MEANING OF LIFE, JOURNEY, TRAVELLING AND HAPPINESS

Senin, 25 Februari 2019

Self Love vs Love Him/Her

To take care of yourself is to love, to love is to create more beauty in the world. Let’s allow self love to blossom as we welcome the new…
sumber : pinterest


Kalo disuruh memilih, lebih pilih self love atau mencintai dia?


"Mencintai dia lah, dapetinnya aja sulit banget. Kalo self love mah insyaallah everytime bisa"



"Mencintai diri sendiri dong, karena udah pasti ga akan disakiti atau dikhianati 
kaya mencintai si dia"



"Mencintai dia lah, aku dedikasikan hidup aku untuk memberi cinta kepada sesama. 
Cinta untuk diri sendiri? Gampang, orang lain dulu, diri ini belakangan aja"


"Mencintai diri sendiri dong, gimana mau cinta yang lain kalo cinta ke diri aja belum bisa"


Kira kira itu sih hasil survey lewat instagram story. Banyaknya sih pilih self love ampe 70%. Nah menurut kamu, yang mana dulu nih yang mesti kita pilih?

Jadi, selain aku sedang fokus menyebarkan konten #selflove di media sosial ya dipikir pikir self love lebih penting deh sebelum kita pilih mencintai si dia. Gimana kita bisa tulus mencintai orang lain kalo diri ini aja gak kita cintai dulu? Gimana kita mau memberi hati ke yang lain kalo hati didalam diri aja diacuhkan begitu saja, gak di apa apain? Gimana mau tau cara mencintai yang lain, cara mencintai diri sendiri aja masih bingung? Gimana mau bahagia-in orang lain, lah wong diri ini aja ga merasa bahagia? Gimana orang lain mau nyaman sama kita, kalo kita aja gak mencoba nyaman sama diri sendiri? Dan pertanyaan gimana lain nya.

Kok kayaknya egois ya? Ya kadang hidup perlu lah dikit dikit egois hehe. Bukan, bukan. Self love bukan berarti egois, tapi cara kamu untuk membalas kesetiaan seorang 'partner' dalam menjalani hidup yang indah nan penuh kejutan dari kita bayi sampai hari ini. Melewati beragam fase, beragam rasa dan beragam makna. Yang tidak akan lari kemanapun, yang akan selalu muncul dalam situasi apapun. Yang akan terus temenan tanpa ada kata meninggalkan dan ditinggalkan. Siapa kah gerangan? Ya diri sendiri.

Apaan sih maksudnya diri sendiri? Gausah disebut itu mah, diri sendiri kan masih bisa di bilang satu bagian. Kenapa dijadikan objek yang berbeda sih? Nah betul, karena diri ini bagian dari satu bagian (nah loh pusing ga wkwkwk) penting banget untuk kita perhatikan. Bahkan untuk hal yang sangat sederhana sekalipun. Perhatiin deh, untuk setiap ajakan apapun pasti dahulukan diri sendiri dulu. Misal, tulisan di kursi pesawat "selamatkan diri sendiri dulu baru orang lain" atau "mulai dari diri sendiri dulu baru orang lain" iya kan?

Hmm masih bingung? Langsung aja deh contoh self love itu ngapain? Bilang 'love me' sebelum bobo secara rutin? Memuji diri sendiri sambil ngaca dan merasa sombong? Haha bukan, bukan itu maksudku. 

Ada banyak contoh dari self love, misal me time. Memberikan waktu yang dipunya untuk kesenangan diri sendiri kaya nyalon, shopping, makan sesuatu yang disuka, travelling dan lain sebagainya. Atau mudahnya ialah merasa berterimakasih pada diri sendiri. Berterimakasih sudah mau diajak bekerja keras untuk achieve segala mimpi. Berterimakasih sudah mau diajak kesana kesini dalam kondisi badan yang kurang fit. Berterimakasih sudah sama sama melewati hari yang cukup panjang dan melelahkan. Dan berterimakasih dalam bentuk apapun.

Selain berterimakasih, berani berkata tidak dan gak memaksakan apapun yang diri ini gabisa juga bagian dari self love. Jangan merasa gak enak akhirnya jadi mengorbakan perasaan, ngedumel dan jadinya makan hati sendiri. Melakukan sesuatu yang diri ini suka tanpa paksaan dan tuntutan dari netizen, itu juga aksi dari self love loh. 

Kalo dari sisi cowok mungkin self love dengan main game. Lakuin hobi yang buat seneng, misal motret atau main musik eh tapi bukan ngerokok ya hehe. Beli sesuatu yang mahal sebagai apresiasi diri juga contoh nyata dari self love loh. Dan adaaaaaaaa banyak hal lainnya yang bisa diterapkan dasar dasar self love nya. Intinya ialah doing something that make you happy. If you happy with your self, it will be easy to make other happy too :)

Eh sama satu lagi, kalo kita aja merasa bahagia sama diri sendiri dengan cara self love ya si dia juga akan ngerasain hal yang sama. Ingat, rasa itu menular kaya berbuat baik. Once kamu happy with your self, saat itu juga (tanpa kamu sadari) kamu udah share a little bit happiness to others. Ga percaya? Coba deh buktiin!

