Meaning Of Life, Journey, Travelling and Happiness

Senin, 26 Mei 2014

3 Idiots


Film Bollywood yang dirilis tanggal 28 Desember 2008 ini punya 'makna' yang luar biasa dalam. Telat banget ya gue baru nonton di tahun 2014?
Sebenernya udah tau sih sama ini pilem, dari zaman gue SMA. Katanya sih seru banget, pernah ditayangin di tipi pula tapi gue nontonnya setengah-setengah. Setengah mati merindukanmu......
Film yang menceritakan 3 orang sahabat, ditambah kehangatan 'keluarga', mimpi, ketakuatan akan masa depan dan dibumbui sama bumbu cinta ini berhasil buat gue ter-ke-si-ma :D

Ada Ranchoddas Shamaldas Chanchad atau Phunsukh Chotte Wangdu yang punya pemikiran simple dan hidup yang penuh warna. Rancho ini selalu kasih motivasi sama kedua temannya. Terus ada Farhan Qureshi sang photografer handal yang pemikirannya paling dewasa diantara kedua temannya. Dan yang terakhir ada  Raju Rastogi si penakut akan masa depan yang selalu taat agama. Ketiganya dijadikan yang jadi bener-bener IDIOT!!

Film ini menceritakan tentang sahabat yang rela melakukan apapaun demi sahabatnya sendiri. Contohnya banyak, saat ayahnya Raju sakit dan temennya rela bawa ayahnya ke Rumah sakit padahal besok pagi mereka semua ada Ujian. Tapi dengan enteng Racho bilang "Ujian itu banyak, tapi ayah cuman ada satu" kalimat pertama yang buat gue terkesima. Kalo ini yang pertama, pasti ada yangkedua ketiga keempat dan seterusnya dongs? coba cek ya! :)

Di film ini menggambarkan tentang 'kritikan' terhadap sistem/metode pendidikan yang sedang terjadi. Bagaimana sistem tersebut menjadikan siswa nya seperti mesin. apa itu mesin? mesin adalah segala sesuatu yang memudahkan manusia. Menjadikan siswanya seperti orang ter-latih BUKAN ter-didik.

Film ini juga mengajarkan untuk melakukan apa yang kamu suka sebelum kamu menyesalinya saat ajal menjemput, melakukan apa obesesimu, apa keinginanmu. Bukan harus melakukan segala apapun untuk mencapai kesuksessan. Rachob selalu bilang "Kejarlah keunggulan bukan kesuksessanmu" 

Dari perspektif orang tua, film ini mengajarkan orang tua untuk mem-bebaskan anak-anaknya menentukan pilihan di masa depannya. Lakukan apa yang kamu suka, lakukan apa yang buatmu bahagia! Di bagian orang tua ini nih sedikit bikin terharu. Cinta kasih sayang Ibu kepada anaknya yang ga akan pernah padam. Atau segalak-galaknya seorang Ayah yang selalu mengatur hidup kamu, Ayah akan selalu sayang dan sellau memberikan yang terbaik sama anak nya :)

All is well! bener-bener terapi hati di saat situasi yang tidak diinginkan terjadi. Terapi hati yang langsung di bawa ke otak sehingga hal-hal yang tidak kita inginkan tidak akan terjadi. All is well All is well All is well! *sambil elus2 dada, bacanya dari hati yaaa qaqa*

Ada satu kalimat yang 'kena' banget sama hati gue. Rancho said "Jika kau takut akan hari esok, bagaimana kau bisa hidup hari ini?" Pertanyaan sederhana ini buat gue mikir dan kalimat itu spesial banget banget.. Iya juga ya, kita hidup di zaman sekarang dengan perasaan yang masih ada di masa lalu dan ketakutan akan masa depan. Gimana kita bisa menikmati hari demi hari dan kapan kita bersyukurnya atas segala kenikmatan yang sudah Allah kasih kalo kita terus merasa takut?

Masa depan ada dan sudah di rencanakan oleh Allah, jadi apa yang harus kita takuti? Life is unpredictable. Yang pasti itu cuman mati. Sisanya masih bisa kita usaha-kan dengan segala kerja keras dan berdoa :)

Ada kalimat selanjutnya pas banget buat mahasiswa (menuju) tingkat akhir kaya gue "Buat obsesimu jadi profesimu, sehingga kamu akan bekerja seperti bermain" 

Banyak banget moral value yang bisa diambil dari film yang ber-durasi 2 jam 51 menit ini. Fokus nya buat anak muda yangs edang mengalami ke-gambangan hati dan bingung menentukan arah. Segala motivasi ada di film ini. Keren!

Satu kalimat di ending filmnya "Kejarlah keunggulanmu, maka kesuksessan akan menghampirimu!"


Sekian, semoga bermanfaat yaa :D
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Ditunggu kritik dan sarannya ya agan agan!

Total Tayangan Halaman

NungaNungseu. Diberdayakan oleh Blogger.