MEANING OF LIFE, JOURNEY, TRAVELLING AND HAPPINESS

Kamis, 29 Juni 2023

Pesan Hidup Tersirat dari Alm Bapak


Selamat Hari Raya Idul Adha, 29 Juni 2023.

Idul Adha pertama tanpa kehadiran alm bapa kandung saya. Ada hari dimana masih gak percaya kalo alm sudah tiada, saat akan tidur dimalam hari (sambil berharap dipertemukan lewat mimpi) atau saat bangun tidur di pagi sambil terucap "oh bapa saya udah gak ada..".

Meninggalnya bapa saya yang masyaallah diidamkan oleh semua orang termasuk saya. Bagaimana tidak, h-1 alm masih sehat bugar seperti biasa (tidak punya riwayat sakit/penyakit bawaan) dan sedang mengecat kubah masjid perumahan. Besok paginya setelah sarapan, alm masih bisa minum kopi sambil merokok depan rumah. Lalu bilang pada kakaku katanya "mau tidur dulu sebentar". Lalu alm tidur dan pas di bangunkan tidak mau bangun, sempat memanggil dokter dan dokter bilang sudah tidak ada denyut nadinya.

Bagaimana kematian yang insyaallah husnul khotimah ini sangat sanga membuat orang lain kaget, termasuk saya-anaknya-yang sedang berada di Bogor. Bahkan sampai saat ini menulis blog pun masih gak percaya jika alm sudah tiada.

Meski memang saya besar di Bogor dan jarang bertemu alm tapi saya percaya bahwa hal-hal baik yang terjadi dalam hidup saya adalah berkat doa alm. Alm bapa saya adalah salah satu aktivis keagaaman di lingkungan. Sering menjadi imam masjid, membantu mengurus pesantren gratis dekat rumah, memimpin tawasul, dzikir dan proses pemakaman jika ada yang meninggal. Dari segala kebaikannya tersebut, alm bisa pergi ke tanah suci sesuai dengan cita-citanya tanpa biaya. Itu benar-benar sebuah rejeki tak terduga dan undangan langsung dari Allah SWT untuk datang ke Makkah. Banyak cerita orang punya banyak harta namun jika Allah SWT belum mengundangnya, tetap saja belum bisa menginjakkan kaki di tanah suci. Sedangkan alm bapa saya, masyallah bisa pergi melihat Ka'bah langsung.

Belum juga 3 bulan pulang umroh, alm dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Kepergian beliau membuat semua orang, keluarga, tetangga bahkan orang yang menggali kubur di pemakanan tersebut kaget. Sang penjaga makam cerita pada saya "minggu lalu pak aji tuh kesini, antar orang yang meninggal, setelah menguburkan jenazah kita sempat ngobrol, disini teh (sambil nunjuk kursi) sambil ngerokok. Pas ditelepon saya kaget, suruh gali kubur buat Pak Aji. Pak Aji mana kata saya? Orang yang biasa mengurus yang meninggal sekarang meninggal. Saya masih ga percaya. Insyaallah alm orang baik"

Ketika sampai Bandung sudah banyak orang yang berkumpul di rumah, tenda terpasang, sudah dimandikan, mobil ambulance sudah siap dan hal hal lainnya. Banyak orang yang membantu dalam proses pemakanan karna memang biasanya alm bapa saya yang mengurus itu semua. Dan masyaallah yang bikin saya merinding, banyak sekali orang yang menyolatkan sampai mengantarkan alm ke pemakaman (meski sedang dalam kondisi hujan besar). Mereka rela hujan-hujanan dan bahkan ada yang memakai daun pisang diatas kepalanya demi bisa mengantarkan alm ke tempat terakhirnya.

Siapa mereka? Rasanya semua orang di lingkungan tau siapa alm sehingga datang untuk melayat. Anak-anak pesantren gratis pun banyak yang hadir. Saat dzikir hari pertama sampai hari ketujuh masyaallah yang datang banyak, lagi lagi karna biasanya alm bapa saya yang urus dzikir ketika ada yang meninggal di lingkungan tersebut. 

