Meaning Of Life, Journey, Travelling and Happiness

Rabu, 10 Desember 2014

Target Pasar!

Pemasaran? iya kata itu adalah yang 'menambah' gairah hidup saya semenjak 3 tahun terakhir ini. Saya sangat sangat sangat menyadari kalo kajian pemasaran tidak akan ada habisnya. Hal itu makin menjadi saat saya bergabung dalam sebuah organisasi profesional yang membahas kajian pemasaran yaitu IMA (Indonesia Marekting Association).
Malam itu sekitar pukul 20.00 WIB di daerah Kebon Kawung di Lantai 4 Djaja Showroom begitu ramai dan padat. Banyak orang berkerumum disana, dari mulai bapak-bapak sudah ber-uban, wanita wanita karier yang sudah berumur, ekesekutif muda, sampai mahasiswa seperti saya ini. Mereka adlah para praktisi bisnis atau orang-orang yang menyukai kajian pemasaran. Namanya ghatering IMA JABAR. Hal ini rutin dilakukan setiap 1 bulan sekali dan merupakan acara rutin IMA JABAR, 

Namun crowded ruangan disana tidak membuat saya patah semangat atau males-malesan untuk mendengarkan Pak Pery berbicara mengenai pemasaran. Belum lagi ditambah suara mesin kopi moderen yang selalu berbunyi disaat akan membuat satu cup kopi. Ini malah membuat telinga saya makin jeli mendengarkan kalimat per kalimat yang dikeluarkan Pak Pery.

Ada satu kalimat yang saya ingat malam itu, bahwa "setiap binis itu harus jelas target pasarnya. Bukan hanya bisnis bahkan disaat saya akan mengadakan acara harus jelas juga siapa orang yang akan datang" Yap benar sekali! yang paling utama yaitu target pasar nya siapa. Jangan sampe produk yang target pasarnya wanita tapi para penjual atau pemasarnya berpakaian seksi dan ketat. Pasti deh wanita wanita tersebut alias para calon konsumen akan ngerasa risih dengan pakaian seksinya, boro-boro mau beli mau liat aja pasti males. beda lagi kalo emang produk tersebut target pasarnya laki-laki (baca: SPG rokok) hahaha saya baru benar-benar paham sekarang :D
Setelah tau target pasarnya, kemudia tahap selanjutnya yaitu merealisasikan konsep yang sudah ada menjadi kenyataan. Diferensiasi, inovasi dan kreatif adalah stau kesatuan yang tidak boleh terpisahkan.

Beda lagi kalo produk yang dihasilkan ditujukan kepada wanita yang sudah dewasa/berumur/sudah/menuju pernikahan, Percaya atau tidak, sang wanita lah yang menjadi pengambil keputusan setiap produk yang akan di beli untuk kepentingan bersama. Coba deh, pasti mamah kalian kan yang berperan paling banyak dan penting dalam setiap perabotan yang ada di rumah termasuk menu makanan yang akan dimakan sekeluarga :)

Nah yang kaya gitu yang saya kurang sadari dan Pak Perry ucapkan semalem. Luar biasanya Pak Perry berpikir ke arah yang tidak sama sekali orang lain pikirkan padahal kita semua merasakan hal yang sama. Kreatif!

Selain target pasar, konsumen pun juga harus diperlakukan dengan baik melalui layanan. Jangan jadikan konsumen raja tapi jadikan konsumen adalah teman. Udah basi deh, kalo greeter bilang gini "selamat pagi, ada yang bisa di bantu?" atau "mau cari apa?" konsumen bakalan ngerasa risih dan hak privasinya di ganggu oleh pihak luar. Pasti gajadi beli barangnya hehe.

Tapi jadikan konsuemn teman, contoh "selamat pagi, apa kabar bu? bagaimana perjalanan kesininya? lancar?" dengan wajah dan suara senyum secantik mungkin. Pasti konsumen akan merasa jauh lebih nyaman.

Duh duh duh pengen segera mem-praktekan nih. Tertarik banget sama pemasaran, pelayanan dan bikin konsumen seneng hehe

Jadi makin semangat dan mantep pengen punya caffe atau resto. Tapi segala sesuatunya harus dimulai dari yang kecil dulu bukan?

Ayo Nunga Semangat!

Semangat juga kalian yang sedang start up bisnis atau yang sedang menjalankan bisnis.

Salam Marketing!
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Ditunggu kritik dan sarannya ya agan agan!

Total Tayangan Halaman

NungaNungseu. Diberdayakan oleh Blogger.