Jadinya setelah self love, what next? Benefitnya apa buat hidup seteleh mencoba mencintai diri sendiri? Hidup akan terasa mudah, santai dan nikmat.  Gak akan merasa sendiri lagi. Punya power dari dalam diri untuk melewati hari. Bahkan hari berat sekalipun. Dan habis self love, akan lebih mudah untuk love him/her karena udah tau cara caranya hehe. Mau coba?

Nah, kalo habis baca ini dan ada pertanyaan yang sama "pilih mana, self love atau love him/her?" kamu akan jawab apa? Share dong di komentar :*


Semoga menginspirasi :)


Jakarta, 25 Februari 2019


Read More

Sabtu, 02 Februari 2019

Melawan Dunia

Hasil gambar untuk melawan dunia RAN
foto : google



Haruskah kita berubah demi cinta
Agar mereka mau menerima
Ketidakbiasaan yang terjalin
Antara kita berdua

Haruskah ku memendam semua rasa
Haruskan ku memenjarakan asa
Hanya karena cinta kita
Tak seperti apa yang mereka mengerti
Mungkin berat tapi ku tau

Apa yang kita jalani
Sulit mereka pahami
Namun kuyakin ada jalan 
Untuk kita bersama
Asalkan kita berani 
Mencinta sepenuh hati
Meski seakan aku dan kamu 
Melawan dunia

Lalu kenapa bila memang kita berbeda?
Bukan berarti harapan tak akan ada?
Hanya karena cinta kita
Tak seperti apa yang mereka mengerti
Mungkin berat tapi ku tau

Apa yang kita jalani
Sulit mereka pahami
Namun kuyakin ada jalan
Untuk kita bersama
Asalkan kita berani 
Mencinta sepenuh hati
Meski seakan aku dan kamu 
Melawan dunia

Kita tak akan terpisahkan
Apapun yang menghadapi
Selama cinta di hati
Masih menjadi alasan kita bersatu


Melawan dunia. Iya melawan dari persepsi orang orang tentang hidup kita. Melawan dari penghakiman orang orang atas pilihan yang diambil di hidup kita. Melawan dari perbincangan orang orang tentang apa yang sedang terjadi di hidup kita. Melawan apapun yang kontra di hidup kita. Apapun yang kita lakukan, semua akan telihat salah atau kurang benar dan bahkan tidak benar di mata orang lain. 

Tidak masalah. Jangan ambil pusing. Seperti kata lirik lagu diatas "apa yang kita jalani, sulit mereka pahami". It will takes time if we try to explain what is really happen in our life. Kita hanya punya waktu dan kapasitas terbatas. Iya terbatas. Fokus kepada orang orang terdekat yang menerima dan mencintai kita sepenuh hati.

Haruskah berubah agar mereka mau menerima?

Tidak. Tidak perlu kita berubah hanya ingin 'diterima' orang lain. Orang yang benar benar tulus, akan menerima kita apa adanya. Tanpa tuntutan. Tanpa paksaan.

Haruskah kita memendam semua rasa dan memenjarakan asa? 


Tidak. Rasa ada untuk diekspresikan. Jangan memendam rasa yang ada hanya karena orang lain. Apalagi menghilangkan asa atau harapan karena pandangan orang lain. Bebaskan. Lepaskan. Kita semua sama, sama dihadapan Tuhan.

Hanya karena tidak biasa seperti orang orang diluar sana tidak boleh punya harapan?

Orang orang yang ada diluar sana dengan kebiasaannya bukan berarti itu benar. Dan yang kita lakukan diluar kebiasaan orang orang itu bukan berarti salah. Jadi jangan takut jadi beda dan merasa salah. Salah benar itu relatif. Yang paling penting adalah jangan lelah untuk berbuat baik.

Semua itu akan terasa mudah jika kita BERANI. Iya, berani mengabaikan itu. Berani tidak mendengarkan. Berani fokus pada apa yang dijadikan tujuan. Fokus membahagiakan orang orang terdekat yang kita sayang. Tidak perlu bersusah payah mengorbankan banyak hal untuk membahagiakan semua orang, karena itu tidak akan terwujud. Kita gabisa membahagiakan semua orang. Jangan lupa bahagia pada diri sendiri terlebih dahulu baru bisa membahagiakan orang lain. Dan lagi, jangan coba coba hidup diatas ekspetasi orang lain, berat. Biar Dilan aja.