Setelah pemakaman ada tukang es cincau lewat dan nanya ke Kakaku "siapa yang meninggal?" terus katanya "hah Pak Aji yang suka ada di masjid Nurul Iman? Baru beberapa hari yang lalu ketemu pas tiba-tiba hujan terus dia manggil saya katanya sini neduh dulu di masjid. Terus alm nanya gimana laku dagangannya? Perasaan masih sehat gak keliatan sakit" dengab muka masih gak percaya dan jelas-jelas saya mendengar langsung ceritanya.

Kebaikan apa yang alm lakukan sehingga Allah SWT perlihatkan kejadian seperti itu? Masyaallah merinding....

Ada banyak hal yang saya pelajari, dan saya perlu menulis ini di blog untuk jadi bekal saya (dan anak saya) hidup kedepannya :

1. Minta apapun semua ke Allah SWT. Kekuatan doa meski dalam jarak jauh sekalipun jika yakin, insyaallah kun-fayakun. Biasanya alm selalu suruh saya sedia air di gelas/botol disaat alm sedang yasin/tawasulan di bandung, untuk hal hal seperti mau tes kerja, ujian skripsi, terutama menjelang saya lahiran.

2. Jangan takut gak makan/miskin. Kita punya Allah yang Maha Kaya. Banyak manusia yang Allah SWT ciptakan untuk saling berbagi. 

3. Berbuat baik kepada siapapun bahkan ke orang yang tidak kita kenal sekalipun. Berbuat baik tanpa pandang status, jabatan, harta dll.

4. Hidup sederhana, biasa saja tak perlu sombong. Apa yang mau disombongkan? Harta? Jabatan? Gelar pendidikan? Status sosial? Semua punya Allah SWT dan tidak akan dibawa mati kecuali amal-shaleh.

5. Terus berbuat baik meski dikucilkan, dianggap bodoh atau bahkan dianggap rendah oleh orang lain.

6. Terus bermesraan dengan Allah SWT lewat solat, ngaji dan ibadah lainnya. Orang lain gak perlu tahu, cukup Allah yang tau apa niat yang ada didalam hati.

7. Selalu meminta maaf dengan tulus ke siapapun bahkan alm pernah meminta maaf kepada saya secara tiba tiba sampai menangis. Beberapa hari sebelum meninggal, alm meminta maaf ke banyak orang sambil menangis terisak.

8. Selalu berbagi meski sedang pas-pas-an. Jiwa sosial alm tinggi, rela berkorban tenaga atau apapun untuk membantu orang lain. Banyak tetangga yang sudah dibantu alm dan cerita itu datang setelah alm tiada.

9. Alm ahli tawasul dan suka mengurus orang yang meninggal di sekitar. Ketika ada orang meninggal alm orang pertama yang urus dari mulai memandikan, komunikasi dengan gali kubur, antar ke pemakanan sampai dzikir hari ketujuh. Saat hari H meninggal, di tas beliau ada beberapa kertas tulisan tangan berisikan nama nama orang yang sudah meninggal fulan bin fulan atau fulan binti fulan. Masyaallah.

Sekian hal-hal yang saya jadikan pembelajaran semasa hidup alm. Semoga bisa bermanfaat untuk saya pribadi dan yang membacanya. Cita-cita saya sama seperti cita-cita alm, meninggal tidak merepotkan orang lain. Tetangga pun bercerita "cita-cita alm meninggal tidak mau merepotkan siapapun, sekarang terwujud". 

Kehidupan seseorang di dunia ternyata menentukan kita meninggal seperti apa. Semoga kita bisa meninggal dalam keadaan husnul khotimah.  Aamiin allahumma aamiin.

Berikut beberapa foto alm dan saat proses melayat sampai ke liang lahat.


