MEANING OF LIFE, JOURNEY, TRAVELLING AND HAPPINESS

Selasa, 30 Juni 2015

WILD


Salah satu referensi film dari saya tentang travelling. Of course selain into the wild dan 127 hours satu film yang membuat saya terpesona yaitu film WILD.

Film yang di rilis tanggal 5 Desember 2014 di Amerika ini dibintangi oleh Reese Witherspoon yag akting nya keren parah mnjiwai bingit. Perjalanan 1000miles di Pacific Crest Trail (PCT) dalam 89 hari. Yang bikin saya tertarik karena tokoh utama film ini adalah seorang wanita. Solo travelling, 1000miles, 89 hari. KEREN PARAH!!!
Read More

Minggu, 28 Juni 2015

Lapang

Sore itu tak sengaja aku menengadah langit, menghirup nafas yang cukup panjang sambil memandang matahari yang hampir tenggelam di ufuk barat. Matahari kali ini berwarna jingga dengan bentuk sangat sempurna. Senja yang sangat menawan.

Matahari. Di dunia ini hanya ada satu matahari, dimana sang matahari harus 'bersikap' adil menerangi seluruh isi bumi. Pemandangan matahri tenggelam bukan hanya dapat dilihat oleh aku seorang tapi dapat dilihat oleh jutaan bahkan milyaran umat manusia di dunia dengan waktu yang berbeda. Matahari miliki semua orang, bukan hanya ada untuk dipandang dan dikagumi oleh aku seorang.

Pernah kah kamu berpikir? segala sesuatu di dunia ini pun tercipta bukan hanya untuk dirimu saja. Bukan hanya untuk dikagumi dan dijadikan 'hak' miliki seorang oleh dirimu. Terkadang, saya atau mungkin sebagian dari kita merasa, segala sesuatu yang menyenangkan dalam bentuk wujud dan tidak berwujud dan merasa memiliki satu perasaan atau satu frekuensi dengan kita pada akhirnya akan pergi. Pergi untuk merasa dikagumi dan 'dimiliki' oleh orang lain.

Haruskah kita marah? haruskah kita memaksa 'mereka' untuk tetap menatap kita dan tidak berpaling ke yang lain? Apa ini namanya sirik? iri? atau hati ini dipenuhi oleh sifat egois yang berlebihan?

Segala yang datang pada kehidupan ini, dalam bentuk apapun, sadari lah bahwa 'mereka' hanya sementara. Mereka datang di waktu kita membutuhkannya dan akan pergi disaat kita sudah bisa tanpanya. Sahabat, keluarga, teman, kekasih, kebahagiaan, tawa, keindahan alam dan lain sebagainya. Intinya adalah, bagaimanapun kondisinya, diri sendiri lah yang akan tetap setia menemanimu sampai nanti. Diiringi dengan hati yang tak pernah lepas berucap syukur pada yang Maha Kuasa.

Hati yang lapang, bagaimana cara untuk mendapatkan hati yang lapang? ikhlas yang benar-benar ikhlas?

Read More

Minggu, 24 Mei 2015

Revolusi Media


Bagaimana media hari ini, menurutmu?

Kalimat diatas yang jadi inspirasi saya nulis blog kali ini. Setelah nonton NET 2.0 juga sih yaaaaaaa~
Perlu disadari secara tidak langsung, media berperan penting dalam pembentukan karakter seseorang bahkan mental suatu bangsa. Media yg berkualitas pasti membawa orang ya g nontonnya ikut berkualitas.

Media yang berkualitas itu yang kaya gimana sih?

Banyak sudut pandang tentang media yang berkualitas, tapi perspektif saya disini media yang berkualitas adalah media yang bisa dan mampu untuk memberikan inspirasi untuk banyak orang, dikemas seringan mungkin namun tetap entertaining dan ada nilai edukasi di dalamnya. Media harus bersikap netral dan bukan hanya fokus pada bisnis atau rating semata tapi benar benar menomorsatukan visi paling fundamental bagi suatu media, yaitu membangun bangsa.

Saya sungguh sangat mengagumi Pak Wishutama, saya pernah datang ke seminar nya langsung dengan tema "Media Today and Tomorrow" disana saya benar benar dapat banyak ilnu mengenai peran media, jiwa nasionalis dan era digitalisasi saat ini.

Beliau pernah bilang bahwa kesempurnaan itu adalah impossible tapi usaha menuju kesempurnaan adalah keharusan. Saya sangat setuju 

"Zero mistakes isn't good enough" "success isn't glamming but success is preparation"
Semoga inspirasi dan semangat nya Pak Tama bisa bawa saya menjadi salah satu dri bagian Revolusi media di Indonesia melalui NET TV. Aamiin

Maju terus media Indonesia!!
Peace ✌✌
Read More

Minggu, 17 Mei 2015

Bukan akhir perjalanan!

Yang pernah menjadi mahasiswa tingkat akhir dan telah menyelsaikan study nya pasti pernah melewati yang namanya SKRIPSI. Yang anak muda selalu pelesetkan dengan skripsh*t, skripsweet sampai skripdog?!!!

Dulu waktu saya amsih semester awal kuliah, saya berpikir dih mereka lebay banget sih emang skripsi kaya gimana sih? sesusah apa sih? kok kayaknya banyak yang stress dan ga kelar-kelar nulisnya? hemmm -______- padahal kan cuman  nulis makalah biasa cuman pake alat penelitian dan lain-lain. Ya ampyuuuunnnn ya amsyong salah besar banget gueeeeee :(

So buat yang baca blog saya yang masih awal kuliah jangan dulu deh menjudge kaya yang gue lakuin hahahaha bener ya kata pepatah kita ga akan tau kalo kit abelum mencoba/merasakannya. So komen publik yang beredar diluar sana yang paling penting ya diri sendiri menanggapinya seperti apa.