Dan yang paling terpenting selain berani ialah melakukan semuanya SEPENUH HATI. Iya, sepenuh hati didalam hati terdalam. Sepenuh hati dalam melakukan. Sepenuh hati dalam mencintai.

Mereka diluar sana tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Mereka diluar sana tidak tau apa yang kita rasakan. Mereka diluar sana tidak tau apa yang menjadi pertimbangan oleh kita dalam memutuskan sesuatu di hidup kita. Mereka diluar sana pasti akan sulit mengerti apa yang benar benar sedang kita alami. Mereka dan mereka yang tidak akan ada habisnya untuk mencela, mengomentari bahkan menjadi hakim duniawi.

Ya lirik lagu ini memang terinspirasi dari sepasang suami istri lalu mempunya anak yang memiliki kelainan dari lahir. "Berbeda" dari kebanyakan pasangan diluar sana yang bisa hidup bahagia setelah memiliki seorang anak.

Namun setelah mendengar (kembali) hari ini, melawan dunia ini bisa ditujukan dalam beberapa kondisi. Misal, hubungan yang tidak direstui keluarga. Hubungan anak dan orangtua. Keterbatasan dalam fisik atau materi. Memilki mental illness tersembunyi. Menjalankan peran seorang Ibu dengan keterbatasan bla bla bla. Menjalankan peran seorang kepala keluarga dengan tuntutan yang besar. Mereka dan mereka hanya ingin melihat dan peduli terhadap hasil. Proses sakit, perjuangan bahkan air mata sama sekali tidak ingin dibahas.

Aku percaya, setiap orang memiliki jalan hidupnya masing masing. Masalah di jenis dan level yang berbeda. Dan di era digitalisasi yang terus berkembang tiada habisnya ini, netizen yang ada serasa tau segalanya apa yang sedang terjadi di hidup kita. Menghakimi. Mengomentari tanpa merasa  berdosa.

Tidak semua hal di hidup ini bisa kita mengerti dengan logika. Apalagi memaksa orang lain untuk ikut juga mengerti tentang masalah di hidup kita. Jadi buat kamu yang sedang merasa "sulit", percaya deh bahwa selalu ada jalan untuk keluar. Berani. Menggunakan hati. Mencintai sepenuh hati. Dan kita bisa melawan dunia. Melawan "kebiasaan" yang dianggap normal dan rutin sehingga dianggap paling benar oleh orang orang yang merasa lebih tau tentang hidup kita.

Semangat yang sedang berjuang. Mari kita sama sama belajar, menerima dan menghadapi. Semoga menginspirasi!


Jakarta,
02 Februari 2019

Read More

Minggu, 16 Desember 2018

Reminder dari-Nya Lewat Ruang ICU

                    


Siang itu, untuk pertama kalinya aku masuk ruang ICU. Ternyata tidak sesuai dengan pikiran yang ada di kepalaku sebelumnya. Diruangan besar berbentuk persegi empat itu berjejer pasien di setiap dindingnya menghadap tengah ruangan. Dari ranjang pasien ke ranjang pasien yang lain hanya dibatasi oleh tirai yang bisa ditutup atau dibuka. Benar benar seperti space terbuka. Tepat di tengah ruangan terdapat meja berbentuk persegi panjang dengan space kosong di tengah nya. Itu adalah meja 'sibuk' dokter, perawat dan penjaga untuk mengupdate kondisi terkini dari masing masing pasien di ruangan tersebut. Tepat di depan setiap ranjang pasien terdapat satu meja dan satu kursi. Seolah olah pasien yang sedang ada diranjang tersebut ialah objek penelitian yang terus diupdate, diteliti dan dicatat kondisi setiap waktunya dari beragam sisi. Sisi denyut nadi, jantung, darah, nafas dan lainnya.

Di setiap ranjang pasien terdapat banyak alat serta selang infus yang masuk kedalam tubuh pasien. Salah satunya alat untuk mendeteksi denyut jantung dengan gambar seperti sandi rumput di layarnya dan banyak alat lainnya entah untuk apa. Suara alat dan tetesan infus menjadikan ruangan tersebut lebih hening dari biasanya. Semua orang yang ada di ruangan baik dokter, penjaga, perawat, keluarga sama sekali tidak bersuara. Jikalau bersuara dengan volume yang sangat kecil. Terdapat jam besuk keluarga di setiap hari nya dengan maksimal 2 orang yang masuk untuk 1 pasien. Telinga dan mata merasakan hal berbeda saat masuk ruangan tersebut. Ruangan penentu hidup dan mati seseorang.
Satu persatu aku perhatikan orang yang berada di ranjang tersebut. Mungkin ada sekitar 8 sampai 10 orang. Alat yang berada di kanan kirinya terus bekerja dengan selang yang terus mangalirkan cairan kedalam tubuhnya. Ada yang sudah mulai sadar dalam keadaan lemas, namun banyak juga yang belum sadar sama sekali. Ada yang seperti tidur nyenyak dan adapula yang bersuara saat bernafas menggunakan alat bantu seolah olah hanya untuk bernafas saja memerlukan banyak upaya. Dan semuanya sedang berada di batas hidup atau mati. Dari sana, aku baru mengetahui definisi koma itu apa.