Sesungguhnya segala sesuatu di dunia ini tidak lah pasti, yang pasti hanyalah kematian. Apa yang dikejar didunia? Ingin dihormati, ingin dipuji, ingin dianggap hebat/pintar/kaya dari pandangan manusia hanyalah sia-sia. Mengejar harta, status, jabatan tanpa menjalin komunikasi mesra dengan sang Pencipta? 

Sungguh lelah hidup dengan manusia....tapi melihat alm, saya jadi punya tujuan yang jelas hidup ini bagaimana, seperti apa.

Dan...satu lagi..jangan menilai ibadah orang lain dari kacamata manusia. Dia ahli surga, dia ahli neraka, dia jarang solat, jarang sodakoh, dia tak pernah solat sunah, tak pernah ngaji dll. Sesungguhnya banyak hal yang tidak kita ketahui, tapi Allah Maha Mengetahui apa isi hati setiap hamba-Nya.

Terimakasih Pak atas bekal hidupnya baik yang secara langsung disampaikan atau hal hal yang saya pelajari dari hasil merenung setelah kepergian Bapa.

Mohon sekiranya kirimkan al-fatihah untuk bapak kandung saya "Adji Sutarji bin Mahri" terimakasih :)



Bogor, 29 Juni 2023
Read More

Rabu, 24 Mei 2023

Cari Teman Se-Frekuensi di Umur 30 Tahun? Syuliiiittt...


Memasuki usia 30 tahun kira-kira apa ya tantangannya? Berurusan dengan diri sendiri sudah selesai, eh tapi berurusan dengan manusia lain alias bersosialisasi susah juga. Sebagai ibu rumah tangga dengan skil kerja kantoran sebelumnya, ternyata gak mudah masuk ke obrolan ibu ibu perumahan yang sudah punya anak.

Dengan gaya sosialita dan ghibah yang-aku-sendiri susah banget ngikutinnya. Oke lah dulu pengalaman drama kantor memang ada tapi dengan alasan sibuk kerja ya semua kelar. Lah ini gak keluar rumah aja bisa jadi bahan bahasan 30 menit haha.

Segala hal ditanya dari hal sepele sampai urusan yang sangat sangat privasi nan sensitif ditanya. Mau gak jawab tapi begimana ya? Kukira sebisa mungkin gak nanya hal privasi akan kehidupan orang lain, maka orang lain gak akan kepo akan hidup kita. Oh ternyata hidup tak seperti itu yorobun....... Masih ada saja orang yang nanya hal hal sensitif, kepo, dll. Padahal sebisa mungkin aku 'bersikap' dan jaga jarak tetep aja yee kepo.

Mungkin semua keingin-tahuan kehidupan orang lain berselimut 'care' dipakai untuk saling bergunjing di belakang ku, di belakang ku....*lagu peterpan

Hahaha terserah sih ya kalo gitu, i dont care :) 

Teman-teman dekat dulu pun sekarang sibuk dengan dunianya masing-masing. Tetap berkarir sambil urus anak-suami mana sempat balas chat hahahihi ibu rumah tangga yang tidak punya teman ini :p 

Atau ada juga yang se-profesi namun sayang tidak se-frekuensi dalam banyak hal misal parenting. Okelah tiap orang punya pilihan, keputusan yang beda tapi ya mulutnya ditahan dong jangan di-nyinyir-in mentang-mentang beda pilihan. 

Sederhananya lahiran normal vs SC aja jadi bahan perbandingan 6 sks yang intinya "woy gue lahiran normal is the best choice, u apaan lahiran sc emang keluar ASI nya? Abis lahiran normal banyak pantangannya bla..bla..bla.." Seolah-olah yang lahiran normal paling menderita hidupnya, yang lahiran SC minggir dulu!!! Wkwkwkwk :p

Eh tapi boleh dong ya kita menarik diri dari orang orang yang bikin kita kena mental alias tersinggung. Apa ini disebut pembenaran? Hehe 

Rasa-rasa nya di usia ini sudah malas ya untuk debat sama orang....apalagi yang beda frekuensi, ya gak nyambung begimana juga.

