelas, yaitu kelas 2, kelas 5 dan kelas 6. Aku menyiapkan alat ngajar selama 2 hari dengan konsep robot android yang lumayan besar. Ini dia gambarnya dan keseruan bersama anak anak di kelas.













ada cerita lucu, pas masuk kelas 5 kok kelas dalam keadaan kosong ya?

Ternyata anak anak masih pada makan siang dibawah. 
Kebetulan aku masuk dikelas setelah istirahat.
Lalu aku pun memanggil mereka untuk segera masuk kelas. Udah kaya Ibu Guru beneran hehe











Diakhir kelas, kami membagikan setifikat cita cita kepada setiap anak. Dimana di sertifikat tersebut terdapat tanda tangan dari masih masing relawan yang artinya kita semua siap support cita cita setinggi angkasa dari setiap anak. 








"Ka, Ka, fotoin aku dong" cekrek


main game boat jari sama Rendy Kamil






Habis itu belajar yoga dasar bersama Ka Artje, seruuu. 
Ditambah angin sepoi sepoi jadi bikin ngantuk.



telur gulung depan SD enyak~


Entah kenapa di hari inspirasi 17 September 2018 lalu energi serasa di charge dan jadi makin positif dalam bertindak. Ah, ternyata bukan hanya travelling yang buatku bebas dan bahagia, akan tetapi mengajar juga. Aku juga bisa sharing banyak hal dengan teman (baru) mulai dari passion, karier bahkan perkumpulan himasaju (himpunan mahasiswa salah jurusan) hehe.







Pameran foto dari setiap kelompok saat Hari Refleksi, 22 September 2018

Hasil jepretan Ka Rakhma. Bagus yaaa?


Tulisan ini aku dedikasikan untuk mereka teman teman satu kelompok di SDN Utan Kayu Selatan 27 Pagi, orang orang yang terlibat di Kelas Inspirasi Jakarta 7 (relawan, dokumentator dan panitia), relawan Kelas Inspirasi di daerah lainnya, para guru dan penggiat pendidikan di seluruh Indonesia serta seluruh relawan di komunitas komunitas lainnya di bidang pendidikan. Aku ucapkan terimakasih atas kerja kerasnya. Setiap orang bebas memilih akan menggunakan kendaraan mana, akan tetapi tujuan tetap sama yaitu melihat pendidikan Indonesia lebih baik kedepannya.

Jadi segitu aja tulisan dariku. Selalu percaya jika hal besar selalu dimulai dari hal kecil. Small Step, Big Impact. Dari pengalaman kali kedua kelas inspirasi, jadi makin tertarik untuk mengikuti Kelas Inspirasi di daerah lainnya bahkan daerah terpencil Indoensia. Apakah Kelas Inspirasi ini yang akan membawaku keliling Indonesia?


Hasil video karya Rendy Kamil yang menceritakan keseruan saat Hari Inspirasi.
Bisa cek channel youtube nya untuk video lengkapnya disini




Jakarta, 28 September 2018
Kelompok 3 Kelas Inspirasi Jakarta 7

Semoga menginspirasi!


Foto dan video diambil oleh :
- Rizwan Yanuarko (ig : @riz.yko)
- Rakhmawaty La'lang (ig : @rahma_saja)
- Rendy Kamil (ig : @rendykamil)

Read More

Total Tayangan Halaman

NungaNungseu. Diberdayakan oleh Blogger.