Meaning Of Life, Journey, Travelling and Happiness

Minggu, 27 Maret 2016

Yakin, Travelling Untuk Cari Kebahagiaan?


Saat ini, pariwisata di Indonesia lagi meningkat drastis. Banyak acara TV yang menampilkan pesona Indonesia yang berhasil membuat orang-orang pengen pergi ke semua tempat indah di Indonesia. Semua orang yang pergi kesana alias travelling untuk Explore Indonesia punya tujuan yang berbeda. Ada yang buat ngabisin uang, buat pamer, buat posting di medsos dan buat cari kebahagiaan. Terus aku pernah liat seseorang bilang gini di medsos "gausah pergi jauh untuk merasa bahagia" terus posting foto lagi di tempat wisata.

Loh loh terus aku nanya dalem hati, emang buat ngerasa bahagia harus pergi ke suatu tempat dulu? harus pergi jauh dulu? harus ngeluarin uang dulu? terus pertanyaan yang paling besar, apa hubungan nya travelling dengan kebahagiaan?
Disitu aku gatel pengen nulis ini blog, meski udah di garuk tapi tetep aja gatel haha :p Buat aku pribadi, travelling dan kebahagiaan merupakan dua hal yang berbeda. Kaya sendok dan kasur empuk, dua benda yang bener bener beda dan ga ada hubungannya (kecuali kamu makan di atas kasur hehe). Aku emang suka jalan-jalan, karena aku sangat sadar INDONESIA ITU INDAH ATAS BAWAH jadi rasa ingin merasakan pesona Indonesia dari Sabang-Merauke. Dan aku bangga menjadi warga Indonesia! Selain itu, aku suka travelling ya untuk merasa makin deket dengan Sang Maha Pencipta. Merasa takjub atas alam semesta yang sudah dibuat-Nya. Kalimat simplenya, me-minimalisir sifat sombong. Setelah travelling dan melihat alam dari atas dan bawah, makin gak punya alasan buat sombong dan sadar kalo aku itu kecil banget dibanding Tuhan. Butiran debu lah bahasa kerennya. Tapi dari sekian banyak alasan aku suka travelling, tak pernah sedikipun berpikir untuk mencari kebahagiaan saat travelling.

Menurutku kebahagiaan itu gak perlu dicari, bahkan kamu cari sampai ujung dunia-pun ya gak akan ketemu. Kenapa? Karena menurutku, kebahagian itu ada di dalam diri sendiri. Kebahagian itu tanpa alasan, karena kebahagiaan sendiri adalah suatu keputusan. Sama sekali ga ada hubungan nya dengan orang lain, dengan suatu kondisi tertentu misal "aku bahagia jika aku punya mobil baru atau aku bahagia jika aku pergi ke Islandia atau aku bahagia jika aku beli rumah baru atau aku bahagia jika aku jadian sama gebetan dan lainnya...." itu adalah contoh bahagia butuh syarat. So, selama kamu belum bisa mencapai itu semua, kamu belum merasa bahagia?

Kebahagian juga ga dihat dari seberapa banyak kamu punya harta, karena kebahagiaan itu gak bisa diukur dengan materi. Seberapa banyak harta yang kamu punya bukan berarti kebahagiaan kamu ikut meningkat juga. Pernah liat kuli bangunan saat makan siang dengan nasi bungkus? mereka makannya lahap dan tetap tersenyum dengan rokok dan kopinya. Mereka bahagia dengan apa yang dilakukannya meskipun sulit dan melelahkan. Tapi ada juga orang yang menggerutu makan di restoran mewah karena pesanannya tidak sesuai. Ah lucunya hidup ini! Jadi kebahagiaan jelas ga ada hubungannya dengan materi. Satu kalimat yang aku simpulkan "Big Thanks, Big Happiness" kunci bahagia ternyata bersyukur guys, bukan travelling!

Ada juga yang bilang "aku bahagia asal kamu bahagia". Berarti kebahagian kamu diputuskan oleh orang lain. Coba tanya dalam hati, apakah kamu sudah 'hidup' dalam kehidupan ini?

Back to topic, kebahagiaan juga ga ada hubungannya sama tempat tempat indah atau destinasi yang kamu pilih untuk travelling. Jalan jalan ya jalan jalan, bukan suatu patokan kamu bakal ngerasa bahagia atau engga. Travelling dengan konsep mewah atau backpackeran juga ga ngaruh sama tinggi rendahnya kebahagiaan aku. Alasan aku travelling ya karena ini salah satu cara aku untuk 'menikmati' hidup. Toh tanpa travelling aku akan tetap merasa bahagia dengan caraku sendiri. Aku percaya dalam setiap perjalanan atau suatu proses (perjalanan saat travelling, proses mendapatkan gelar sarjana dll) pasti ada hal yang bisa aku pelajari dan akan bermanfaat buatku. I love travelling not only destinations, but I learn from the journey it self!

Ngomong-ngomong dengan kalimat 'menikmati hidup' setiap orang punya caranya sendiri untuk menikmati hidup. Ada yang main DOTA seharian, ada yang belanja, ada yang kulineran, ada yang sodakoh dll. Nah, kalo aku salah satunya ya dengan cara travelling. Menikmati hidup bukan saat senangnya doang, nikmatin pas lagi sakit, lagi kena musibah, lagi ga ada uang dll hehe. Menurutku, puncak kebahagiaan adalah saat kamu bahagia dengan cara kamu hidup saat ini. Kadang ga perlu dengerin orang lain, kebahagiaan itu kamu yang buat dan suatu keputusan yang ga ada campur tangannya dengan orang lain. Inget kalimat "Tidak ada satu orang pun di dunia ini yang akan bertanggung jawab atas ke-tidak-bahagia-an kamu!"

Jadi buat kamu yang suka travelling dengan alasan cari kebahagiaan, coba dipikirin lagi baik baik. Daripada habis uang dan waktu tapi belum ketemu juga sama yang dicari nanti bisa frustasi hehe. Tapi kalo 'keukeuh' pengen banget cari kebahagiaan saat travelling ya gapapa. Kata Wahyu Aditya juga 'Hidup ini bukan masalah benar atau salah, tapi sepakat atau tidak'. Jadi pernyataan aku belum tentu bener, yaaa bisa aja salah :)

Nah terakhir nih, buat kamu yang suka travelling, keep safety ya! keselamatan nomor wahid! Dan juga jangan buang sampah sembarangan, jaga bersama alam ini.


Semoga bermanfaat,
Salam Lestari, keep safety!
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Ditunggu kritik dan sarannya ya agan agan!

Total Tayangan Halaman

NungaNungseu. Diberdayakan oleh Blogger.