Akhirnya the one and only bestie sang ibu rumah tangga adalah anaknya sendiri, selalu ada, selalu setia sambil teriak "Ibu..Ibu mana...ibu mana..." - Kala 1,5 tahun.

Ya intinya disyukuri saja hidup yang terjadi apa adanya. Perjuangan memilki anak untuk aku pribadi bukan hal mudah ya. Jadi siapa yang umur 30 tahun sulit menemukan teman yang sefrekuensi? Sini yuk gabung di affiliates aku? Hahahahahaha shopee kali ah...


Rabu, 24 Mei 2023


Read More

Selasa, 14 Maret 2023

Buibu #JanganLupaSelfLove - Ibu Kudu Bahagia dan Sehat Dulu :)


Yes cerita menjadi seorang Ibu masih banyak. Apalagi semenjak pindah ke rumah sendiri (biasanya di rumah orang tua gak perlu masak, beberes hehe) urusan rumah tangga dari pagi sampai malam ga selesai selesai. Belum lagi anak kalo lagi tantrum, minta gendong terus tiada selesai atau saat suami ikut ikutan manjaaaahhhh~

Mencoba menjalai peran Ibu dengan rasa totalitas tinggi, memberikan selalu yang terbaik untuk anak dan suami sampai lupa badan sendiri.

Daaaaann terjadi lagiiii *nyanyi pinggang aku ngajeunghap in bahasa sunda artinya urat yang gak lurus menyebabkan pinggang atau bagian tubuh yang lain sakit saat di gerakan. Rasanya sakit luar biasa, dari duduk ke bangun harus dibantu. Tidur miring kanan ke kiri juga pelan pelan. Kebayang ga pas malem anak minta nyusu sambil nangis ga sabar dan kamu lagi sakit pinggang. Thank's God :)

Selama memiliki anak sudah 2-3x ngajeunghap tuh dan selalu di urut baru bisa sembuh. Itu pun setelah di urut perlu nunggu 2-4 hari baru bener bener sembuh + minum obat pereda nyeri.

Namun saat sakit tugas jadi istri dan ibu tiada dispensasi hahahaha that's why surga untuk istri bisa masuk dari pintu mana saja memang benar sejalan dengan perjuangannga. Masyaallah ya buibu :D

Well sekarang belum bisa gendong anak dulu. Tapi anak minta gendong terus lalu nangis lalu berisik masyaallah (lagi) jadi seorang Ibu perlu memiliki lapangan sabar seluas GBK eh kurang besar, seluas samudra sedunia hahahahahaha

Salut buat para buibu yang menjalani peran rumah tangga + urus anak + bekerja/dagang/bisnis wah para suamik gak akan bisa ngejar. Memang ya wanita itu fitrahnya multi-tasking bisa selesai dalam waktu bersamaan. Hebat..hebat....

Eh tapi ada juga ya segelintir buibu yang suka nyinyir, komen, ghibah, kasih saran sambil menjatuhkan atas keputusan syulit yang sudah kita ambil, lelah gusti sama manusia macam ini -,-

Well inti dari tulisan ini adalah JANGAN LUPA SELF LOVE!! SAYANGI BADANMU, MENTALMU baru anak dan suami. Karna sejati nya Ibu yang bahagia (dan juga sehat) akan bisa sepenuh  hati melayani suami dan anak dengan penuh kasih sayang. Peluk diri sendiri setiap saat. Berhenti ketika lelah (karna pekerjaan rimah tangga tak akan pernah selesai). Makan makanan bergizi dan enak. Istrihat cukup. Jalan jalan sebuah kewajiban. Nyalon dan pijit masukin ke dalam list bulanan. Secangkir kopi di pagi hari. Yoga/meditasi setitik. Bengong juga boleh dan jangan lupa drakoran liat pemain yang memanjakan mata seperti cha eun-woo atau kim seoh-ho hahahahaha

Yok bisa yokk!!! Ditulis saat pake korset dan kala lagi bobo.