Mereka semua yang terbaring tak sadar diruang ICU mungkin sedang berjuang. Berjuang untuk melawan rasa sakit didalam tubuh, berjuang untuk terus hidup atau menyerah untuk selamanya. Hanya untuk hidup bukan yang lain. Itu jadi tamparan didalam diri, yang masih suka mengeluh dengan badan. Manusia, ya manusia yang tidak pernah merasa puas. Merasa terlalu gemuk, terlalu kurus, kulit hitam, kulit putih pucat, berjerawat, ada tahi lalat di wajah dan protes protes lainnya. Padahal jika dilihat, semua yang sudah dikeluhkan atau diproteskan toh masih bisa disyukuri dengan nikmat sehat yang dirasa. Bernafas bebas nan gratis tanpa alat. Masih bisa beraktivitas dan bertemu dengan keluarga. Masih bisa produktif dan beribadah. Coba lihat orang orang yang sedang berada di ICU. Satu satunya keinginan yang dipunya ialah hidup. Iya, hanya hidup. Meski dalam kondisi apapun.

Balik lagi ke koma. Tak pernah terlintas dalam pikiranku ada salah satu keluarga yang mengalami koma dan terbaring di ruang ICU bahkan sampai berhari hari. Koma dan tidur adalah dua hal yang berbeda (dulu ku pikir hampir sama). Jika tidur, masih bisa dibangunkan. Sedangkan koma tidak bisa dibangunkan sama sekali. Itu definisi sederhananya. Banyak faktor yang menyebabkan seseorang bisa koma. Salah satunya pembuluh darah di otak pecah, sehingga otak tidak bisa berfungsi dengan normal. Otak menjadi organ paling vital dalam tubuh manusia. Bayangkan jika otak sudah tidak berfungsi dengan baik, bagaimana bisa organ yang lainnya bekerja dengan baik juga. Bekerja tanpa dikomandoi dengan otak.

Dan itu terjadi pada Kakak (Alm) Nenek ku. Nenek dari Mamah di Bandung. Prosesnya juga begitu cepat.  Beberapa tahun terakhir, Nenek ku memang dibilang masih kuat nan sehat di umur 86 tahun. Tidak pernah mengeluh sakit atau minum obat secara rutin. Bisa dibilang diumur menuju 90 tahun Nenek ku sangat mandiri, dari mulai mencuci baju hingga memasak nasi. Memang beliau dirumah sendiri. Suaminya yang TNI dan anaknya sudah meninggal lama. Anak yang lainnya tidak tinggal bersama. Namun disebelah rumah Nenek ku itu tinggal juga Nenek ku yang lain serta anak anaknya. Pagi hari itu, tidak biasanya Nenek ku berdiam diri di rumah. Dipanggil berkali kali pun tidak nampak batang hidungnya. Ketika dikunjungi oleh Pamanku dan mengintip dari balik jendela, Nenek ku sudah merosot dari kursinya tepat didepan TV. Pintu perlu didobrak dari luar karena pintu sudah terkunci dari dalam. Nenek ku pingsan tidak sadarkan diri. Dibawa ke puskesmas lalu ke UGD Rumah Sakit sampai akhirnya berada di ruang ICU. Terakhir berkomunikasi ya biasa saja tidak ada tanda tanda. Bahkan saat masuk ke rumahnya, Nenek ku sedang merendam pakaian kotor dan memasak nasi. Rutinitas yang biasa dilakukan setiap pagi.

Selama 9 hari di ICU keluarga datang silih berganti. Semua merasa teramat sedih melihat kondisi Nenek yang penuh dengan selang di sekujur tubuhnya sampai nafas yang dibantu oleh alat. Kondisi terus menurun setiap harinya hingga dokter  dan  perawat pun sudah angkat tangan. Jikalau Nenek ku dikasih umur panjang, fungsi otak dan organ yang lain tidak bisa berjalan normal. Bisa dikatakan, 'bertahan karena alat' meski aku selalu percaya mukjizat Allah SWT selalu ada. Temanku bilang, ruang ICU itu seperti bom waktu yang suatu saat pasti meledak. Tinggal menunggu waktunya saja.
Hari ini, 16 Desember 2018, jam 01.00 WIB dini hari Nenek ku menghembuskan nafas terakhirnya. Meski harus melewati situasi kritis, dimana denyut nadi sempat tidak ada dan tekanan darah yang terus tinggi, Nenekku meninggal di ambulance dalam perjalanan dari Rumah Sakit ke rumah. Aku kehilangan sosok orang yang selalu memberikan nasihat bijak dan doa. Tidak ada lagi cerita zaman penjajahan Belanda dulu. Tapi, sekarang Nenek ku sudah tidak perlu merasa sakit dan lelah berjuang didalam dirinya. Nenek ku bahagia di surga. Bertemu dengan suami, anak dan adiknya (Alm Nenekku) disana.
Mohon dimaafkan jika selama hidup Nenek ku ada salah. Orang yang Allah beri sakit, mungkin Allah maksudkan 'pesan' atau pengingat bagi yang menerima sakit atau keluarga sekitarnya. Dan aku merasa, Allah memberikan banyak pelajaran dan hidayah dari sakitnya Nenek, ruang ICU hingga meninggalnya hari ini. Dan aku share dalam tulisan ini. 

