Meaning Of Life, Journey, Travelling and Happiness

Minggu, 08 Mei 2016

Sabtu Bersama Bapak


Yang suka baca novel pasti gak asing dong sama buku Sabtu Bersama Bapak ini? Buku karya Aditya Mulya ini berhasil aku baca dalam satu hari. Kurang lebih ada 230 halaman dan kalimatnya enak di baca *yakali makanan enak hahaha*, mudah dipahami dan yang paling penting MEANINGFUL.

Sebenernya udah tau buku ini dari lama, suka liat liat juga di Gramed. Tapi ya karena pandangan di awal kurang suka baca novel, jadinya ga terlalu tertarik hehe. Tapi you know what? Buku ini berhasil ada di halaman blog aku yang menandakan bahwa aku tertarik dengan buku ini. Bukunya keren dan kece parah! Serius!

Alur cerita yang maju-mundur perlu konsentrasi khusus pas lagi baca. Susunan kata Aditya Mulya yang mudah dipahami dan sepaket dengan pesan dalam menjalani kehidupan, tak lupa dibungkus dengan 'kelucuan tidak mainstream' yang berhasil buat ngakak adalah poin plus plus banget. Buku ini menceritakan tentang seorang Bapak yang bikin video untuk kedua anaknya sebelum meninggal karena sudah divonis kanker. Kedua anak itu bernama Satya dan Saka. Video itu berisi tentang segala pengalaman beserta nasehat dari seorang Bapak ke anaknya, dimana yang di setiap kasetnya ada judul masing masing beserta waktu yang tepat kapan video ini dapat dilihat oleh kedua anak laki-lakinya itu.

Sabtu adalah hari yang paling tepat bagi Satya dan Saka untuk menonton video. Mereka lebih memilih untuk menghabiskan hari Sabtu berkumpul di ruang keluarga untuk menonton video  bapak bersama Ibunya. Kekeluargaan di buku ini feel nya dapet banget. Realistis juga alias seperti kejadian sehari-hari. Kesannya seperti apa adanya tanpa dibuat buat. Pokoknya ceritanya seruuuuu! Bisa dibaca oleh calon bapak, seorang bapak, seorang ibu, calon ibu, orangtua, seorang laki-laki bahkan wanita kaya aku ini. Aditya Mulya berhasil membuat tulisan yang bisa dibaca oleh segala kalangan *berguru nulis dong mas Adit......

Ada satu pesan yang saya dapet dari buku ini yaitu salah satunya tentang pernikahan *sumfah ga maksud kode apalagi pengen keliatan ngebet nikah loh ini bahwa didalam bukunya, Aditya Mulya berpandangan bahwa menikah itu butuh perencanaan. Apalagi bagi seorang pria, bener bener menyiapkan dan merencanakan secara lahir batin ketika memutuskan untuk menjadi seorang kepala keluarga. Dan menikah bukan hanya menikah, ada yang lebih dalam dan sakral didalamnya. 

Ibu : "Ka, istri yang baik gak akan keberatan diajak melarat."
Saka : "Iya sih. Tapi Mah, suami yang baik 
tidak akan tega mengajak istrinya untuk melarat."

Ada lagi, bukan hanya tentang pernikahan. Saat menjalin hubungan serius juga, ketika ada yang bilang 'saling melengkapi' kepada pasangannya dan saya setuju mengganti katanya menjadi 'saling menguatkan'. Ada satu quote yang saya suka :

"Membangun suatu hubungan itu butuh dua orang yang solid. 
Yang sama sama kuat. Bukan yang saling ngisi kelemahan. 
Karena untuk menjadi kuat, 
adalah tanggung jawab masing-masing orang. 
Bukan tanggung jawab orang lain"


Ah lagi lagi aku setuju! Terus belajar, terus memperbaiki diri tanpa batas usia ataupun waktu. Buat yang sudah memiliki pasangan: Stop untuk menuntut pasangan ini-itu tanpa intropeksi diri apa yang sudah kamu perbaiki. Dan buat yang masih jomblo: Daripada sibuk mencari siapa dan dimana jodohnya, lebih baik sibuk memantaskan dan memperbaiki diri buat dia. Dan tak lupa, selalu sebut dalam doa. 

Dan terakhir nih, buku ini juga mengangkat tentang kesederhanaan. Ada quote yang lagi lagi aku demen :

"Harga diri kita tidak datang dari barang yang kita pakai. 
Tidak datang dari barang yang kita punya. 
Harga diri kita datang dari dalam hati, dan berdampak ke luar"


Buku ini juga akan difilmkan dan sebentar lagi tayang.

Selamat membaca!
Ah semoga calon pria idaman-ku disana sudah baca buku ini hehe :p

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Ditunggu kritik dan sarannya ya agan agan!

Total Tayangan Halaman

NungaNungseu. Diberdayakan oleh Blogger.