Bogor, 14 Maret 2023
Read More

Rabu, 06 April 2022

7 Hal tentang drakor "Twenty Five, Twenty One" yang bisa kita selami lebih dalam!

Drama Korea "Twenty Five Twenty One" yang tayang di TvN wajib ditonton. Selain karena bisa nostalgia romantisasi dan persahabatan zaman remaja, di drama itu juga ngebahas banyak hal yang oke sih untuk di selami lebih dalam. Berbeda dengan drama korea "Reply 1988" yang ada unsur keluarga, di film 2521 (Twenty Five, Twenty One) menceritakan para tokoh di masa remaja menuju dewasa. Apa aja sih yang menarik? Ini dia ya ringkasannya. Spoiler Alert!!! 

1. Tekad dalam meraih mimpi
Na Hee-Do si pemeran utama sangat menyukai Anggar sejak sekolah dasar. Untuk mewujudkan mimpinya menjadi atlit timnas korea, ia rela pindah sekolah dan fokus dalam pelatihan. Akhirnya bukan saja masuk timnas korea, tapi meraih medali emas di tingkat internasional. Pelatihnya bilang bahwa tekad yang kuat bisa bawa kita kesana. So, kalo kita ingin sesuatu bukan hanya perlu skill, keberuntungan dan semangat, akan tetapi tekad yang kuat dan pantang menyerah. 

2. Mimpi yang buat kita happy
Berbeda dengan Ko Yu-Rim yang merupakan saingan sekaligus sahabat Na Hee-Do dalam bermain anggar, Yu-Rim bermain anggar demi keluarga dan mendapatkan uang. Sedangkan Hee-Do merasa senang ketika bermain anggar. Jadi selama proses latihan, dalam kompetisi baik menang atau kalah, semua dijalani dengan rasa happy tanpa tekanan ini itu. 

3. Jadikan tragedi sebagai komedi
Lagi lagi karakter Hee-Do menggambarkan bahwa tragedi bisa dijadikan lawakan daripada harus terus menerus hanyut dalam kesedihan atau sesuatu yang tragis. Ini oke sih ya buat kita yang sedang berada di umur umur menuju dewasa, kok semua serasa tragis gitu? hehe

4. Alasan meraih mimpi
Back Yi-Jin si karakter utama laki laki punya alasan kuat menjadi reporter karna untuk menyatukan keluarganya kembali setelah keluarganya bangkrut karna hutang sang Ayah. Jadi mau bagaimanapun kerasnya ia bekerja sebagai reporter, Yi-Jin pantang menyerah karna punya alasan yang kuat untuk keluarganya. Meski dalam prosesnya tidak se-happy Hee-Do yang memang bermain anggar untuk dirinya sendiri. 

5. Tidak semua yang kita anggap benar itu benar
Ji Seung-Wan si ketua kelas yang sangat pintar di SMA punya pemikiran tersendiri tentang apa yang dia anggap benar. Ada salah satu adegan dimana dia merasa hidup sangat membosankan dan tidak ada masalah, bahkan Seung-Wan rela mengundurkan diri dari sekolah sebulan sebelum ujian masuk universitas hanya karna perbedaan prinsip tentang kebenaran. Di dunia luar sekolah atau pekerjaan, kita akan hidup berdampingan dengan apa yang kita anggap tidak benar. Sekeras apapun berusaha, hal itu akan terus terjadi. Maka jawabannya adalah "beradaptasi lah".

