Meaning Of Life, Journey, Travelling and Happiness

Minggu, 08 Februari 2015

I Origins


Satu lagi referensi film menarik dari saya yaitu "I Origins". Film gabungan antara scienefiction-spritual ini buat saya makin mengagumi setelah saya selesai menonton film nya. Hari ini adalah hari ketiga saya setelah nonton film I Origins tapi euphorianya masih sangat terasa. *ciyeh bola kali ada euphorianya hehe*
Ini salah satu film yang buat saya merinding di akhir ceritanya. Kok lebay sih jadi merinding segala, kan  ini bukan film hantu? hal-hal yang berbau spritual alias Tuhan sometimes buat bulu kuduk saya berdiri dan merinding. Misalnya kalo liat sesuatu yang menakjubkan, menyentuh hati dah sesuatu yang diluar akal sehat tetapi bisa terjadi. Itu menyadarkan saya bahwa Tuhan itu ada dan memiliki kekuatan yang Maha Dahsyat.

Film ini di sutradarai oleh Mike Cahill (sutradara film Amother Earth) *saya belum nonton Another Earth dan sekarang resmi kalo film ini bakalan jadi bucketlist fim yang harus di download* menceritakan tentang seorang ahli molecular biologi yang tertarik pada evolusi mata. Dia telah mengumpulkan banyak foto sepasang mata yang berbeda, dia hanya percaya akan hal-hal yang sudah ada fakta dan data nyata. Namun seorang wanita yang yang memiliki sepasang mata indah yang terlihat seperti bunga matahari ketika di foto, menyadarkan si ilmuwan akan suatu hal. Bahwa ada beberapa yang tidak harus ada data dan faktanya yaitu kekuasaan Tuhan.

Akhir cerita di film ini berhasil buat saya merinding, ketika si ilmuwan bertandang ke India untuk mencari tau siapa pemilik sepasang mata indah mirip bunga matahari, padahal wanita pemilik mata indah tersebut sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Ternyata sepasang mata itu dimilki oleh seorang anak kecil perempuan berusia 12 tahun. Matanya benar-benar sama persis. Dan mereka berdua memiliki kemiripan satu sama lain baik dari kesukaan bahkan hobia yang sama. Padahal mereka jelas-jelas bukan saudara dan tidak pernah saling mengenal sebelumnya. Apa ini yang disebut dengan renkarnasi?

Sometimes, saya juga pernah merasa ketika melihat seseorang saya merasa dia mirip teman/saudara saya sebelumnya padahal dia sama sekali tidak ada koneksi dengan temen/saudara saya itu. Saya juga kadang suka merasa de javu dalam beberapa hal. Ilmu pengetahun dan spiritual bagai air dan minyak yang tidak bisa bersatu. Namun keduanya sama-sama melekat dalam hidup kita selamanya. Ilmu pengetahuan harus diimbangi dengan spritual dan begitupun sebaliknya. Hidup adalah keseimbangan!


mirip bunga matahari ya? hehe good eyes! :)

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Ditunggu kritik dan sarannya ya agan agan!

Total Tayangan Halaman

NungaNungseu. Diberdayakan oleh Blogger.