Semoga, kita yang masih hidup di dunia mensyukuri nikmat sehat yang dirasa setiap harinya. Mengurangi protes dan mengeluh ini itu tentang badan setiap waktunya. Bahwa, sehat adalah yang paling penting. Yang paling utama. Bukan materi, status sosial, pendidikan, gelar, percintaan dan lain sebagainya. Allah mengingatkan umat-Nya lewat beragam cara. Semoga kita bisa lebih peka menerima kode/maksud dari Allah agar terus hidup di jalannya Allah. Aamiin.

Al Fatihah untuk Nenek ku.

Semoga yang sedang sakit segera dipulihkan dan keluarganya diberi kesabaran serta keikhlasan menerima. Sabar dan ikhlas lagi lagi menjadi tokoh utama dalam perjalanan hidup manusia. Semoga yang sedang menunggu kepastian keluarga di ruang ICU tidak lelah untuk berdoa dan pasrah kepada Allah. Semoga yang selalu protes dan mengeluh terus diingatkan untuk bersyukur mulai dari hal hal sederhana. Tak lupa semoga orang orang yang berprofesi di bidang kesehatan seperti dokter,  perawat atau penjaga RS terus diberkahi Allah karena profesi mulia tersebut, menjaga dan merawat orang sakit. Umur manusia tidak ada yang tau. Sekarang sehat, mungkin besok bisa dalam keadaan koma. Tidak ada yang pasti dalam hidup. Satu satunya kepastian ialah kematian. Bagaimana cara kita meninggal? Apa merepotkan orang lain atau bagaimana. Siap tidak siap, ya harus siap.
Dan semoga sedikit tulisan ini menginspirasi. Sudah kah bersyukur akan nikmat sehat hari ini?



Bandung, 16 Desember 2018


Ditulis melalui handphone. Sambil memandang langit. Langit Bandung kali ini sedikit mendung, mungkin sedang ikut berkabung. 


Read More

Minggu, 02 Desember 2018

Relationship Goals (Part 2) : Duniaku dan Dunia Tanpa "Aku"

White couple experiencing virtual reality with VR headset | premium image by rawpixel.com
sumber : pinterest


Dalam kehidupan, apapun itu akan tiba saatnya rasa jenuh menghampiri. Apalagi yang namanya kebiasaan atau rutinitas. Rasa bosan kadang muncul secara tiba-tiba. Nah buat kamu yang sudah punya pasangan, pernah ga sih merasa hubungan yang sedang terjalin dianggap sebagai rutinitas? Misal, membangunkan pasangan di pagi hari lewat telepon, mengucapkan jangan lupa makan dan solat, sharing dan update kejadian di hari tersebut sebelum bobo sampai jadwal malem minggu atau weekened bersama.

Kebanyakan bagi kaum wanita, pria harus selalu ada 24/7 dalam seminggu. Harus muncul seperti hero ketika dibutuhkan, saat itu juga alias right now. Tapi tahukah kamu girls, mereka para pria juga memiliki dunianya sendiri. Dunia yang tidak begitu mudah di mengerti para wanita. Dunia yang sebetulnya agak aneh sih jika disebut 'dunia'. Dan yang paling utama, di dunia tersebut sama sekali tidak ada kamu didalamnya. Dan kamu harus menerima itu tanpa protes.

Nah kayak gimana sih dunia pria yang tidak ada kamu (wanita) didalamnya? Misal : Main games online, nongkrong sama temen temen cowoknya, having fun sama keluarganya ataupun menjalankan segudang hobinya. Apalagi jika si pria itu introvert, beuh bisa risih dia diikutin sama pasangannya kesana kesini. Malah kalau terus berdampingan dengan ego masing masing bisa jadi berantem. Oopss! 

Kita sebagai wanita, jangan mau mudah terkecoh. Merasa tidak dibutuhkan, tidak diperhatikan atau bahkan tidak disayang saat pasangan sedang menikmati dunianya. Yaitu 'dunia tanpa aku' didalamnya. Pada dasarnya pria menyukai hal yang simple dan menggunakan otak dalam merespon apapun. Sedangkan wanita pasti berpikir lebih ribet dengan perasaan yang selalu paling depan dalam merespon apapun. Kebanyakan karena ini nih hubungan menjadi dianggap tidak sehat, sedikit romantis dan banyak tidak manisnya. Akhirnya balik badan, bubar jalan sebelum mencapai tujuan.