6. Tidak sukses dalam pelajaran = sukses di bidang lain
Paradigma nilai akademik yang tidak bagus akan menjadikan dia manusia yang gagal ternyata dibantahkan oleh Moon Ji-Woong. Meski Ji-Woong jadi siswa peringkat terakhir di sekolah dan tidak kuliah, tetapi ia berhasil menjadi direktur akan bisnisnya sendiri dan mendapatkan banyak uang. Ini terbukti sih di real life? Ada gak sih temen kamu yang kaya gini? hehe sini spill di kolom komen :D

7. Tak ada yang abadi
Saat remaja dengan segala problematika dan keseruannya kita merasa dunia bisa kita genggam dengan mudah. Persahabatan atau bahkan cinta yang terjalin serasa tidak akan pernah berakhir dengan perasaan yang sama. Padahal seiring berjalannya waktu, semua bergeser, berubah prioritas. Selepas SMA semua mengejar mimpi masing masing sehingga berjumpa jadi terasa sulit karena kesibukan. Moment indah saat remaja makin hari memudar ketika dewasa. Namun apa yang sudah terjadi saat itu baik persahabatan atau percintaan yang mendatangkan rasa senang, sedih, kecewa, bahagia, air mata tak perlu disesali karena semua perasaan itu berhasil membentuk kita yang sekarang menjadi lebih bijak, lebih dewasa dalam berpikir. Ayo ada gak yang lagi merasa makin dewasa kok circle pertemanan makin sempit ya? kok susaaaah banget atur waktu untuk ketemu seperti dulu dengan formasi lengkap? 

8. Antara hati dan profesi
Ini sih yang jadi BOOM di episode akhir 2521 dan jadi perbincangan. Yap, tidak semua percintaan harus happy ending dong ya? Buat apa suatu hubungan terus berlanjut tapi makin membuat satu sama lain menderita, yang ada malah timbul rasa benci padahal sebelumnya dua orang itu saling mendukung dan menganggap penting satu sama lain. Lagi lagi Hee-Do menunjukan sisi dewasanya, dia berani putus dengan Yi-Jin tapi dengan cara yang baik, indah, tetap sedih namun tanpa rasa penyesalan di kemudian hari. Ketika dua orang memiliki profesi yang berbeda sehingga sulit untuk berjumpa, hubungan jadi hambar untuk apa dilanjutkan? Profesi yang sedang dijalani saat itu adalah suatu proses meraih mimpi yang tak mudah, rasanya tak elok dikorban hanya demi cinta, bukan? Adegan lengkap nya ada ketika Hee-Do dan Yi-Jin bertemu di halte bus sebelum Yi-Jin berangkat ke New York. Semua dialog nya sarat akan makna. Mereka saling menyemangati satu sama lain sebelum berpisah dengan jalan masing masing. Berpisah tanpa menyakiti. Berpisah baik baik dengan membawa rasa yang sama, sampai nanti. Tiba tiba lagu 'Tulus-Hati Hati dijalan' diputar hehe. Zaman sekarang ya putus cinta denga penuh makian sehingga buat menyesal atau bahkan trauma di kemudian hari, akan tetapi Hee-Do punya pemikiran lain. Daaaaan ini NYATA banget sih, gak sedikit hubungan yang akhirnya 'gagal' namun memberikan banyak pelajaran setelahnya. Nostalgia masa remaja ulalalalala~~~

Cukup kali ya 8 makna terdalam yang bisa kita selami di drama korea 2521. Ada pandangan lain? Jawab di kolom komentar ya! 

Paling asik baca blog ini sambil dengerin lagu original soundtrack dari 2521 dengan judul With yang dinyanyikan oleh kelima pemain utama. Jangan lupa baca liriknya ya bestie biar makin terngiang-ngiang hehe :) 


Semoga bermanfaat! 

Bogor, 
Rabu, 6 April 2022 pas Kala lagi bobo siang
Read More

Minggu, 19 Desember 2021

Become a New Mom!

Selamat satu bulan jadi Iboookkk!!