Sempet di buat stress sama ini skripsi hahahaha niat saya 3 bulan kelar ternyata belum ter-realisasi. Sempet dibuat bingung sama BAB 1 yang fenomenanya katanya harus muncul dan keluar jelas. Alhamdulillahnya saya dapat dosen pembimbing yang luar biasa perhatian dan peduli banget sama gueeeeeeeeeeeeee yang ngerjain BAB 1 belum kelar-kelar hahahaha

Saya mencoba memotivasi diri sendiri setiap waktu, memastikan bahwa saya akan mampu mengahadapi ini semua. Skripsi itu sebenernya ga gampang dan ga susah juga, namun bisa dikatakan kompleks ketika orangtua memberikan harapan yang tinggi pada anaknya untuk segera lulus, teman-teman yang dulu barengan kini sibuk ngejar tugas akhir nya masing-masing. Ini yang belum saya rasakan diawal saya jadi mahasiswa. Belum lagi suka ada drama sana sini yang pamer udah lulus duluan tapi ternyata skripsinya copy paste :(

Apa yang harus saya takutkan dari yang namanya skripsi? apa si skripsi akan ngegigit saya? membunuh saya? tapi saya cukup merasa dihantui dengan skripsi. Yang pasti, skripsi bukan akhir perjalanan saya, skripsi hanya satu bagian dari perjalanan hidup saya, skripsi bukan penentu akhir hidup saya. Setelah skripsi ada beberapa tahapan yang akan saya lalui sampai nanti.

Lewat blog ini saya akan merubah sudut pandang tentang skripsi. Meski saya harus terus belajar dan membiasakan diri berpikir dan berperasaan positif tentang skripsi. Ini hanya salah satu tempat saya istirahat di tengah-tengah perjalanan yang harus saya selesaikan untuk bisa melangkah maju mengejar tujuan saya di depan.

Buat yang sekarang lagi nyusun, saya yakin pasti kalian pernah merasa di titik seperti saya hehe. Keep fighting for the best future yaaaa! Siapkan untuk menjadi sarjana berkualitas :D

Regards,
Nunga calon sarjana ekonomi berkualitas yang lagi mencoba udahan galaunya :p
Read More

Senin, 27 April 2015

Don't Blame Your Self, please!


Aku lagi duduk diatas kasur sambil memandang laptop dan mulai mengetik apa yang akan aku tulis di postingan kali. Pukul 22.16 aku ditemani oleh seegelas yoghurt dan sedikit cemilan. Seakan aku lupa program 'stop makan malam' ku yang sudah aku mulai beberapa bulan yang lalu. Sungguh aku sedang ingin menikmati saat-saat ini.

Obrolan dengan salah satu teman siaware ku tadi yang membawa aku untuk menulis disini. Ada satu point yang saya suka, Don't blame yourself. Akhir akhir ini memang aku menyalahkan diri sendiri, kurang ini lah itu lah dan menyalahkan segala hal atas situasi yang tidak sesuai dengan rencana. Egois dan rasa ambisus aku mulai terlihat.

Katanya ambisus itu bisa dikatakan positif dan negatif loh. Sifat egois bisa jadi positif apabila kita bisa mengontrolnya. Ah aku sama sekali gabisa menilai diri aku seperti apa. Seperti sebuah opera di dalam diri sendiri, yang bisa menentukan penampilannya hanya penonton yang melihatnya dari luar, sedangkan para pemainnya bisa menilai hanya lewat emosional sesaat.

Pernah mendengar istilah mindfulness? Istilah itu ada di buku Sadar Penuh Hadir Utuh karya Adjie Silarus yang juga merupaakh salah satu penulis buku best seller Sejenak Hening.

Ini buku keren dan pas bagi aku. Aku termasuk tipe orang yang overthingking sehingga gampang stres. Aku orang yang ambisius sehingga jika sesuatu tidak sesuai rencana sangat mudah bagi saya untuk menjadi down. Di buku tersebut dijelaskan bahwa manusia seharusnya 'hidup' di kehidupannya. Menikmati segala sesuatu nya misal saat meliha bunga mekar indah di taman, merasakan hembusan angin di senja, langit yang cerah ataupun rasa garam saat kita sedang memakan ansi goreng di pinggir ajlan. Pikirkan dan rasakan saat itu, jangan sampai pikiran kita melayang di masa depan yang belum pasti. Teori ini saya sudah tau lama, namun saat mempraktikannya perlu usaha lebih keras dan dilakukan secraa terus menerus.

Pernah ga kamu ngerasa orang-orang disekitar kamu berubah dan mulai menjauh? terus kamu bingung atas segala hal yang sedang terjadi sedangkan orang-orang di skeitar kamu merasa snagat biasa saja? Lalu kamu mulai stress dan overthingking dan hasilnya blaming your self?

Aku mulai merasa lelah dengan segala pikiran dan kekhawatiran aku akan suatu hal yang belum tentu terjadi. Tapi aku anggap ini sebagai steap a head untuk menjadi dewasa dan siap melakukan banyak 'kesalahan; untuk pembelajaran hidup saya di masa depan.

Nanti aku share ya buku karya Adjie Silarus :)
Read More

Total Tayangan Halaman

NungaNungseu. Diberdayakan oleh Blogger.