Jadi, gimana nih kita sebagai wanita bisa menghadapinya? Yang pertama harus dilakukan adalah jangan mengekang. Pria nih kalo makin dilarang makin ganas, makin jadi. Karena dirinya merasa ditantang. Dan ingat pride seorang pria itu tinggi sekali. Jangan lupa, pasangan juga manusia yang punya 'kehidupannya' tersendiri. Mimpi, pencapaian pribadi dan ruang untuk mengaktualisasi diri. Lalu yang kedua, ketika pasangan kita sedang sibuk dengan 'dunia tanpa aku' nah kita juga bisa menyibukkan diri dengan duniaku. Apa sih duniaku? Sama seperti privasi dimana hanya kamu aja yang tau. Termasuk siapapun orang yang ada di dunia ini. Lakukan apapun yang buat kamu bahagia. Karena rasa bahagia itu timbul dari diri sendiri, we create it dan itu menjadi hukum privasi bagi setiap manusia. Lah kok bisa? Seperti kalimat yang ada dalam buku @nkcthi "ketika kita menaruh ekspetasi di raga orang lain, kecewa akan selalu menjadi teman". Raga orang lain disini adalah siapapun termasuk pasangan, keluarga, sahabat dan lainnya. Prinsipnya sama, kebahagiaan adalah hal privasi yang diciptakan diri sendiri. Dan lagi lagi hanya diri kamu yang bertanggung jawab atas bahagia atau tidaknya kamu dalam menjalani hidup penuh drama ini. You did it?

Ritmenya hampir sama seperti ini. Pria mengejar-wanita berpikir panjang-wanita menerima-pria sibuk dengan 'dunia tanpa aku'-wanita kecewa. Repeat. Dalam kondisi ini, ini saat yang tepat bagi kita (para wanita) untuk improve banyak hal. Untuk berjuang mencari peluang yang bermanfaat untuk diri sendiri tentunya. Misal : belajar make up, diet agar bisa memiliki badan idaman, nyalon, shopping sama temen temen dan anything that make you happy. Hal tersebut dilakukan bukan untuk pasangan ya, apalagi biar 'dilirik' orang lain tapi bener untuk appreciate diri sendiri. Love self kalo bahasa lagi nge-trend nya.

Jika pasangan sudah menemukan 'rumah' dalam diri kita, maka jangan takut kehilangan. Sejauh apapun melangkah, rumah akan selalu jadi destinasi terakhir. Semoga kita bisa menjadi insan wanita yang tidak mudah dikecewakan oleh hal yang sederhana, akan tetapi bisa menjadi insan wanita yang mudah merasa bahagia karena hal sederhana. Jangan lupa, semoga kita semua selalu dipeluk oleh keberkahan. Aamiin.

Persepsi diatas timbul akibat pemikiran pribadi dalam menjalani hubungan dengan pasangan ditambah sharing dengan beberapa teman pria baik yang belum dan sudah menikah. Ingat, setiap orang memiliki sudut padangan nya masing masing dalam melihat sesuatu. Bukan tanggung jawab kita untuk ikut merubah/membenarkan apalagi menyalahkan apa yang mereka pandang. Itu tugas besar. Berat, kawan!

Jadi teringat kalimat yang pernah dilontarkan pasanganku, katanya "kalo nanti aku meninggal duluan dan kamu gabisa melanjutkan hidupmu sebagaimana mestinya, berarti aku gagal". Jauh dari kata romantis ataupun manis namun terdapat makna yang sangat dalam di kalimatnya. Terus memikirkan itu sepanjang malam dan jadilah tulisan ini.

So, tulisan ini 100% dari pemikiran diriku sendiri ya. Mungkin setiap orang/pasangan punya cara terbaik masing masing untuk solved problem. Kalau kamu dan pasanganmu, gimana? Share dongs!


Semoga menginspirasi!

Jakarta, 2 Desember 2018
Ditulis dalam kamar kosan di hari Minggu. Sudah mandi dan ditemani rasa malas. Lazy Sunday katanya.