Ya namanya ibu baru ya kadang ada rasa sensitif berlebih, rasa insecure bisa ga ya urus bayi? Sampai disebut lebay takut bayi kenapa-napa. Belum lagi perasaan lelah dan cape sendiri sampai rasanya omongan dari sekitar seperti tekanan/kritik pedas bahkan tak jarang cukup menyakitkan wkwk padahal orang tuh ngomong gak ada niat buat nyakitin loh, apalagi dari mereka circle terdekat aku.

Ini dia perasaan campur aduk saat tepat 3 minggu jadi Ibook, ditulis di notes handphone sambil berlinang air mata hehe :p

----------------

Setauku, gak ada ibu yang gak ikhlas melakukan apapun perihal mengurus anak. Bahkan saat anak belum lahir pun, dalam fase mengandung (hamil) Ibu sudah rela badannya jadi berubah, menahan sakit entah mual/heartburn di sepanjang malam, membawa beban diperut yang semakin hari semakin berat. Belum lagi persiapan fisik mental menuju lahiran. Makan makanan bergizi untuk si buah hati saat hamil/menyusui. Menahan diri  untuk tidak konsumsi sesuatu yang disuka selama hamil karna mungkin bisa saja membahayakan janin. Mengikis ego selama 9 bulan mengandung bukan perihal mudah, kawan!

Setelah melahirkan, perut jadi berubah. Strechmarks yang menempel sebagai kenangan selama hamil sulit dihapus. Berat badan yang masih jauh dari berat badan semula sebelum hamil. Pertama kali makan/tidur merasa gak tenang siapa tau bayi membutuhkan si ibu. Ah si Ibu baru ini ternyata banyak hal yang harus dipelajari setiap harinya, bukan hanya ilmu parenting/new born, akan tetapi persiapan mental juga sama pentingnya. 

Si Ibu baru merasa telah berkorban banyak, sehingga mendengar sebuah kalimat simple nan sederhanan cukup membuat hati si Ibu sakit. Kalimat tersebut berbunyi "makannya yang ikhlas kalo lagi urus bayi" 

Mendengarnya hati seperti disambar petir, mau marah dan jelasin panjang lebar jelas dia gak akan ngerti karna belum pernah bahkan tidak akan pernah menjadi seorang Ibu. Rasanya kecewa mendengar kalimat itu karna datang dari salah satu support system terdekat. 

Ya.. tulisan diatas bukan semata curhatan belaka, mungkin peran baru yang berlaku seumur hidup ini, masih belum memiliki persiapan yang matang, terutama mental dan kerjasama antara suami istri, ortu, dan support dari keluarga terdekat. 

Dan ada satu lagi, si ibu baru jadi lebih sensitif dari biasanya. Mungkin si bapak baru juga. Saking ingin melindungi bayi yang merupakan anak pertama, ya dikit dikit baper jadi hal yang lumrah. Belum lagi perdebatan mengurus bayi versi ortu zaman dulu vs sekarang. Melawan mitos mitos yang bukan berdasarkan ilmu pengetahuan. Cukup melelahkan -,-

Oh iya satu lagi, si ibu baru merasa jadi objek yang pertama kali disalahkan ketika bayi kenapa napa. Padahal dia juga manusia, gak bisa 24jam mengawasi bayi dengan pengalaman yang belum ada sama sekali. Cara gendong bayi yang masih dikomen, pelekatan saat menyusui yang masih selalu disalahkan dan kegiatan lainnya yang berhubungan erat dengan bayi. Padahal hari pertama saat bayi lahir, sang Ibu baru juga lahir, mereka sedang sama-sama belajar. Si ibu baru juga masih harus mengerjakan perihal rumah tangga yang lain semperti membersihkan rumah, mencuci baju, pumping ASI, makan makanan bergizi untuk bayi, cuci dan steril pumpingm dot, botol dll. Itu baru urusan rumah, belum tetek bengek bayi dari mulai pesen online/belanja jika minyak telon/pampers udah abis, gantiin popok, mandiin, lipetin  baju bayi  dan segudang aktifitas yang dilakukan setiap hari dengan terus menerus. 