Read More

Rabu, 21 November 2018

Bohemian Rhapsody Film : Sang Legenda yang Menginspirasi

Hasil gambar untuk bohemian rhapsody film poster
foto : google

Jadi tadi tuh baru banget selesai nonton film "Bohemian Rhapsody". Sebelumnya emang banyak kepo tentang film ini baik di youtube atau wikipedia. Denger komentar announcer di radio dan baca artikel online emang bagus katanya. Terus pernah waktu itu pas lagi insom, youtube-an tentang Queen dan Freddie Mercury ampe jam 3 pagi. Makin penasaran dongs. Jadi akhirnya memutuskan untuk nonton film ini di bioskop. Hasilnya? Gak nyesel sama sekali. Ini film kereeeen banget!! Ya meski baru nonton 2 minggu lebih setelah rilis tapi gak apa apa deh yang penting rasa penasaran dibayar tuntas dengan berkesan :)

Jadi film ini menceritakan bagaimana band rock asal Inggris yaitu "Queen" terbentuk sekaligus cerita personal dari sang vokalis utama yaitu Farrokh Bulsara yang mengganti nama menjadi Freddie Mercury. Bohemian Rhapsody adalah salah satu single dari Album Queen yang berjudul A Night At Opera. Tenang aja, tulisan ini gak akan membahas sinopsis si film atau spoiler dari ceritanya ya. Seperti biasa, jika tulisan ini ada di blog berarti aku menemukan insight lain tentang how I look this life work. Karena sampai saat ini aku masih belajar untuk menjadi manusia dan menjalani kehidupan sebaik baiknya.

1. Kisah Nyata 

Selalu tertarik dengan suatu cerita yang diangkat dari kisah nyata. Apalagi yang bisa menimbulkan inspirasi. Seperti film ini misal.  Bagaimana seorang legend yang bernama Freddie Mercury dan meninggal di umur 45 tahun karena penyakit AIDS. Belum lagi kehidupan pribadi yang menceritakan bahwa dia memiliki kelainan seksual (suka sesama jenis). Disamping dua point yang cukup membuat aku 'tertarik' untuk lebih tau film ini, ternyata musikalitas seorang Freddie Mercury tidak bisa diragukan lagi. 

2. Vokalis Utama yang Cerdas 

Performa di panggung hingga suara 4 oktaf nya menjadikan dia punya ciri khas sendiri. Pria flamboyan ini juga memiliki banyak ide untuk band yang sudah dianggap sebagai keluarga nya itu. Dimulai dari nama band diambil dari kata "Queen" dengan harapan band ini dihormati orang orang layaknya seorang Ratu (dan benar benar kejadian loh!). Logo Queen yang dibuat sendiri berdasarkan zodiak dari 4 anggota bandnya serta lirik lagu Bohemian Rhapsody yang dia tulis sendiri dan menjadi fenomenal.

Berbicara lirik lagu Bohemian Rhapsody yang memiliki makna "tersirat" makin buat aku penasaran untuk kepo lebih dalam. Dimulai dari kata 'bismillah' sampai 'beelzebub' ada dalam lirik lagu tersebut. Beelzebub adalah salah satu nama dari 7 nama setan dalam ajaran Kristen Katolik. Yang pasti seorang Freddie Mercury bisa menciptakan lagu dengan konsep yang menggabungkan antara musik rock, kemahiran nada di piano sampai pertunjukan opera. Dan semua itu terbungkus apik dalam lagu Bohemian Rhapsody.

Di film ini juga menceritakan tentang durasi lagu Bohemian Rhapsody yang sampai 6 menit dimana sudah pasti tidak bisa/tidak akan diputar radio. Sempat ganti manajemen gara gara lagu ini. Tapi Freddie Mercury dan kawan kawan tetap punya prinsip bahwa lagu ini harus dijadikan single di album terbarunya. Tapi siapa sangka lagu dengan nada yang tidak beraturan, lirik tersirat dan judul yang aneh ini berhasil membuat band Queen mendunia hingga menjadi legenda. Insight dari cerita diatas, ya jangan takut untuk jadi beda, punya prinsip akan sesuatu dan jangan takut untuk take a risk.

3. Menjadi Seorang Penyanyi adalah Takdir yang Memanggilnya 

Selain itu, ada yang menarik juga dari film ini. Bagaimana seorang Freddie Mercury yang asalnya hanya menjadi tukang angkut barang turun pesawat hingga menjadi penyanyi laki laki yang digandrungi era 80-an sekelas Michael Jackson (tahun 70an), Justin Timberlake (tahun 90an) sampai Justin Bieber (tahun 20an).  Kita ga pernah tau takdir membawa kita kemana atau menjadi apa. Freddie yakin dengan takdirnya sebagai penyanyi. Ada rasa luar biasa saat jutaan penonton fokus melihatnya diatas panggung, bagaimanapun dia berusaha semampunya, dia tidak bisa nyanyi dengan false kala itu. Ada rasa cinta seperti rasa cintanya kepada Marry Austin (entah dialog di film ini disebut gombal atau beneran hehe). Apakah itu disebut dengan passion?Marry Austin adalah kekasihnya Freddie sebelum akhirnya dia mengetahui bahwa Freddie homoseksual. Meski begitu, sampai akhir hayat Marry Austin tetap menjadi teman baiknya.