Perlu diketahui, untuk sekedar tidur siang pun mesti curi curi waktu. Diutamakan makan dulu kemudian pumping ASI dan ketika sudah siap mau bobo cantik eh bayi bangun minta nen. 

Kalo pas malem jangan ditanya, si ibu baru ini yang pertama kali bangun ketika bayi bersuara, menyapih di dini hari dengan mata yang berat. Bangun tidur, tangan dan pinggang pegel adalah hal biasa. 

Bukan maksud hitung-hitungan-an atas pengorbanan seorang Ibu seperti apa, atau merasa paling berkorban. Setiap keputusan yang diambil pasti ada resiko nya yang kadang bikin senang atau sebaliknya. Pun sama ketika memutuskan punya anak, sudah jelas apa resiko yang akan dihadapi nanti, jadi siap untuk kurangi mengeluh dan banyak bersyukur. Si Bapak baru juga mungkin merasakan hal yang sama, tapi jelas fokus dan kapasitasnya berbeda.

Tulisan ini bukan untuk membela atau membenarkan (hal yang keliru misal sampai menyakiti bayi) semua tentang si Ibu baru yang mungkin sedang mengalami baby blues atau Post Parfum Depression.

Tulisan ini dibuat hanya ingin memberikan sedikit perspektif bahwa si Ibu baru juga masih tahap belajar. Tolong jangan di judge, disalahkan bahkan dibilang tidak ikhlas dalam hal mengurus anak sendiri. Saking sayangnya suami/ortu/mertua/keluarga sayang dengan bayi, bukan berarti si ibu baru ini patut disalahkan, dikomentari, atau dijudge. Rasa sayang Ibu kepada anaknya tak bisa digantikan, bahkan jika harus mengorbankan nyawa sekali pun, si ibu baru ini siap kapan saja mati demi anaknya. 

--------------

Dear New Mom, kalian hebat sudah sampai di tahap ini. Kadang kita perlu tebal kuping terhadap saran/masukan yang tiada henti mampir di kuping kita. Tebal hati terhadap judge/kritik yang diberikan kepada kita. Betul, semua karena sayang yang berlebih dari orang-orang sekitar terhadap anak kita, tapi sayangnya mereka lupa rasa "empati" terhadap si Ibu baru. 

Iya, si ibu baru yang tiap hari bingung harus gimana, dikejar waktu belajar banyak hal setiap harinya. Buku yang dibaca, seluruh intisari yang ditulis dalam buku catatan serasa sia-sia. Tapi satu hal yang berhasil menengkan hati dan membuatnya untuk terus belajar setiap hari yaitu senyum manis si bayi mungil. Meski sering terjadi saat kita sedang menyusui, perut dalam keadaan kosong, dasteran, keringetan campur ASI yang rembes. Dia bagai malaikat kecil yang hanya bisa bergantung denganmu, dengan ASI yang keluar dari tubuhmu. Percayalah ketika seribu orang diluar sana menghakimi, mengkritikmu, menyalahkanmu tapi akan selalu ada satu orang yang tetap tersenyum dan membutuhkanmu, yaitu anakmu sendiri. Hal tersebut membuat si Ibu baru siap diterpa apapun asal demi kehidupan si bayi.

Semoga yang membaca ini bisa lebih empati sama si ibu baru. Turut mendukung, memihak dan menenangkan. Bukan disalahkan, dikomentari ini itu. Kasih ibu sepanjang masa untuk anaknya, percaya!


Bogor, 19 Desember 2021

Selamat 1 bulan anakku, Kirana Kala Senja :)



Read More

Total Tayangan Halaman

NungaNungseu. Diberdayakan oleh Blogger.