Dari film ini aku melihat bagaimana seseorang menjalani hidup dengan jiwa passion setiap harinya. Bahkan rela menghabiskan sisa hidupnya untuk itu. Seperti Freddie di bulan bulan terakhir sebelum meninggal. Dia rela ikut ambil bagian membuat album Queen, syuting video musik terakhir dalam lagu "These Are The Days Of Our Lives" pada Mei 1991 yang terlihat sekali Freddie sedang sakit, badannya kurus dengan mata yang sayu. Hal itu dilakukan nya karena dia merasa menjadi seorang penyanyi adalah takdir yang memanggil nya dan dia harus menjalani itu sama seperti penyakit AIDS yang dideritanya. Dia selalu berusaha memenuhi ekspetasi para penggemarnya saat perform atau bermusik. Pada Juni 1991 dia menyatakan pensiun dari Queen karena kondisi tubuh yang mulai rapuh dan tepat pada tanggal 24 November 1991 Freddie Mercury dinyatakan meninggal sehari setelah press release kepada media (melalui manajer band nya) bahwa dia positif terkena HIV/AIDS. 

4. Penyakit AIDS dan Agama Zoroaster

Pneumonia atau radang paru-paru karena komplikasi AIDS yang menjadi penyebab utama Freddie meninggal. Saat meninggal, Freddie ditemani oleh asisten pribadi dan pacar guy nya yang bernama Jim Hutton. Bahkan dihari hari terakhirnya juga Mary Austin rajin datang kerumahnya untuk menjenguk Freddie. Selain itu ada yang menarik dari agama yang dianut oleh Freddie (dan aku baru tau dari film ini) namanya Zoroaster. Zoroaster atau Majusi adalah sebuah agama dari daerah Persia yang memuja patung. Tidak heran setelah meninggal, Freddie dikremasi/dibakar dan Abunya dikubur di satu tempat dimana hanya Marry Austin saja yang tau. Dan Marry Austin menjadi satu satu nya orang yang mendapat warisan terbanyak hingga royalti dari lagu yang sudah Freddie ciptakan selama ini. Sangat dalamnya cinta Freddie kepada Marry Austin, tapi kenapa biseksual ya?

5. Sang Legenda yang Menginspirasi

Ada beberapa pendapat yang menyatakan bahwa film ini tidak 100% nyata dengan alur yang sedikit dirubah. Aku gatau mana yang benar, tapi aku tau namanya film pasti tidak bisa menayangkan 100% seperti buku atau cerita aslinya karena persoalan durasi. Intinya film ini kasih aku insight lain dari cerita seorang manusia. Terlepas dia public figure atau bukan, homoseksual atau pengidap ODHA sekalipun. Karena kita bisa belajar dari apapun, siapapun bahkan dari hal negatif sekalipun. Cara Freddie menjalani hidup dan menjadikan musik sebagai takdirnya. Gaya hidup 'sembarangan' yang membuat dia tertular penyakit AIDS dan sangat ia sesali di tahun tahun terakhirnya hidup. Sampai perfoma luar biasa Freddie Mercury diatas panggung. Dia benar benar bernyanyi dari hati untuk penggemarnya. Bahkan Freddie pernah buat pernyataan seperti ini "Aku bukan pemimpin dari Queen, aku hanya vokalis utama" atau seperti ini "aku besar seperti sekarang karena aku sedikit untuk diwawancarai". Ah rasanya mulai hari ini aku beneran menjadi fans nya Freddie Mercury deh. Fixed! hehe

Aku bisa lihat kualitas dari masing masing anggota Queen sebelum zaman teknologi canggih seperti sekarang. Mereka benar benar memiliki bakat luar biasa dalam bermusik. Makin kesini, baru sadar bahwa lagu lagu dulu yang sering aku dengar ternyata lagu Queen. Jadi totally film ini worth it untuk ditonton. Kalo mau tau cerita lebih lengkap untuk film ini silakan tonton full filmya. Dan kalo mau tau lebih dalam tentang Freddie Mercury boleh banget baca di Wikipedia. Sangat jelas, detail dan panjang tentunya hehe. 

Terima kasih untuk film yang dibuat kurang lebih 10 tahun ini terkhusus Rami Malek yang sangat epic dan orisinil memerankan tokoh Freddie Mercury. I learn a lot dari popularitas band Queen di masa itu sampai kehidupan pribadi seorang musisi bernama Freddie Mercury. Sampai sekarang masih terngiang ngiang lagu Queen yang terkenal kaya Love Of My Life, We're The Champions, I Want To Break Free sampai lagu Bohemian Rhapsody sendiri. Rest In Peace Freddie Mercury sang Legenda.

Penampilan Queen saat membawakan lagu We Are the Champions 
Live AID, Wembley Stadium 1985



Semoga menginspirasi!

Jakarta, 21 November 2018.


Read More

Total Tayangan Halaman

NungaNungseu. Diberdayakan oleh Blogger.